Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan.(Foto:Istimewa).
SATUJABAR, BANDUNG–Polisi masih belum bisa mengungkap misteri kasus kematian satpam Sumarna, yang ditemukan dalam kondisi terborgol, di area Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Polres Purwakrata diback-up Polda Jawa Barat, telah memeriksa 30 orang saksi.
“Terkait penanganan kasus di Purwakarta (kematian satpam Sumarna), tim dari Polda Jabar telah memback-up. Kasus yang ditangani Satreskrim Polres Purwakarta, masih terus dilakukan penyelidikan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, dalam keterangannya, Jum’at (07/07/2026).
Menurut Hendra, proses penyelidikan atas kasus kematian satpam berusia 42 tahun, dalam kondisi terborgol di area Waduk Jatiluhur, masih didalami dengan pemeriksaan saksi-saksi. Saat ini, sudah 30 orang saksi dimintai keterangan oleh penyidik, sejak proses penyelidikan dilakukan untuk mengungkap tabir kematian Sumarna.
“Jadi, masih terus didalami, perlu banyak tambahan saksi-saksi. Saat ini, saksi yanv sudah dimintai keterangan penyidik, sebanyak 30 orang,” kata Hendra.
Hendra mengakui, misteri kematian satpam Sumarna merupakan PR (pekerjaan rumah) Satreskrim Polres Purwakarta, yang telah diback-up tim dari Ditreskrimum Polda Jawa Barat, untuk bisa mengungkapnya. Cepat atau lambat, kasusnya harus bisa terungkap.
“Kami pastikan, penyidik terus bekerja secara profesional untuk bisa memecahkan teka-teki kematian almarhum (satpam Sumarna). Mudah-mudahan penyidik bisa segera mengungkap kasus yang telah menyita perhatian masyarakat luas,” ungkap Hendra.
Sebelumnya, Tim Satreskrim Polres Purwakarta sempat mengulang proses olah TKP (tempat kejadian perkara) atas kematian satpam Sumarna. Penelusuran kemungkinan menelusuri alat bukti lain dilakukan melibatkan bantuan anjing pelacak (K-9), dengan menyisir lokasi kejadian.
Area pos pengamanan yang menjadi lokasi terakhir korban, masih dipasangi garis polisi. Selain pemeriksaan saksi-saksi, polisi juga berusaha menganalisa sejumlah kamera pengawas, CCTV, yang tersebar di sejumlah titik strategis, namun rekamanbya tidak bisa menjangkau hingga lokasi kejadian.
Perum Jasa Tirta (PJT) II sebelumnya mengungkapkan, area Waduk Jatiluhur, telah dilengkapi sebanyak 27 CCTV. Seluruh bukti rekaman CCTV telah diserahkan kepada penyidik untuk membantu proses penyelidikan dalam mengungkap kematian Sumarna, yang diduga telah menjadi mayat, sebelum ditenggelamkan ke area waduk.
SATUJABAR, PELALAWAN - Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bergerak…
SATUJABAR, JAKARTA - Harga Properti Residensial (SHPR) berdasarkan survey Bank Indonesia menunjukkan harga properti residensial…
SATUJABAR, JAKARTA - Cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 tetap terjaga sebesar 145,3 miliar…
SATUJABAR, WAMENA - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menilai Wamena memiliki potensi besar…
JAKARTA – Pahlawan wanita di Indonesia tentu sangatlah banyak di antara sederet nama yang ‘diakui’…
SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Bafat menangkap dua orang penggugah konten hasutan di platform media sosial Threads,…
This website uses cookies.