Berita

Judi Online Sebabkan Dua Orang Depresi dan Dirawat di RSD Gunung Jati

Pasien kecanduan judi online biasanya mengalami gejala komplikasi.

SATUJABAR, CIREBON — Unit Pusat pelayanan Terpadu RSD Gunung Jati Cirebon membuka layanan spesialis kejiwaan. Layanan ini ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin berkonsultasi akibat kecanduan judi online.

Di Cirebon judi online (judol) ternyata sudah memakan korban dua orang sampai mengalami depresi. Kedua orang depresi korban judi online itu kini dalam perawatan medis di Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati.

“Kedua pasien korban judi online ini rutin berkonsultasi di Poli Psikologi rumah sakit yang berada di Jalan Kesambi tersebut,” kata Srini Piyanti SPsi, Psikolog Unit Pusat pelayanan Terpadu RSD Gunung Jati Cirebon.

Layanan ini, kata dia, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin berkonsultasi akibat kecanduan judi online. Srini mengungkapkan, bahwa hingga saat ini, suda ada dua pasien depresi korban judi online di Cirebon yang ditangani olehnya.

“Untuk sementara pasien yang datang masih dari wilayah Cirebon,” kata Srini Piyanti.

Yanti – sapaan karib Srini Piyanti – mengungkapkan bahwa pasien kecanduan judi online yang sedang dia tangani datang dengan kondisi depresi. Kata dia, pasien mengalami tekanan kejiwaan lantaran sudah kehilangan banyak aset akibat terperangkan permainan judi online.

Tidak hanya aset berupa harta. Bahkan, menurut Yanti, ada pasien yang nyaris bercerai karena pasangannya sudah tidak tahan. “Bahkan ada yang terancam bercerai, karena pasangannya sudah tidak tahan lagi,” imbuhnya..

Yanti menambahkan, pasien kecanduan judi online biasanya mengalami gejala komplikasi. Antara lain gangguan kecemasan (anxiety). Kecemasan berlebih ini, biasanya akan menyerang ketika ketika tidak bermain judi online dalam kurun waktu tertentu.

“Jika dibiarkan, dampaknya dia bisa terjebak pada masalah yang lebih kompleks. Masyarakat yang terlanjur kecanduan dan terjerat judi online, agar segera berkonsultasi,” ujarnya.

Menurutnya, konsultasi dengan praktisi kesehatan jiwa seperti psikolog dan psikiater, sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih fatal. Hal itu, kata dia, sangat dianjurkan agar pasien yang kecanduan judi online dapat penanganan yang tepat.

Dia menjelaskan, ada terapi yang bisa dijalani oleh pasien depresi akibat judi online alias judol, yakni melalui treatmen terapi kognitif.

Terapi kognitif ini, lanjutnya, akan merangsang pasien untuk mengubah pola pikir serta perilaku tidak sehat yang selama ini mereka jalani. Pasien juga akan didorong untuk membangun strategi agar memiliki kemampuan untuk menghindari keinginan bermain judi online.

“Selain itu, pasien juga harus membangun perilaku baru yang lebih adaptif dan bermanfaat. Seperti olahraga, bersosialisasi dan melakukan hobi yang disukai, selagi bermanfaat,” tandas Yanti. (yul)

Editor

Recent Posts

Mahkamah Agung Lantik Destry Sebagai Gubernur Bank Indonesia

JAKARTA - Mahkamah Agung melantik Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia pada Rabu 2 Agustus…

7 jam ago

Cemburu, Pria di Cianjur Bunuh Istri Siri di Lokasi Peternakan Ayam

SATUJABAR, CIANJUR--Cemburu buta membuat seorang pria di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, gelap mata hingga tega…

9 jam ago

China Masters 2026: Sabar/Reza Masuk Babak 16 Besar

SHENZHEN — China Masters 2026 atau LI-NING China Masters 2026 berlangsung mulai 1 hingga 6…

9 jam ago

Sebanyak 80,6 Persen Penduduk Indonesia Sudah Online

Sebanyak 80,6 persen penduduk Indonesia sudah online, ungkap Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria.…

10 jam ago

Pembunuh Perempuan Terbungkus Kardus Asal Palembang, Dihabisi Di Rumah Kontrakan

SATUJABAR, BANDUNG--Polrestabes Bandung, Jawa Barat, berhasil mengungkap kasus penemuan mayat perempuan terbungkus kardus tergeletak di…

10 jam ago

Harga BBM Pertamina Per 2 September 2026 Area Jawa Barat

SATUJABAR, BANDUNG – Harga BBM atau bahan bakar minyak Pertamina area Jawa Barat per Rabu…

10 jam ago

This website uses cookies.