Berita

Indeks Ketimpangan Gender Jawa Barat Turun Signifikan, Kesetaraan Gender Meningkat

BANDUNG – Kesetaraan gender di Provinsi Jawa Barat menunjukkan kemajuan yang signifikan pada tahun 2024. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Jawa Barat tercatat sebesar 0,458, turun 0,024 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 0,482. Penurunan ini menjadi yang terbesar selama periode lima tahun terakhir, yakni 2020 hingga 2024.

Penurunan tersebut menandai tren positif yang konsisten sejak tahun 2019. Dalam lima tahun terakhir, IKG Jawa Barat telah berkurang secara kumulatif sebesar 0,046 poin, dengan rata-rata penurunan tahunan sebesar 0,009 poin. Angka ini mengindikasikan bahwa upaya pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong kesetaraan gender mulai menunjukkan hasil nyata.

Menurut laporan yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), penurunan IKG tahun 2024 dipengaruhi oleh perbaikan di dua dimensi utama, yakni kesehatan reproduksi dan partisipasi perempuan dalam pasar tenaga kerja.

Pada dimensi kesehatan reproduksi, terjadi penurunan signifikan pada dua indikator kunci. Proporsi perempuan usia 15–49 tahun yang melahirkan hidup di luar fasilitas kesehatan menurun sebesar 0,035 poin, sementara proporsi perempuan yang melahirkan anak pertama pada usia di bawah 20 tahun turun 0,014 poin. Perbaikan ini mencerminkan meningkatnya akses perempuan terhadap layanan kesehatan dan peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan reproduksi.

Sementara itu, pada dimensi ketenagakerjaan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan mengalami kenaikan yang cukup tajam, dari 47,98 persen pada tahun 2023 menjadi 50,59 persen pada tahun 2024. Peningkatan ini menjadi indikator penting bahwa perempuan Jawa Barat semakin aktif mengambil peran dalam kegiatan ekonomi dan produktif di luar rumah.

Secara keseluruhan, capaian ini menegaskan bahwa kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan, seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, semakin menyempit di Jawa Barat. Pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus memperkuat program-program pemberdayaan perempuan agar tren positif ini berlanjut di tahun-tahun mendatang.

Editor

Recent Posts

RSHS Kerahkan 40 Dokter Tangani Korban Penyekapan dan Penganiayaan Taufik Hidayat

SATUJABAR, BANDUNG--Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, mengerahkan 40 dokter dalam tim medis untuk memangani…

3 jam ago

Kejati Jabar Tunjuk 9 Jaksa Tanganin Kasus Penganiayaan Taufik Hidayat

SATUJABAR, BANDUNG--Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat telah menunjuk sembilan jaksa untuk menangani perkembangan penyidikan kasus…

4 jam ago

Harga Emas Minggu 28/6/2026 Antam Rp 2.660.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Minggu 28/6/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…

5 jam ago

Jalan Tol Prosiwangi Pacu Ekonomi, Serap Tenaga Kerja Lokal

SATUJABAR, JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai market leader industri jalan tol di…

6 jam ago

Etanol Topang E20, Pemerintah Butuh 4 Juta Kiloliter

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memetakan kebutuhan Bahan Bakar Minyak…

6 jam ago

Hari Jadi Bogor ke-544, Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah di Jalan Jenderal Sudirman

SATUJABAR, BOGOR - Ribuan masyarakat tumpah ruah di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, untuk…

6 jam ago

This website uses cookies.