Berita

Knalpot Bising, Nyawa Pelajar Pesepakbola Muda Kota Tasikmalaya Melayang

SATUJABAR, BANDUNG – Polres Tasikmalaya Kota, Jawa Barat, telah menetapkan 9 orang tersangka dalam kasus kematian Ghazwan Ghaisan, pelajar kelas 2 Madrasah Tsnawiyah (MTs) Negeri 3 Kota Tasikmalaya. Suara bising knalpot sepeda motor, menjadi pemicu pesepakbola muda tersebut tewas mengenaskan di jalanan, setelah dihabisi para tersangka di bawah pengaruh minuman keras.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Joko Sulistiono, mengungkapkan, suara bising dari knalpot sepeda motor yang dikendarai Ghazwan Ghaisan, mendorong kekesalan berujung tindak kekerasan terhadap korban. Para tersangka melempar dan mengadang sepeda motor hingga korban dan temannya terjatuh, kemudian dianiaya secara brutal.

“Jadi sebelum kejadian, para tersangka melempar sepeda motor lain berknalpot brong (bising), namun sasaran tidak kena. Tidak lama setelah itu, sepeda motor korban melintas, dan kena, korban bersama temannya terjatuh kemudian terjadi tindak kekerasan tersebut,” ujar Joko, Rabu (25/09/2024).

Para tersangka menghabisi korban secara brutal dalam kondisi di bawah pengaruh minuman keras (miras). Aksi pengadangan yang dikenal masyarakat Tasikmalaya dengan istilah ‘nagenan’, berujung kematian tragis pelajar, yang tercatat sebagai pesepakbola muda Persikotas (Persatuan Sepakbola Ibu Kota Tasikmalaya) Usia 14 tahun.

 

Masih di Bawah Umur

Penetapan 9 tersangka kasus kematian Ghazwan Ghaisan, setelah Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya Kota, melakukan rangkaian proses penyelidikan dan penyidikan.

Kesembilan tersangka yang menyebabkan korban harus kehilangan nyawa, terdiri dari 3 orang usia remaja, dan 6 anak masih di bawah umur.

“Kesembilan tersangka tinggal masih di lingkungan sekitar tempat tinggal korban, di Kelurahan Setiajaya, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Para tersangka telah menyebabkan korban meninggal dunia atas dugaan pengadangan dan tindak kekerasan,” ungkap Joko.

Tiga tersangka sudah berusia remaja, yakni berinisial CM (22), DM (19), dan AMA (18), warga Kampung Negla, Kelurahan Setiajaya, Kecamatan Cibeureum. Sementara 6 tersangka lainnya, anak masih di bawah umur, yakni berinisial KL (15), AF (16), RR (16), AS (17), MF (16), serta AJ (17).

Kronologis kejadian, diawali para tersangka sengaja menunggu kedatangan korban di pinggir Jalan Letjen Mashudi. Para tersangka sudah menyiapkan potogan bambu, kayu, dan batu.

Saat korban melintas di Jalan Letjen Mashudi, para tersangka langsung melemparinya dengan batu. Sepeda motor korban diadang dengan menggunakan potongan bambu hingga korban dan temannya terjatuh.

Para tersangka menghampiri korban dan temannya yang sudah terjatuh. Dalam kondisi tidak berdaya, korban dan temannya dihabisi secara brutal dengan  potongan bambu, kayu, dan batu.

Korban Ghazwan tidak sadarkan diri, ditemukan warga sudah tidak bernyawa. Sementara Temannya, Fajri, dalam kondisi tidak sadar dan luka parah, bisa diselamatkan setelah dilarikan ke rumah sakit.

Para tersangka akan dijerat Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014, tentang Perlindungan Anak, dan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), tentang Tindak Pidana Penganiayaan Secara Bersama-sama. Para tersangka terancam hukuman pidana paling singkat 12 tahun kurungan penjara.(chd)

Editor

Recent Posts

Macau Open 2026: M Yusuf Masuki Babak 8 Besar

SATUJABAR, JAKARTA – Macau Open 2026 berlangsung 16 - 21 Juni 2026 di Dome Pesta…

51 menit ago

BI-Rate Naik Jadi 5,75%, Naik 25 BPS

SATUJABAR, JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk…

55 menit ago

Begal Sadis Beraksi Lagi di Bandung, Korban Dibacok Sepeda Motor Dirampas

SATUJABAR, BANDUNG--Aksi begal sadis kembali beraksi di Kota Bandung, Jawa Barat. Sasaran pelaku merampas sepeda…

1 jam ago

Macau Open 2026: Tiwi/Fadia Lewati Babak 16 Besar

SATUJABAR, JAKARTA – Macau Open 2026 berlangsung 16 - 21 Juni 2026 di Dome Pesta…

2 jam ago

KA Rajabasa Gunakan Ekonomi Premium Modifikasi Mulai 4 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan peningkatan layanan pada KA Rajabasa relasi…

3 jam ago

Sadis! Dua Kakak-Beradik di Bawah Umur di Sumedang Disiram Air Keras OTK

SATUJABAR, SUMEDANG--Dua orang anak di bawah umur di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menjadi korban penyiraman…

3 jam ago

This website uses cookies.