Berita

Kasus Hantavirus: Dirjen WHO Kirim Pesan Menyentuh untuk Warga Tenerife: “Ini Bukan COVID, Ini Adalah Aksi Kemanusiaan”

SATUJABAR, TENERIFE – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan pesan langsung yang penuh empati kepada masyarakat Tenerife, Spanyol. Pesan ini menyusul rencana sandar kapal MV Hondius yang membawa kasus virus hantavirus (galur Andes) ke pelabuhan mereka.

Langkah ini diambil untuk meredam kekhawatiran publik sekaligus memberikan jaminan keamanan atas operasi repatriasi penumpang kapal tersebut.

Bukan Pengulangan Masa Lalu

Dr. Tedros memahami adanya trauma kolektif akibat pandemi 2020. Namun, ia menegaskan dengan sangat jelas bahwa situasi kasus hantavirus kali ini sangat berbeda.

“Saya tahu Anda khawatir. Namun, saya ingin Anda mendengar ini dengan jelas: ini bukan COVID berikutnya. Risiko kesehatan masyarakat dari hantavirus saat ini tetap rendah. Ini adalah penilaian resmi WHO, dan kami tidak membuat pernyataan ini secara sembarangan,” tegas Tedros melalui keterangan resmi situ WHO.

Hantavirus.(Image: wikipedia)

Protokol Ketat di Pelabuhan Granadilla

Untuk memastikan keamanan warga, Dr. Tedros menjelaskan bahwa proses evakuasi akan dilakukan dengan protokol isolasi total:

  • Lokasi Terisolasi: Penumpang akan diturunkan di pelabuhan industri Granadilla, jauh dari pemukiman penduduk.
  • Koridor Steril: Penumpang akan diangkut menggunakan kendaraan tertutup dan dijaga ketat melalui koridor yang telah dibatasi sepenuhnya.
  • Repatriasi Langsung: Seluruh penumpang akan langsung dipulangkan ke negara asal mereka tanpa berinteraksi dengan masyarakat lokal.
  • Kondisi Terkini: Saat ini tidak ada penumpang lain yang menunjukkan gejala. Seorang pakar WHO juga telah berada di atas kapal untuk memantau situasi secara langsung.

Tenerife Sebagai Simbol Solidaritas Dunia

Keputusan Spanyol untuk menerima kapal tersebut, menurut Tedros, adalah bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Kesehatan Internasional sekaligus tugas moral. Sebanyak 150 orang dari 23 negara telah berada di laut selama berminggu-minggu dalam kondisi ketakutan dan berduka setelah kehilangan tiga rekan mereka akibat virus tersebut.

“Tenerife dipilih karena memiliki kapasitas medis, infrastruktur, dan nilai kemanusiaan yang memadai untuk membantu mereka pulang dengan selamat,” ujarnya.

Kunjungan Langsung Dirjen WHO

Sebagai bentuk dukungan nyata, Dr. Tedros mengumumkan rencananya untuk datang langsung ke Tenerife. Ia ingin menyaksikan operasi ini secara mandiri dan memberikan penghormatan kepada para petugas kesehatan serta masyarakat pulau tersebut.

“Virus tidak peduli pada politik dan tidak menghormati perbatasan. Imunitas terbaik yang kita miliki adalah solidaritas,” tambahnya.

Menutup pesannya, Dr. Tedros menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Perdana Menteri Spanyol, kapten kapal Jan Dobrogowski, dan khususnya kepada warga Tenerife atas kerelaan mereka menjadi tumpuan harapan di tengah situasi sulit ini.

Editor

Recent Posts

Bangbara Siap Usir Stress Warga Kota Bandung

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat layanan kesehatan mental bagi masyarakat. Salah…

52 menit ago

Hilirisasi Nikel Temui Kendala Tren Global

SATUJABAR, JAKARTA - Ambisi Indonesia menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global…

3 jam ago

Pertamina Bukukan Pendapatan Tahun 2025 Sebesar Rp1.167,99 Triliun

SATUJABAR, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025. Di tengah…

3 jam ago

Menhaj Sambut Jemaah Haji di Jambi

SATUJABAR, JAMBI - Sebanyak 444 jemaah haji BTH-20 asal Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi…

3 jam ago

Polda Jabar Buka Call Center, Dugaan Korban Lain Taufik Hidayat Buat Melapor

SATUJABAR, BANDUNG--Penyidik Polda Jawa Barat masih mendalami kemungkinan ada korban Taufik Hidayat lainnya dalam kasus…

3 jam ago

Pemkab Kuningan Raih Opini WTP atas LKPD 2025

SATUJABAR, KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan raih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas LKPD Tahun…

3 jam ago

This website uses cookies.