Wamenkomdigi Nezar Patria memberikan keterangan kepada awak media usai acara Kick Off Konvensi Humas Indonesia 2026 di Antara Heritage, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (11/07/2026). Foto: Ardi Widiyansah/Komdigi
Konvensi Humas Indonesia 2026 akan digelar di Surakarta 17–18 Oktober 2026. Forum menjadi momentum penting bagi insan humas untuk memperkuat kapasitas profesi.
SATUJABAR, JAKARTA – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan dukungan penuh atas penyelenggaraan Konvensi Humas Indonesia 2026 yang akan digelar di Surakarta pada 17–18 Oktober 2026.
Forum tersebut menjadi momentum penting bagi insan humas untuk memperkuat kapasitas profesi dalam menghadapi perubahan lanskap komunikasi akibat perkembangan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).
Hal itu disampaikan Wamen Nezar Patria usai menghadiri Kick Off Konvensi Humas Indonesia 2026 di Jakarta, Sabtu (11/07/2026).
“Kami menyambut baik dan mendukung penyelenggaraan Konvensi Perhumas. Hari ini merupakan kick off sekaligus awal dari rangkaian persiapan menuju acara puncak pada Oktober nanti. Harapannya, konvensi ini menjadi forum penting bagi profesi humas Indonesia untuk merespons berbagai perkembangan teknologi komunikasi,” ungkapnya melalui keterangan resmi.
Wamen Nezar menilai perkembangan AI telah mengubah cara organisasi, pemerintah, maupun masyarakat memproduksi dan mendistribusikan informasi.
Berbagai produk komunikasi publik kini semakin banyak memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.
Namun, di sisi lain, teknologi tersebut juga menghadirkan tantangan baru karena dapat dimanfaatkan untuk memproduksi dan menyebarkan disinformasi, misinformasi, maupun konten manipulatif yang berpotensi menurunkan kepercayaan publik.
“Artificial intelligence sekarang banyak digunakan dalam kerja-kerja komunikasi publik. Di lanskap komunikasi kita, kita menemukan semakin banyak produk komunikasi yang dihasilkan dengan bantuan AI. Tetapi pada saat yang sama, teknologi ini juga dapat digunakan untuk membuat atau menyebarkan disinformasi dan misinformasi,” jelasnya.
Oleh karena itu, Wamen Nezar menekankan profesi humas memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan pemanfaatan AI tetap berlandaskan etika komunikasi dan kepentingan publik.
Menurutnya, kemajuan teknologi harus diiringi dengan komitmen menjaga integritas informasi agar kepercayaan masyarakat terhadap komunikasi publik tetap terpelihara.
“Humas memiliki tantangan besar untuk mengadopsi teknologi AI sesuai standar etik, sekaligus menghadirkan praktik-praktik terbaik dalam mengelola komunikasi publik yang akurat, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya,” tegasnya.
Wamen Nezar berharap rangkaian Konvensi Humas Indonesia 2026 dapat menjadi ruang kolaborasi bagi praktisi humas, akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas untuk mendiskusikan berbagai isu komunikasi kontemporer, termasuk pemanfaatan AI yang bertanggung jawab.
Dengan demikian, profesi humas Indonesia diharapkan semakin adaptif terhadap transformasi digital tanpa mengabaikan prinsip etika, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap praktik komunikasi publik.
MANGGARAI - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima dan mendistribusikan bantuan pangan dari Pemerintah Provinsi…
KUNINGAN – Suasana khidmat menyelimuti Kompleks Makam Astana Gede, Kabupaten Kuningan, Rabu (26/8/2026). Pemerintah Kabupaten…
SATUJABAR, GARUT--Tiga orang wisatawan dilaporkan hilang setelah terseret arus Pantai Karangpapak, Kabupaten Garut, Jawa Barat.…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Rabu 25/8/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…
BOGOR - Jalan Regional Ring Road (R3) yang menghubungkan Kecamatan Bogor Barat, Bogor Utara, dan…
SATUJABAR, SUKABUMI--Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan sedikitnya 20 hektar kawasan Pegunungan Datarhuni, Kabupaten Sukabumi,…
This website uses cookies.