Berita

Kasus Tanah Dago Elos, Polda Jabar Tetapkan Muller Bersaudara Sebagai Tersangka

SATUJABAR, BANDUNG – Proses penanganan terhadap kasus sengketa tanah Dago Elos, Kota Bandung, Jawa Barat, terus berjalan.

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menetapkan dua orang bersaudara yang dilaporkan warga Dago Elos, yakni Heri Hermawan Muller dan Dodi Rustandi Muller sebagai tersangka.

Penetapan tersangka terhadap dua orang bersaudara, yakni Heri Hermawan Muller dan Dodi Rustandi Muller dalam kasus sengketa tanah Dago Elos, Kota Bandung, disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Jules Abraham Abast.

“Benar, sudah ada perkembangan baru terkait penanganan kasus sengketa tanah Dago Elos. Berdasarkan rekomendasi hasil gelar perkara terhadap terlapor saudara Heri Hermawan Muller dan saudara Dodi Rustandi Muller, sesuai Pasal 184 KUHP (kitab undang-undang hukum pidana) sudah ditemukan alat bukti yang mendukung untuk ditingkatkan status keduanya dari saksi menjadi tersangka,” ujar Jules Abraham kepada wartawan, Selasa (07/05/2024).

Jules Abraham mengatakan, kasus sengketa tanah Dago Elos, ditangani Polda Jawa Barat, atas pelapor bernama Ade Suherman, yang melaporkan dua orang bersaudara, Heri Hermawan Muller dan Dodi Rustandi Muller.

Laporannya soal dugaan pemalsuan surat oleh terlapor, dengan nomor laporan polisi LPB/336/VIII/2023/SPKT/Polda Jabar/tanggal 15 Agustus 2023.

Kasus sengketa tanah Dago Elos mencuat, setelah Heri Hermawan Muller bersama-sama Dodi Rustendi Muller dan Pipin Sandepi Muller mengklaim sebagai pemilik sah lahan yang saat ini ditempati ratusan warga Dago Elos.

Warga Dago Elos yang terancam tergusur, tidak terima sehingga menimbulkan konflik berkepanjangan.

Bahkan, aksi  bentrokan warga dengan pihak kepolisian sempat terjadi, Senin, 14 Agustus 2024 (14/08/2024), setelah warga merasa laporannya soal tuduhan penipuan memberikan ketearangan palsu, tidak ditanggapi Polrestabes Bandung.

Warga yang kecewa lalu mendesak laporannya dilimpahkan ke Polda Jawa Barat.

Polda Jawa Barat akhirnya mengambil-alih penanganan kasus sengketa tanah Dago Elos, yang dilaporkan warga.

 

Keterangan Palsu

Tim Advokasi warga Dago Elos, diwakili Rifqi Zulfikar, dalam keterangan pers, menyebutkan, tiga orang dilaporkan atas tuduhan pemalsuan keterangan sebagai tindakan penipuan.

Mereka mengaku cicit dari George Hendrik Muller sebagai kerabat dari Ratu Wilhelmina Belanda yang ditugaskan di Indonesia ketika itu.

Tiga orang dari keluarga Muller tersebut mengklaim telah mewarisi tiga sertifikat eigendom verponding dari kakeknya, George Hendrik Muller.

Sejak mereka menggugat warga Dago Elos di Pengadilan Negeri Bandung, mereka telah menguasakan lahan-lahan tersebut ke PT Dago Inti Graha.

Pengakuannya tersebut lalu dikuatkan oleh Pengadilan Agama Cimahi berdasarkan surat pernyataan ahli waris.

Melalui putusan bernomor 687/Pdt.P/2013, tertanggal 23 Januari 2014, Pengadilan Agama Kelas I-A Cimahi, memutuskan mereka sah sebagai ahli waris dari George Hendrik Muller.

Warga Dago Elos belakangan menemukan fakta tidak sesuai pengakuan George Hendrik Muller merupakan kerabat dari Ratu Wilhelmina Belanda.

Sejumlah bukti yang diperoleh warga, George Muller hanyalah orang yang ditunjuk majikannya sebagai seorang penyewa lahan, atau erpachter untuk menjadi tenaga administratur di perkebunan Sindangwangi, Preanger ketika itu.

Berangkat dari putusan Pengadilan Agama Cimahi itu, Muller bersaudara mengajukan gugatan ke pengadilan terkait kepemilikan lahan.

Melalui gugatan tersebut, Muller bersaudara akhirnya dimenangkan hingga ke tingkat peninjauan kembali (PK) dan disahkan sebagai pemilik lahan Dago Elos.

Atas dasar itu, warga melaporkan keluarga Muller telah memberikan keterangan palsu, atau tidak benar di depan hakim Pengadilan Agama Cimahi, Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, hingga Mahkamah Agung.

Laporan atas tuduhan sebagai perbuatan jahat terlapor Heri Hermawan Muller, Dodi Rustendi Muller, dan Pipin Sandepi Muller, ditujukan ke Polrestabes Bandung hingga akhirnya diambil-alih Polda Jabar.

Editor

Recent Posts

Pencuri Modus Ganjal ATM di Bogor Ditangkap, 41 Kartu ATM Disita

SATUJABAR, BOGOR--Pelaku pencurian modus ganjal ATM di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ditangkap polisi. Dari tangan…

4 jam ago

Kejuaraan Renang Pelajar se-Jabar 2026 Dibuka Bupati Garut

SATUJABAR, GARUT – Kejuaraan Renang Pelajar se-Jawa Barat Piala Bupati Garut Tahun 2026 resmi berlangsung…

4 jam ago

KTT Asean 2026: Bahas Myanmar & Konflik Batas Negara

SATUJABAR, CEBU – KTT Asean 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong penguatan stabilitas dan…

7 jam ago

Haji 2026: 117.452 Jemaah Diberangkatkan, 20 Wafat

SATUJABAR, MAKKAH — Hingga Jumat, 8 Mei 2026, sebanyak 303 kloter dengan total 117.452 jemaah…

7 jam ago

Edutrip Dorong Pariwisata Indonesia

SATUJABAR, JAKARTA- Edutrip menjadi salah satu jalan untuk mendorong kinerja sektor pariwisata Indonesia. Oleh karena…

8 jam ago

Kejadian Bencana Per 9 Mei 2026 dan Penanganan BNPB

SATUJABAR, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana baru yang terjadi…

8 jam ago

This website uses cookies.