Kapolda Jabar, Irjen Pol. Rudi Setiawan.(Foto:Istimewa).
SATUJABAR, BOGOR–Jumlah Korban tewas terjebak di lokasi tambang di kawasan PT Aneka Tambang (Antam), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebanyak sebelas orang. Kesebelas korban warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Bogor, yang diduga sebagai penambang emas ilegal, tewas setelah menghirup gas beracun menyusul insiden munculnya kepulan asap di lokasi tambang.
Korban tewas sebanyak sebelas orang setelah terjebak di lokasi tambang di kawasan PT Aneka Tambang (Antam), Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, disampaikan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan. Jumlah korban tewas yang ditemukan terus bertambah, setelah data terakhir tercatat sebanyak lima orang.
“Korban yang sudah kami selamatkan berjumlah sebelas orang, semua meninggal dunia. Semuanya (jenazah korban) sudah diserahkan kepada keluarganya untuk selanjutnya dilakukan pemakaman,” ujar Rudi kepada wartawan, saat bertemu keluarga korban di Markas Polsek (Mapolsek) Nanggung, Kamis (22/01/2026).
Rudi mengatakan, semua korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, merupakan warga Kabupaten Bogor. Mereka berasal dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Nanggung, Kecamatan Cigudeg, dan Kecamatan Sukajaya.
Rudi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, sekaligus berempati dengan memberikan bantuan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari. Meski korban telah dimakamkan, apabila dibutuhkan untuk proses lebih lanjut tidak menutup kemungkinan bisa dilakukan tindakan otopsi.
“Sementara ini, korban telah dikebumikan oleh keluarganya. Nanti apabila dalam proses-proses lain diperlukan tindakan, itu (otopsi) tentunya akan kami lakukan,” kata Rudi.
Sebelumnya, jumlah korban tewas terjebak di lokasi tambang di kawasan PT Antam, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, sudah lima orang disampaikan pihak kepolisian. Hingga Senin (19/01/2026), tim investigasi gabungan dari PT Antam, pihak kepolisian, dan otoritas terkait, masih melakukan pendataan, pencarian, serta upaya evakuasi terhadap kemungkinan masih terdapat korban lainnya yang terjebak di lokasi tambang.
Menurut Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriyatna, pada Minggu (18/01/2026) dinihari, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi tiga korban tewas terjebak. Disusul dua korban lainnya, ditemukan dan dievakuasi, pada Senin (19/01/2026).
“Jadi, total korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi berjumlah lima orang. Kelima korban sudah teridentifikasi, tiga warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya dan dua warga Desa Malasari, Kecamatan Nanggung,” kata Ucup, dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (19/01/2026).
Kelima korban tewas diduga akibat menghirup gas beracun. Tingginya kadar gas beracun sempat menyulitkan proses evakuasi dilakukan tim gabungan terhadap korban yang terjebak di terowongan lokasi tambang.
Tim gabungan investigasi dan proses evakuasi di area konsesi tambang emas Gunung Pongkor kawasan PT Antam, melibatkan PT Antam, Polres Bogor, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat, serta Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri. Polres Bogor juga telah membangun Posko Siaga Terpadu di Polsek dan Kecamatan, ditujukan bagi siapa saja yang merasa telah kehilangan anggota keluarganya agar segera melaporkannya ke posko.
Sebelumnya, tim investigasi gabungan yang diterjunkan untuk menelusuri penyebab munculnya kepulan asap, menemukan tiga warga terjebak di dalam lubang tambang. Ketiga warga tersebut, ditemukan dan berhasil dievakuasi tim, sudah menjadi mayat.
“Tiga korban yang ditemukan dan berhasil dievakuasi tim dalam kondisi sudah meninggal dunia, merupakan warga. Jadi, bukan pegawai ataupun kontraktor dari PT Antam,” ujar Java Region, CSR, and Sub Division Head PT Antam UBPE Pongkor, Agustinus Toko Susetio, dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (19/01/2026).
Ketiga korban diduga sebagai penambang emas ilegal yang terjebak saat melakukan aktivitas penambangan di area non-operasional, atau di luar operasional PT Antam. Lokasi penambangan, tempat korban terjebak dan ditemukan tewas, seharusnya steril dari aktivitas penambangan.
Ketiga korban ditemukan tewas terjebak, menyusul insiden munculnya kepulan asap dari dalam lubang tambang di kawasan PT Antam. Tim investigasi masih melakukan penelusuran terkait penyebab munculnya kepulan asap tersebut.
Pihak kepolisian dari Polres Bogor mendatangi lokasi tambang PT Antam, untuk memastikan penyebab munculnya kepulan asap, menyusul isu adanya ledakan yang mengakibatkan ratusan orang terjebak. Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, memastikan, dari fakta yang dilaporkan PT Antam, isu terjadi ledakan di lokasi tambang yang mengakibatkan ratusan orang terjebak di dalamnya, tidak benar.
SATUJABAR, BANDUNG--Cuaca cerah hari kedelapan mendukung proses pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua,…
SATUJABAR, SUMEDANG – Investor Kuwait menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Sektor…
SATUJABAR, BANDUNG - Kota Bandung kini memiliki pilihan destinasi hiburan yang berbeda. Blitz Tactical, indoor…
SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mengkaji penataan nama taman-taman kota dengan pendekatan…
SATUJABAR, JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn…
SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan penanganan insiden serangan anjing yang terjadi di…
This website uses cookies.