Berita

Klinik Haji Indonesia tak Dapat Izin Saudi, Begini Kata Wamenag

Pemerintah Indonesia tidak keberatan dengan kebijakan tersebut. Apalagi, daerah ini memang merupakan wilayah Saudi.

SATUJABAR, MAKKAH — Isu Kesehatan jamaah haji menjadi salah satu topik pembicaan dalam kunjungan rombongan Amirul Haj di hotel nomor 312, Makkah. Masalah kesehatan menjadi topik pembicaraan mengingat Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKIH) tak berjalan normal seperti biasa.

Wakil Menteri Agama yang juga Wakil Amirul Haj Romo Muhammad Syafi’i mengatakan, ada kebijakan baru dari Pemerintah Arab Saudi tentang pelayanan kesehatan. Regulasi melarang operasional klinik satelit untuk tiap hotel dan di sektor maupun daerah kerja (daker) Indonesia di Tanah Suci.

“Sehingga, jamaah kita yang mendapat kondisi sakit langsung harus dibawa ke rumah sakit Arab Saudi,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia tidak keberatan dengan kebijakan tersebut. Apalagi, daerah ini memang merupakan wilayah Saudi.

Hanya saja, kata dia, pada praktik di lapangan ada jamaah Indonesia yang merasa semakin tertekan karena mungkin tak mengerti bahasa di rumah sakit Saudi. “Atau juga tidak merasa ada yang dampingi, Maka mereka memilih untuk tidak diobati,” ujarnya.

Romo mengatakan, telah mengingatkan jamaah, bila memang sudah sampai pada tingkat yang harus dirawat, maka tetap perlu dibawa ke rumah sakit dan diyakinkan oleh ketua rombongannya maupun dokter di hotel.
“Tetapi kalau memang masih ditangani dengan dokter kita, Saya tadi sampaikan Ya harus ‘pandai-pandailah’,” ujarnya.

Makna ‘pandai’ itu, kata ia, tidak mengganggu regulasi yang ada. Namun, juga tidak membiarkan mereka yang belum pada tahapnya harus dibawa ke rumah sakit. “Sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Di sisi lain, dia juga menyampaikan kepada jamaah agar menjaga kesehatan, kekompakan, dan membersihkan niat supaya semuanya berjalan baik sehingga mencapai haji yang mabrur.

Terkait Nusuk, dia tak menampik belum semua jamaah mendapatkan kartu akses buat berhaji itu. Namun, kata ia, Pemerintah Arab Saudi juga memberikan kemudahan bahwa jamaah bisa mengakses kartu secara digital.

“Yang sudah ada di daftar digital pun itu berlaku Untuk menjadi personal access sebagai pengganti nusuk,” ujarnya. (yul)

Editor

Recent Posts

Puncak Haji Selesai, Menhaj Apresiasi Ketertiban Jemaah

SATUJABAR, MAKKAH - Puncak haji di Mina resmi berakhir pada 13 Zulhijjah 1447 H. Seluruh…

13 menit ago

KaBogorFest 2026 Resmi Dibuka, Bupati: Meriahkan HJB ke-544

SATUJABAR, CIBINONG - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, secara resmi membuka KaBogorFest 2026 di kawasan Gelora…

43 menit ago

Bogor Hujan Trail Diapresiasi Wabup Jaro Ade

Bogor Hujan Trail berhasil menarik sekitar 1.500 rider dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.…

47 menit ago

Singapore Open 2026: Pasangan Denmark Juara Ganda Campuran

SATUJABAR, JAKARTA – Singapore Open 2026 memasuki babak final pada Minggu 31 Mei 2026 di…

51 menit ago

Konser F Forever Bukti Indonesia Bisa Gelar Panggung Kelas Dunia

Konser F Forever juga mencerminkan perkembangan pesat industri seni pertunjukan di Indonesia, menurut Wamen Ekraf…

60 menit ago

Java Jazz Tunjukkan Kekuatan Kolaborasi Ekonomi Kreatif

SATUJABAR, TANGERANG - Java Jazz Festival 2026 menjadi ruang kolaborasi yang apik bagi para pelaku…

1 jam ago

This website uses cookies.