Berita

Kabar Baik! Enzim Lakase dari Mikroba Lokal Indonesia untuk Skincare Pemutih Alami

SATUJABAR, JAKARTA – Peneliti Pusat Riset Mikrobiologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ade Andriyani, mengungkap potensi enzim lakase sebagai bahan aktif alami untuk produk skincare pencerah kulit. Inovasi ini dipaparkan dalam sesi dialog dan temu bisnis pada acara BRIN Goes to Industry (BGTI) 3 di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Ade menjelaskan bahwa enzim lakase yang dikembangkan berasal dari mikroorganisme asli Indonesia dan memiliki kemampuan oksidasi yang efektif untuk aplikasi kosmetik. Dalam formulasi skincare, enzim ini bekerja dengan mendegradasi melanin—pigmen alami penyebab warna gelap pada kulit—sehingga membantu mengurangi hiperpigmentasi dan mencerahkan kulit secara bertahap.

“Lakase bekerja melalui oksidasi selektif terhadap melanin tanpa merusak jaringan kulit, sehingga lebih aman dibandingkan bahan kimia konvensional,” ujar Ade seperti dikabarkan Humas BRIN.

Ia menambahkan, tren penggunaan bahan berbasis fermentasi mikroba dalam industri skincare global terus meningkat. Selain karena lebih ramah lingkungan, bahan aktif dari mikroba dinilai memiliki risiko lebih rendah untuk penggunaan jangka panjang. Dalam risetnya, enzim lakase diproduksi melalui proses fermentasi sederhana dengan memanfaatkan bahan organik lokal serta mikroba yang memenuhi standar keamanan PRSA (presumed safe).

Hasil pengujian menunjukkan bahwa enzim lakase efektif dalam mendegradasi melanin, baik yang bersifat sintetik maupun yang berasal dari sel kulit. Tim peneliti juga berhasil mengembangkan formulasi yang menjaga stabilitas enzim, mengingat karakter enzim yang rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan.

“Setelah melalui berbagai pengujian, kami melihat penurunan kadar melanin yang signifikan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Ini menjadi dasar kuat untuk pengembangan sebagai bahan aktif skincare,” jelasnya.

 

Tahapan Lisensi

Lebih lanjut, Ade mengungkapkan bahwa inovasi ini telah memasuki tahap pengurusan lisensi dengan mitra industri, termasuk untuk produk turunan berbasis fermentasi lainnya. BRIN juga membuka peluang kolaborasi dengan industri kosmetik untuk melakukan scale-up produksi hingga komersialisasi.

Di sisi lain, ia menyoroti tantangan industri kosmetik nasional yang masih bergantung pada impor bahan baku. Saat ini, sekitar 90 persen bahan baku kosmetik di Indonesia masih berasal dari luar negeri, termasuk mikroba seperti probiotik, ragi, dan jamur yang digunakan dalam formulasi produk. “Padahal Indonesia memiliki biodiversitas yang sangat tinggi, termasuk sumber mikroorganisme yang berpotensi besar untuk dikembangkan,” ucapnya.

Melalui inovasi enzim lakase ini, BRIN berharap dapat mendorong kemandirian bahan baku kosmetik dalam negeri, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya hayati lokal. Selain itu, pengembangan bahan aktif berbasis mikroba ini juga dinilai mampu memperkuat daya saing industri kosmetik nasional di pasar global.

Ke depan, BRIN menargetkan kolaborasi yang lebih luas dengan pelaku industri untuk mempercepat hilirisasi riset dan menghadirkan solusi inovatif, efisien, serta berkelanjutan bagi sektor kosmetik Indonesia. “Saat ini produk kami sedang proses izin lisensi dengan Mitra dan kami terbuka jika ada beberapa dari industri kosmetik yang ingin bekerjasama untuk mengembangkan produk fermentasi dengan menggunakan bahan baku lokal,” pungkasnya.

Editor

Recent Posts

Menteri ESDM: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Hingga Akhir Tahun 2026!

Dari sisi fiskal, pemerintah menilai kebijakan tersebut masih aman untuk dijalankan. Hal itu didukung oleh…

2 jam ago

Hari Jum’at Ini, 360 Petugas Haji Terbang Menuju Arab

Adapun dari sisi usia, jemaah haji Indonesia didominasi kelompok usia 41–64 tahun, dengan jumlah laki-laki…

2 jam ago

Harga Emas Batangan Antam Jum’at 17/4/2026 Rp 2.868.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas batangan Antam Jum’at 17/4/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual…

3 jam ago

Presiden Prabowo Minta Bersih-Bersih Tambang di Kawasan Hutan Dieksekusi Cepat

Menteri ESDM menjelaskan telah menyelesaikan evaluasi terhadap sejumlah IUP yang berada di berbagai kategori kawasan…

5 jam ago

Pengurus Perwosi Kota Cirebon 2026-2030 Dilantik

Perempuan yang sehat akan mampu menjaga dirinya, keluarganya, hingga lingkungan sekitarnya. SATUJABAR, CIREBON - Pelantikan…

5 jam ago

Hajat Bumi Cikeleng: Merawat Warisan Leluhur, Meneguhkan Komitmen Jaga Alam

Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pemakaman Manangga (Astana Desa Cikeleng), Kecamatan Japara, saat masyarakat menggelar tradisi…

5 jam ago

This website uses cookies.