UMKM

Kemenperin Antar IKM Kerajinan Raup Rp 1,83 Miliar dari Penjualan Ekspor

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal lndustri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) terus melakukan peningkatan daya saing pelaku industri kecil dan menengah sektor kerajinan dan home decor melalui pembukaan akses pasar internasional. Salah satunya yaitu dengan kembali memfasilitasi Industri Kecil Menengah (IKM) berpartisipasi dalam pameran dagang bertaraf intemasional agar jaringan bisnis dan peluang ekspor IKM semakin luas dan meningkat.

“Akses pameran internasional menjadi kesempatan besar dan ajang pembuktian bagi IKM dan juga lndonesia di dunia internasional bahwa produknya sejajar dan bahkan mampu bersaing dengan produk luar negeri lainnya,” ucap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (10/3).

Menperin menambahkan, partisipasi IKM dalam pameran internasional tidak hanya membuka peluang pertemuan dengan buyer, tetapi juga mampu menghasilkan kerja sama bisnis yang berkelanjutan. Sebagai contoh, calon pembeli potensial dari Eropa, yang kerap memiliki banyak pertimbangan dan persyaratan ketat sebelum melakukan transaksi, tentu akan sangat memanfaatkan pameran intemasional untuk menyeleksi produk incaran.

“Mereka tidak hanya memperhatikan kualitas produk, tapi juga menimbang asal usul bahan baku, dan bahkan juga tanggung jawab sosial produsen terhadap para perajin. Jadi, kalau akhimya bisa sampai deal dengan mereka, berarti reputasi IKM kita dianggap sangat baik, nama lndonesia pun ikut harum di pasar internasional,” jelas Menperin.

Salah satu kisah sukses IKM yang berhasil meraup penjualan ekspor dari hasil fasilitasi pameran internasional yang disediakan Ditjen IKMA Kemenperin, yaitu PT lndo Risakti dari Bantul, Yogyakarta. IKM dengan produk kerajinan dan dekorasi rumah ini mampu menembus pasar ekspor ke berbagai negara dengan cukup gemilang.

Pada 10 Maret 2026, Direktur Jenderal lndustri Kecil, Menengah dan Aneka, Reni Yanita turut hadir dalam acara Pelepasan Ekspor Produk PT lndo Risakti ke Amerika Serikat, Korea Selatan, Perancis, dan lnggris dengan total nilai mencapai USD 108 ribu atau setara sekitar Rp 1,83 miliar sepanjang Januari hingga April 2026.

“lni membuktikan bahwa produk kerajinan lndonesia betul-betul berkualitas dan berdaya saing kuat di pasar global, sehingga buyer yakin untuk melakukan pembelian ulang (repeat order) dan juga memengaruhi kepercayaan kepada potential buyer lainnya,” kata Dirjen IKMA.

Sebelumnya Ditjen IKMA memfasilitasi 10 IKM kerajinan dan home decor untuk mempromosikan produknya kepada buyer internasional pada ajang Pameran Ambiente di Frankfurt, Jerman pada tahun 2025. PT lndo Risakti merupakan salah satu IKM peserta yang difasilitasi Ditjen IKMA pada ajang tersebut, dan berhasil menunjukkan penjualan positif pascapameran. “Artinya, IKM yang difasilitasi ini betul-betul memanfaatkan kesempatan pameran dengan sebaik-baiknya, dan memenuhi berbagai kriteria ekspor di tengah persaingan pasar global yang ketat,” ucap Reni.

Secara rinci, ekspor PT lndo Risakti ke Amerika Serikat pada Januari 2026 mencapai USD 26 ribu. Kemudian ekspor ke Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Perancis pada bulan berikutnya senilai USD 27 ribu. Selanjutnya pada Maret 2026, ekspor ke Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis mencapai USD 34 ribu, serta pada April 2026 akan kembali melakukan pengiriman ke Amerika Serikat senilai USD 20 ribu. “Total yolu/re pengiriman selama periode tersebut mencapai 9.514 pieces produk home decori ” ungkap Reni.

Dirjen IKMA menegaskan, selain fasilitasi akses pasar yang membuat IKM mampu naik kelas dan berdaya saing di pasar yang lebih luas, Ditjen IKMA terus berupaya memberikan bentuk dukungan lainnya kepada pelaku IKM kerajinan agar semakin siap berdaya saing dan bisnisnya terus berkelanjutan. Beberapa upaya yang dilakukan adalah melalui peningkatan kapasitas usaha, penguatan desain produk, serta akses permodalan.

Sementara itu Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor tersebut menjadi bukti bahwa produk kerajinan lndonesia mampu bersaing di pasar global apabila didukung dengan kualitas produk, desain yang kuat, serta kemampuan memenuhi standar pasar internasional. Budi menekankan, dalam berbagai kegiatan dan fasilitasi pameran dilakukan kurasi yang mendalam, serta pendampingan dan penguatan kapasitas sebelum memfasilitasi IKM untuk ikut seria dalam pameran internasional.

“Kami cari dan dampingi IKM yang serius untuk mampu memenuhi tren, standar, dan preferensi pasar global,” ucap Budi.

Budi mengaku pihaknya juga memperhatikan aspek dampak sosial yang dilakukan oleh IKM saat IKM tersebut mampu berkembang dan naik kelas. “Kami lihat bagaimana peran IKM dalam pemberdayaan masyarakat lokal dan manfaat positif yang dirasakan oleh sekitamya,” kata Budi.

PT lndo Risakti didirikan pada tahun 2012 oleh pasangan Windu Sinaga dan Riris Simanjuntak, yang memproduksi berbagai produk dekorasi rumah seperti keranjang, kotak hias, dekorasi dinding, dan cermin. PT lndo Risakti memanfaatkan bahan alami ramah lingkungan seperti enceng gondok, pandan laut, mendong, batang pisang, hingga akar kayu dalam produksinya. Bahan-bahan tersebut diolah oleh para perajin menjadi produk dekorasi rumah bemilai tinggi dengan sentuhan desain khas Indonesia.

PT lndo Risakti terus memberdayakan masyarakat sekitar sebagai perajin produknya, yakni dengan mempekerjakan 20 orang karyawan tetap dan bermitra dengan 15 leader perajin, dimana setiap leader membina sekitar 100 perajin di berbagai desa di sekitar Yogyakarta. Pada saat permintaan meningkat, kegiatan produksi bahkan dapat melibatkan hingga 800 hingga 1.500 perajin.

Saat ini PT lndo Risakti telah berhasil menembus pasar kerajinan di Belanda, perancis, Jerman, Uruguay, Dubai, Qatar, dan Afrika selatan, meskipun pasar terbesarnya masih di Amerika serikat dan Eropa. untuk mendukung kepercayaan buyer internasional, pr lndo Risakti juga telah mengantongi sejumlah sertifikasi, antara lain Sertifikat Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), sertifikat BusIness SociaL Compliance lnitiative (BSCI) yang menunjukkan komitmen perusahaan terhadap praktik produksi yang legal, transparan, dan bertanggung jawab secara sosial, serta sertifikat Sustaining Competitive and Responsibte Enterpises (SCORE) yaitu program dari ILO (International Labour Organization) yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kondisi kerja usaha Kecil Menengah (UKM).

Editor

Recent Posts

Mudik Lebaran 2026, Prediksi 3,5 Juta Kendaraan Puncak Arus Mudik 18 Maret dan Arus Balik 24 Maret

SATUJABAR, BANDUNG--Jutaan kendaraan akan memadati jalanan menuju ke berbagai daerah kampung halaman saat memasuki mudik…

7 menit ago

Pertamina Patra Niaga Siap Layani Kebutuhan Energi Masyarakat di Rest Area KM 57 Tol Jakarta – Cikampek

SATUJABAR, KARAWANG – Sebagai rest area dengan lalu lintas pemudik yang tinggi di jalur Tol…

7 menit ago

Waspadai Hoaks Mudik Gratis Gentayangan

SATUJABAR, JAKARTA - Menjelang Lebaran, Kementerian Komunikasi dan Digital meningkatkan upaya untuk menekan hoaks mudik…

35 menit ago

Angkutan Lebaran 2026: Operasional Whoosh 62 Perjalanan Per Hari

SATUJABAR, JAKARTA - Memasuki masa Angkutan Lebaran 2026, KCIC memastikan layanan kereta cepat Whoosh kembali…

39 menit ago

Pantau CCTV Arus Mudik, Kunjungi : mudik.pu.go.id

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menghadirkan platform digital informasi mudik Lebaran…

44 menit ago

Hadirkan Haji Geyot, bank bjb Meriahkan Ramadan dengan Hiburan dan Kegiatan Sosial

BANDUNG - Bulan Ramadan selalu menjadi momen istimewa yang menghadirkan suasana kebersamaan, kehangatan, serta semangat…

1 jam ago

This website uses cookies.