Berita

Kabar Baik! Kota Bandung Pertahankan Status Bebas Rabies

SATUJABAR, BANDUNG – Kabar baik datang dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang menyatakan status wilayahnya masih bebas rabies.

Keterangan itu dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menyusul munculnya kasus gigitan anjing yang sempat viral di kawasan Warung Muncang dan memicu kekhawatiran masyarakat beberapa waktu lalu.

Gin Gin menjelaskan, setiap laporan gigitan hewan penular rabies (HPR) langsung ditindaklanjuti sesuai standar operasional. Dalam kasus di Warung Muncang, tim DKPP segera melakukan observasi terhadap anjing yang menggigit selama 14 hari, sebagaimana prosedur pemantauan rabies yang berlaku secara nasional.

“Masa observasi 14 hari itu penting untuk memastikan ada atau tidaknya gejala klinis rabies. Selama periode tersebut, kondisi hewan dipantau ketat,” kata Gin Gin, Minggu (15/2/2026),

Hasilnya, anjing tersebut dinyatakan sehat dan tidak menunjukkan indikasi rabies. Dengan demikian, korban gigitan dipastikan tidak terpapar virus rabies dan tidak memerlukan penanganan lanjutan terkait penyakit tersebut.

Meski situasi dinyatakan aman, Pemkot Bandung tetap meningkatkan kewaspadaan. Gin Gin mengatakan, isu penyakit hewan kerap muncul di tengah dinamika sosial masyarakat. Oleh karena itu, respons cepat dan komunikasi terbuka menjadi kunci untuk mencegah kepanikan.

DKPP juga terus mengintensifkan vaksinasi hewan peliharaan, khususnya anjing, kucing dan kera, sebagai langkah pencegahan utama. Vaksinasi rutin dinilai efektif mempertahankan status Kota Bandung sebagai daerah bebas rabies sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dari potensi zoonosis.

Selain itu, koordinasi dilakukan dengan puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan untuk memastikan korban gigitan hewan mendapatkan penanganan awal secara cepat dan tepat. Masyarakat diimbau segera melapor apabila mengalami atau menyaksikan kasus gigitan HPR agar bisa segera ditangani sesuai prosedur.

Gin Gin juga mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. Ia menekankan pentingnya mengedepankan laporan resmi kepada dinas terkait untuk memastikan setiap kasus ditangani secara ilmiah dan terukur.

“Dengan pengawasan berkelanjutan dan partisipasi aktif masyarakat, kami optimistis status bebas rabies di Kota Bandung dapat terus dipertahankan,” ucapnya.

Editor

Recent Posts

Menhub: Mulai 13 Maret 2026, Angkutan Barang Sudah Mulai Dibatasi!

SATUJABAR, JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengemukakan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu…

24 menit ago

Prakiraan Cuaca Imlek 2026: Ada Penguatan Monsun Asia, Ini Kawasan Diduga Terkena Cuaca Ekstrem

SATUJABAR, JAKARTA – Libur panjang Imlek 2026 akan dibayang-bayangi dengan potensi hujan lebat di sejumlah…

30 menit ago

Harga Emas Naik, Saatnya Industri Perhiasan Naik Pamor

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus memperkuat ketahanan dan daya saing industri perhiasan nasional di…

11 jam ago

Wamendag Hadiri Kick Off Friday Mubarak 2026 Aprindo

SATUJABAR, JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti menghadiri Kick Off Ceremony Friday Mubarak…

11 jam ago

“Scenic Love Journey” Rayakan Valentine dengan Special Activity di Kereta Priority & Panoramic

SATUJABAR, JAKARTA - KAI Wisata menghadirkan pengalaman perjalanan yang berbeda dan penuh makna melalui program…

11 jam ago

Erick Thohir: Pemerintah Akan Dampingi Atlet Paralimpik Soal Literasi Keuangan

SATUJABAR, KARANGANYAR - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI) Erick Thohir mengatakan akan menghadirkan pendampingan…

11 jam ago

This website uses cookies.