Berita

Kapolda Jabar Pantau Titik Strategis Jelang Liburan Nataru, Lonjakan Kendaraan Diprediksi Naik 7 Persen

SATUJABAR, BANDUNG–Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan melakukan pemantauan langsung ke titik-titik strategis menjelang liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kapolda memprediksi lonjakan arus kendaraan saat liburan Nataru mengalami kenaikan sekitar tujuh persen dibandingkan tahun lalu.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan mulai berkeliling melakukan pemantauan langsung ke titik-titik strategis di wilayah hukum Polda Jawa Barat, menjelang liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Rudi memprediksi, akan terjadi lonjakan arus kendaraan sekitar tujuh persen, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat saat memasuki libur panjang.

“Ada peningkatan sekitar tujuh persen pada liburan Nataru tahun ini (2025), dibandingkan periode tahun sebelumnya, 2024,” ujar Rudi kepada wartawan, saat meninjau kesiapan pengamanan di Mapolresta Cirebon, Kamis (04/12/2025).

Rudi mengatakan, Polda Jawa Barat telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan intensif, terutama di jalur-jalur rawan kemacetan dan kecelakaan lalu-lintas di wilayah hukum Polda Jawa Barat. Rudi menekankan, pentingnya pengawasan ekstra, karena tren kecelakaan biasanya meningkat saat libur panjang.

“Selain antisipasi masalah kemacetan, kita juga fokus menekan angka kecelakaan lalu-lintas,ndan fatalitas yang bisa terjadi pada saat libur panjang,” kata Rudi.

Rudi mengungkapkan, persoalan lainnya yang tidak kalah penting, adalah potensi gangguan keamanan yang kerap muncul menjelang liburan Nataru. Kejahatan jalanan hingga ancaman terorisme, sudah mulai dan terus dipantau jajarannya.

“Kita juga antisipasi terkait gangguan keamanan, baik kriminalitas jalanan, seperti aksi pencurian konvensional, modus pecah kaca dan gembos ban mobil, hingga ancaman terorisme. Semua kita antisipasi,” ungkap Rudi.

Selain itu, Jawa Barat sebagai daerah rawan bencana alam memasuki musim penghujan, juga menjadi fokus antisipasi. Polda Jabar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), instansi terkait, serta relawan, telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi, sarana dan prasarana, serta mitigasi.

“Penting antisipasi rawan bencana alam. Polda Jabar bersama BPBD, instansi terkait, serta relawan, sudah menyiapkan langkah-langkah,” jelas Rudi..

Situasi jalur perlintasan menjadi perhatian utama Polda Jabar. Beberapa ruas jalan masih dalam tahap perbaikan, dipastikan proses pengerjaan tersebut akan selesai, dan tidak akan menghambat saat memasuki puncak arus liburan Nataru.

Polda Jabar menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan berat, untuk menekan kepadatan di jalan. Kendaraan dengan sumbu tiga ke atas dilarang melintas di jalan tol maupun jalur arteri, sejak 19 Desember 2025 hingga 04 Januari 2026. Pengecualian hanya buat angkutan kebutuhan pokok.

“Kendaraan sumbu tiga sudah tidak diperbolehkan lagi, baik di jalan tol maupun jalur arteri. Pengecualian hanya buat kendaraan pengangkut kebutuhan pokok,” tutup Rudi.

Editor

Recent Posts

Situ Gede Kota Bogor Diserbu Ratusan Orang

SATUJABAR, BOGOR – Situ Gede Kota Bogor menjadi salah satu obyek Gerakan bersih-bersih lingkungan yakni…

1 jam ago

Restoran Sederhana Buka Cabang di Singapura dan Australia

SATUJABAR, JAKARTA – Restoran Sederhana buka cabang di Singapura dan Australia menurut jadwal akan terwujud…

1 jam ago

Mendaki Gunung Dukono dan Gunung Lain Kini Dibatasi, Ini Daftarnya!

SATUJABAR, JAKARTA – Mendaki Gunung Dukono dan gunung lainnya kini dibatasi menyusul insiden meningkatnya aktivitas…

2 jam ago

Mahkota Binokasih Pajajaran dan Bogor

SATUJABAR, BOGOR – Mahkota Binokasih memiliki keterikatan sejarah dengan Bogor sebagai bagian dari peradaban Pajajaran.…

2 jam ago

Korban Hilang Gunung Dukono Terus Dicari

SATUJABAR, JAKARTA – Korban hilang Gunung Dukono di Halmahera masih dalam tahap pencarian Tim Search…

2 jam ago

Harga Emas Sabtu 9/5/2026 Antam Rp 2.839.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 9/5/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…

3 jam ago

This website uses cookies.