Berita

Jembatan Gantung Bobojong Cianjur Putus, 4 Siswa SMP Jatuh ke Sungai

Diduga, putusnya jembatan gantung itu karena sling atau kawat baja usang.

SATUJABAR, CIANJUR — Jembatan gantung Bobojong penghubung empat desa kampung di Kampung Sukaresmi, Desa Girimukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur putus. Diduga, putusnya jembatan gantung itu karena sling atau kawat baja usang.

Diketahui jembatan penghubung antar Desa Cikondang, Susukan, Girimukti dan Cikobor tersebut putus pada Kamis (9/1/2025). Bahkan saat kejadian empat pelajar SMP sempat terjatuh ke aliran Sungai Cikondang, sedangkan yang lainya terganggung.

Beruntung keempat pelajar tersebut tidak mengalami cedera parah. Namun, hanya mengalami lecet di beberapa bagian tubuhnya saja.

Tak hanya itu, putusnya jembatan gantung tersebut memaksa Syarif Hidayat guru asal Kampung Panyandungan Desa Girimukti harus melintasi arus Sungai Cikondang demi mengajar murid-muridnya di SDN Margalaksana yang berada di Kampung Bolang.

Syarif yang sudah berprofesi sebagia guru selama puluhan tahun, terpaksa harus menyebrangi aliran Sungai Cikondang selebar 35 meter untuk pertama kalinya. Sebab, jika menggunakan jalur akses lain, guru yang sudah berusia sekitar 57 tahun itu harus berjalan kaki sejauh 3 kilometer, dengan waktu tempuh hampir selama 2 jam lebih.

Sebelum turun untuk menyebrangi aliran Sungai Cikondang itu, dia harus membuka alas kakinya agar tak basah, atau terbawa arus. Celana hitam yang dikenakannya pun ia singsingkan.

Langkah demi langkah harus dia pastikan agar tak masuk sungai yang lebih dalam, juga arus yang kencang Syarif harus menyusuri bibir Sungai Cikondang.

Namun sudah hati-hati dalam mengambil langkah yang dia ambil, di tengah-tengah Sungai Cikondang, celana yang dia kenakan hingga baju untuk mengajar muridnya itu basah.

Setelah hampir selama beberapa belas menit menerjang aliran Sungai Cikodang, Syarif pun terpaksa harus memanjat bibir sungai untuk melanjutkan jalan kaki yang biasa dirinya lintasi dengan celana, dan baju setengah badan basah kunyup.

“Menyebrangi Sungai ini baru hari ini, karena jembatanya putus sejak Kamis (9/1/2025) sore kemarin. Jadi terpaksa harus menyebrangi sungai, walau pun takut gimana lagi,” ucap Syarif pada wartawan.

Syarif mengungkapkan, ada akses jalan lainya yang dapat dilintasi untuk sampai di sekolah tempat dia mengajar para murid-muridnya. Namun, jaraknya lebih jauh. (yul)

Editor

Recent Posts

Timur Tengah Memanas, Jajaran Kemlu Eratkan Komunikasi Dengan WNI

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI)…

11 jam ago

Minta Maaf, Menag: Zakat Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait zakat yang…

11 jam ago

Kemenhaj Imbau Warga Tunda Umrah, Persiapan Haji Tetap Jalan

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang semakin dinamis…

11 jam ago

Kayu Raru Kandidat Herbal Antidiabetes, Ungkap BRIN

SATUJABAR, JAKARTA - Diabetes masih menjadi tantangan kesehatan global, termasuk di Indonesia. Hampir setengah miliar…

12 jam ago

Bupati Bogor Apresiasi Event ‘Dash Run’

SATUJABAR, CIBINONG - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengapresiasi atas semangat luar biasa yang ditunjukkan anak-anak…

12 jam ago

Mantap! Daya Saing Kabupaten Sumedang Peringkat Satu di Jawa Barat, Peringkat Lima Nasional

SATUJABAR, SUMEDANG - Kabupaten Sumedang menempati peringkat pertama di Provinsi Jawa Barat dan peringkat kelima…

12 jam ago

This website uses cookies.