Salah satu menu makanan jamaah haji yang bervariasi setiap waktu.(Foto: Dok. Kemenhaj)
SATUJABAR, JAKARTA – Konsumsi jemaah haji adalah urusan besar dan krusial. Bagaimana pemerintah menerapkan manajemen konsumsinya?
Kementerian Haji dan Umrah memperkuat koordinasi teknis bersama para mitra penyedia layanan konsumsi untuk memastikan kesiapan distribusi makanan siap saji atau Ready-to-Eat (RTE) di wilayah kerja Makkah, Minggu (10 Mei 2026).
Rapat koordinasi tersebut diikuti para mitra penyedia layanan RTE serta jajaran PPIH Arab Saudi. Pertemuan difokuskan pada pembahasan teknis distribusi, sinkronisasi logistik, serta pemantapan alur penyaluran RTE ke dapur-dapur layanan jemaah agar berjalan efektif, terukur, dan terintegrasi.
RTE akan menjadi bagian dari layanan konsumsi jemaah pada fase puncak operasional haji, khususnya fase pra-Armuzna pada 7 dan 8 Dzulhijjah serta pasca-Armuzna pada 13 Dzulhijjah.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi, menegaskan bahwa RTE merupakan salah satu komponen layanan krusial karena berkaitan langsung dengan kebutuhan konsumsi jemaah pada fase padat operasional.
“RTE ini menjadi layanan yang sangat penting karena langsung berkaitan dengan kebutuhan konsumsi jemaah pada fase-fase krusial. Karena itu, distribusinya harus dipastikan berjalan tepat waktu dan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Jaenal melalui keterangan resmi.
Ia menekankan, seluruh distribusi RTE ke dapur-dapur layanan harus dipastikan selesai paling lambat pada 4 Dzulhijjah. Target tersebut menjadi bagian dari langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran layanan konsumsi jemaah pada fase berikutnya.
“Target kita jelas, seluruh RTE sudah harus terdistribusi ke dapur-dapur layanan paling lambat 4 Dzulhijjah. Ini penting agar tidak ada kendala pada fase layanan berikutnya,” tegasnya.
Kemenhaj juga menekankan pentingnya sinergi antara penyedia layanan, pengelola dapur, dan mitra logistik. Seluruh pihak diminta memastikan proses distribusi berjalan lancar, tepat waktu, serta tetap mengedepankan standar kualitas layanan kepada jemaah haji.
Selain itu, proses distribusi RTE akan terus dipantau secara berkala untuk menjaga konsistensi layanan di lapangan sekaligus mengantisipasi potensi kendala operasional sejak dini.
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Senin 11/5/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…
SATUJABAR, JAKARTA – Hari Konsumen Nasional 2026 hadir dengan acara puncak di Sarinah Jakarta Minggu…
SATUJABAR, JAKARTA – Kerjasama industri strategis Indonesia dan Rusia makin kuat seiring dengan hubungan diplomatik…
SATUJABAR, TENERIFE – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan pesan…
SATUJABAR, JAKARTA – Jemaah haji meninggal di musim 2026 ini bertambah menjadi 23 orang per…
SATUJABAR, SUMEDANG – Komunitas Toyota Corolla Classic yang bernama Ikatan Corolla Classic (ICC) menggelar gathering…
This website uses cookies.