Berita

Kebakaran Bromo: Api Padam, Kini Tahap Pendinginan

Kebakaran Bromo Tengger Semeru sudah diatasi oleh petugas gabungan. Kini sedang masuk tahap pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api.

SATUJABAR, PROBOLINGGO – Kementerian Kehutanan, terus melakukan tahapan pendinginan dan penyisiran area bekas terbakar (mopping up) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali memicu kebakaran setelah api yang berlangsung sejak Senin (3/8) berhasil dikendalikan.

Setelah hampir dua pekan operasi, Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Balai Dalkarhut Jabalnusra) Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum Kehutanan) bersama dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), TNI, Polri, BPBD Jawa Timur, relawan, dan masyarakat masih melakukan pemantauan serta pembasahan pada area bekas terbakar. Pendinginan difokuskan pada titik-titik yang masih berpotensi menyimpan panas agar bara benar-benar padam dan tidak kembali merambat ke bagian kawasan yang belum terdampak.

Kewaspadaan tetap dijaga karena kebakaran sebelumnya melanda vegetasi savana, cemara gunung, pakis, semak belukar, serta lapisan serasah yang cukup tebal. Kondisi tersebut memungkinkan bara bertahan meskipun kobaran api tidak lagi terlihat. Tim juga mewaspadai pusaran angin lokal (dust devil) yang dapat mengangkat material ringan dan berpotensi membawa bara ke area lain.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengatakan penanganan kebakaran di Bromo memberikan pelajaran penting untuk memperkuat pencegahan karhutla menghadapi musim kemarau.

“Bromo memberi satu pelajaran penting, api mungkin sudah terkendali tetapi ancaman karhutla belum selesai. Pencegahan harus diperkuat dari tingkat tapak, dan pengelola kawasan perlu terus memperkuat keterlibatan masyarakat, bukan hanya dalam pencegahan kebakaran tetapi juga dalam pengelolaan taman nasional. Masyarakat adalah pihak yang paling dekat dengan kawasan, sering kali menjadi yang pertama mengetahui adanya gangguan, sekaligus yang paling terdampak ketika terjadi kebakaran. Karena itu, melindungi hutan harus dilakukan bersama masyarakat,” tegasnya seperti dikabarkan Humas Kemenhut.

Pemerintah pada 2026 memang tengah memperkuat pengendalian karhutla menghadapi musim kemarau, termasuk kesiapan Manggala Agni, deteksi dini, patroli, dan koordinasi lintas sektor.

Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan, Suharyono, yang memantau langsung kegiatan melalui apel siaga pengendalian kebakaran hutan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah bekerja selama hampir dua pekan dalam operasi tersebut.

“Hampir dua pekan personel bekerja menghadapi medan dan kondisi kebakaran yang tidak mudah. Terkendalinya api bukan akhir dari pekerjaan. Fokus sekarang memastikan seluruh area bekas terbakar benar-benar aman dan tidak ada bara yang kembali menyala. Terima kasih kepada seluruh petugas yang tetap bertahan sampai fase ini,” tegas Suharyono.

Kepala Balai Dalkarhut Jabalnusra, Bambang Setyo Antoko, mengatakan operasi di Bromo memperlihatkan besarnya peran para pihak yang bekerja bersama Manggala Agni selama penanganan kebakaran.

“Operasi pemadaman ini memperlihatkan kuatnya gotong royong di lapangan. BBTNBTS, BPBD Jawa Timur, relawan, dan masyarakat membantu suplai air, logistik, akses, hingga informasi yang dibutuhkan petugas. Dukungan itu sangat berarti bagi Manggala Agni yang bekerja di medan kebakaran. Kami mengapresiasi semua pihak yang ikut menjaga Bromo,” ujar Bambang.

Kementerian Kehutanan menempatkan pengendalian karhutla sebagai bagian penting dari kebijakan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk melindungi hutan dan keselamatan masyarakat. Pengalaman penanganan kebakaran di Bromo menjadi bagian dari evaluasi dan penguatan pencegahan menghadapi musim kemarau, dengan menempatkan deteksi dini, respons cepat, serta kekuatan kolaborasi di tingkat tapak sebagai kunci agar kebakaran tidak berkembang menjadi kerusakan ekologis yang lebih luas. Penguatan kesiapan personel dan peralatan Manggala Agni juga menjadi perhatian Menteri Kehutanan dalam menghadapi karhutla 2026.

BACA JUGA: Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026: Daftar Lengkap Pemain Indonesia

Editor

Recent Posts

Pemalak Pengendara Sepeda Motor Bawa Golok di Bandung Ditangkap

SATUJABAR, BANDUNG--Aksi pemalakan terhadap pengendara sepeda motor di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, viral di media…

1 jam ago

HUT RI ke-81: Kirab Nasional dari Monas ke Istana Negara

SATUJABAR, JAKARTA - Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa…

2 jam ago

Presiden Prabowo Pimpin Ziarah Nasional dan Renungan Suci

SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memimpin ziarah nasional dan renungan suci dalam rangkaian peringatan…

2 jam ago

Menteri LH Cek Progres Pemulihan Lingkungan dan Pengelolaan Limbah B3 di Wilayah Kerja Rokan

RIAU - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, melakukan kunjungan…

2 jam ago

Gajah Sumatera Dipindahkan dari DIY ke Kalimantan Timur

SATUJABAR, YOGYAKARTA - Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta bersama BKSDA…

2 jam ago

Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026: Alwi Melenggang ke 32 Besar

JAKARTA - Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 bergulir hari Senin (17/8) hingga Minggu (23/8) di Indira…

2 jam ago

This website uses cookies.