Sport

Ketum KONI Pusat Lantik Ketum KONI NTT dan Jajaran

SATUJABAR, KUPANG – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mengukuhkan dan melantik Ketum KONI NTT 2026-2030 yang juga Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan jajarannya di Hotel Harper, Kupang pada Minggu malam tanggal 8 Februari 2026.

“Rangkaian kali ini, dari pagi (Musorprov) hingga malam (Pelantikan) menjadi yang pertama kali digelar dalam satu hari,” ucap Ketum KONI Pusat membuka.

Marciano yakin persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 NTT-NTB akan dikebut oleh Gubernur yang juga Ketum KONI NTT.

Dijelaskan juga bahwa PON XXII/2028 NTT-NTB menjadi yang pertama menggunakan format baru, fokus untuk multievent internasional. “Kalau kita ingin meningkatkan kualitas prestasi olahraga kita di multievent internasional, terutama Olimpiade, kita harus mulai fokus cabang olahraga Olimpiade,” terang Ketum KONI Pusat.

“Oleh karenanya, pada PON XXII/2028 NTT-NTB kita fokus cabang olahraga Olimpiade, DBON, unggulan internasional dan pilihan tuan rumah,” lanjut Marciano dikutip dari laman KONI.

Tak ketinggalan, Ketum KONI Pusat mengapresiasi Gubernur NTT yang mendapatkan restu Presiden Prabowo Subianto terkait tuan rumah PON XXII/2028.

“Untuk cabang olahraga yang venue-nya tidak ada di sini, akan diselenggarakan di Jakarta. Ini hasil yang terbaik,” kata Ketum KONI Pusat menceritakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung siap memberikan dukungan.

“PON XXII/2028 tetap menjadi PON XXII/2028 NTT-NTB, bukan PON XXII/2028 NTT-NTB-DKI,” tegas Marciano.

Pada tahun ini, Ketum KONI Pusat mengingatkan KONI NTT untuk mempersiapkan atlet untuk ikut serta multievent olahraga nasional terobosan KONI Pusat. “Sukses untuk olahraga NTT. Saya tunggu kontingen NTT pada PON Bela Diri 2026 di Sulawesi Utara dan PON Pantai 2026 di Jakarta,” katanya.

Dalam sambutannya, Ketum KONI NTT yang baru dilantik bangga telah menorehkan sejarah. “Kita ini membuat sejarah baru, menyelenggarakan Musorprov dan pelantikan di hari yang sama. Ini efektif dan efisien,” katanya setelah dilantik.

Terkait tugas besar persiapan PON XXII/2028 NTT-NTB, Melkiades sampaikan telah ada tim satgas khusus persiapan.

Adapun NTT targetkan 5 kesuksesan yang harus dicapai pada PON XXII/2028 NTT-NTB. “Kita mencapai Panca Sukses, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, sukses perekonomian dan sukses pariwisata,” jelas Gubernur pada pembukaan Musorprov.

“Kami mempersiapkan anggaran Rp 250 miliar untuk penyelenggaraan,” ujar Melkiades berharap Kabupaten/Kota juga menganggarkan.

Dalam hal prestasi, selaku Ketum KONI NTT sekaligus Gubernur, Melkiades tetapkan target peringkat. “Kita pastikan, sesuai target tadi, kita akan capai 10 besar PON XXII/2028 NTT-NTB dengan cara terhormat,” jelasnya.

Pada multievent olahraga nasional terakhir, NTT menempati peringkat ke-14 PON Bela Diri I/2025 Kudus (2 Emas, 4 Perak, 9 Perunggu) dan peringkat Ke-19 PON XXI/2024 Aceh-Sumut (7 Emas, 13 Perak, 16 Perunggu).

Sebelumnya, NTT peringkat ke-19 PON XX/2021 Papua (5 Emas, 10 Perak, 9 Perunggu), peringkat ke-18 PON XIX/2016 Jawa Barat (7 Emas, 7 Perak, 9 Perunggu) dan peringkat Ke-23 PON XVIII/2012 Riau (3 Emas, 9 Perak, 5 Perunggu).

 

Potensi Atlet NTT

Merujuk SEA Games Thailand 2025, beberapa atlet Indonesia berasal dari NTT seperti dari cabang olahraga Pencak Silat, ada M. Zaki Zikrillah Prasong yang meraih medali Emas dan Antonius Efrem Tuke Eduk peraih medali Perunggu.

Pada Timnas Futsal putri yang meraih medali perak, terdapat pemain NTT yakni Quisepina Olin.

Kontingen tinju Indonesia juga diperkuat atlet NTT seperti Dio Koebanu (48 Kg) dan Flanuari Yericho Daud (54 Kg).

Melihat jauh ke belakang, NTT memiliki legenda atlet berprestasi. Salah satunya Wakil Gubernur Irjen. Pol. Purn Drs. Johni Asadoma yang pernah wakili Indonesia dalam cabang olahraga tinju pada Olimpiade Los Angeles 1984 dan peraih medali emas SEA Games XII Singapura 1983.

 

Masih pada cabang olahraga tinju, Hermensen Balo sempat berlaga pada Olimpiade Sydney 2000. Ia juga peraih emas SEA Games.

Selanjutnya cabang olahraga atletik, Eduardus Nabunome langganan medali emas lari di SEA Games rentang 1987 sampai 1991 dan memegang rekor nasional maraton lebih dari 30 tahun. Rekor tersebut ditempuh dengan waktu 2 jam, 19 menit, 18 detik pada PON XIII/1993 Jakarta.

Selanjutnya ada nama pelari, Welmince Sonbaik yang meraih medali emas 1.500 meter SEA Games Brunei 1999.

Editor

Recent Posts

Menkeu Purbaya: Anggaran Kesehatan Tahun 2026 Naik

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan APBN 2026 didesain tetap ekspansif…

14 menit ago

Tragis! Bocah di Sukabumi Tewas Tertembak Senapan Angin Ayah Tiri

SATUJABAR, SUKABUMI--Seorang bocah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bernasib malang, menemui ajal di tangan ayah…

26 menit ago

GNI Update: Google Soroti Tantangan dan Peluang Media di Indonesia

SATUJABAR, SERANG - Google News Initiative (GNI) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem jurnalisme berkualitas…

2 jam ago

Deklarasi Pers 2026: Negara Harus Hadir Jaga Media dan Demokrasi

SATUJABAR, SERANG - Dewan Pers bersama sejumlah organisasi pers mendeklamasikan Deklarasi Pers Nasional 2026. Deklarasi…

2 jam ago

BPS Jabar: Ekonomi Jawa Barat Triwulan IV 2025 Tumbuh 5,85 Persen (YoY)

SATUJABAR, BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat pada 5 Februari 2026 melansir data…

4 jam ago

BPS Jabar: Tingkat Pengangguran Terbuka di Jawa Barat 6,66 Persen

SATUJABAR, BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat pada 5 Februari 2026 melansir data…

4 jam ago

This website uses cookies.