Tentara Hizbullah. (foto: istimewa)
Gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon mulai berlaku pada Rabu pagi setelah kedua pihak menyetujui perjanjian yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) dan Prancis. Selama 60 hari ke depan, Hizbullah akan menarik milisi dan persenjataannya dari kawasan yang terletak di antara Garis Biru, perbatasan tidak resmi antara Israel dan Lebanon dan memindahkannya ke wilayah utara Sungai Litani.
Sementara itu, pasukan Lebanon akan menggantikan milisi Hizbullah di selatan, bertugas untuk memastikan bahwa infrastruktur dan senjata yang ditinggalkan oleh kelompok tersebut tidak dapat digunakan lagi.
Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah mencakup penarikan bertahap pasukan Zionis dari Lebanon selatan dalam kurun waktu 60 hari. Perjanjian yang difasilitasi oleh Amerika Serikat dan Prancis ini bertujuan untuk mengakhiri konfrontasi yang semakin memanas antara kedua belah pihak dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam kesepakatan tersebut, Israel akan menarik pasukannya dari wilayah selatan Lebanon, sementara tentara Lebanon akan ditempatkan bersama pasukan penjaga perdamaian UNIFIL PBB di sepanjang perbatasan. (nza)
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai metode medis untuk mendapatkan gambaran kondisi satwa secara komprehensif.…
Pemerintah memperkuat kebijakan DMO dan Domestic Price Obligation (DPO) sebagai respons atas gejolak harga dan…
SATUJABAR, PADANG – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meninjau Klenteng See Hin Kiong di Kota…
Kondisi retail di pusat kota saat ini masih jauh dari optimal. Dari total potensi yang…
SATUJABAR, CIMAHI--Polres Cimahi, Jawa Barat, berhasil menggulung puluhan anggota geng motor yang terlibat dalam aksi…
Kementerian Kelautan dan Perikanan bergerak cepat menindaklanjuti isu penjualan Pulau Umang serta tidak memberikan ruang…
This website uses cookies.