Tutur

Hari Jadi Bogor ke-544, Museum Pajajaran Siap Dikunjungi

SATUJABAR, BOGOR – Hari Jadi Bogor ke-544, Museum Pajajaran mulai diaktivasi. Aktivasi dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin; Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi; pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Forkopimda, serta para mitra strategis, Rabu (3/6/2026).

Dedie Rachim menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Kementerian Kebudayaan, Disparbud Provinsi Jawa Barat, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang telah mendukung aktivasi Museum Pajajaran.

“Terima kasih kepada seluruh pendukung, terutama yang sudah menghibahkan, meminjamkan, dan memberikan koleksi artefak maupun benda-benda yang berkaitan dengan Kerajaan Pajajaran,” ungkapnya seperti dikabarkan Humas Pemkot Bogor.

BACA JUGA: Hari Jadi Bogor ke-544: Bayi Dapat Akta Kelahiran Langsung dari Wali Kota

SIMAK JUGA: Cara Meraih Financial Freedom

Dalam proses aktivasi ini, Museum Pajajaran memiliki sejumlah koleksi yang berasal dari sumbangan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.

Sebanyak 33 benda koleksi milik Fadli Zon diberikan untuk Museum Pajajaran. Selain itu, terdapat 37 benda pusaka lainnya yang diberikan oleh berbagai pihak, serta storyline kesejarahan hasil kerja sama dengan Universitas Padjadjaran.

“Total sekitar 80an koleksi, ditambah materi display perjalanan sejarah dan storyline yang dikerjasamakan dengan Universitas Padjadjaran. Ada pusaka, alat musik, juga buku History of Pasundan, buku langka dari Pak Fadli Zon yang terbit pada tahun 1811,” ujarnya.

Kepala Disparbud Kota Bogor, Firdaus, mengatakan bahwa setelah proses aktivasi ini, koleksi Museum Pajajaran akan terus ditambah. Sambil proses tersebut berjalan, museum akan dibuka untuk umum satu kali dalam sepekan.

Hal ini dilakukan sembari melanjutkan penambahan koleksi, melihat animo masyarakat, serta melengkapi berbagai kebutuhan museum.

“Jadi setelah aktivasi ini, sambil melihat animo masyarakat, kami juga terus melakukan tata kelola museum untuk memperbanyak koleksi serta menjaga dan meningkatkan keamanan sebagai bagian dari upaya pelestarian. Sehingga museum ini akan semakin kaya akan nilai sejarah,” ujarnya.

Penataan dan pengembangan Museum Pajajaran diawali dengan pelestarian Prasasti Batutulis melalui revitalisasi cungkup yang dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan.

Selanjutnya, ruang pamer, tata pamer, dan interior mulai tersedia bersamaan dengan pameran yang beberapa waktu lalu digelar oleh Kementerian Kebudayaan.

Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga melakukan berbagai perbaikan aksesibilitas, baik di luar maupun di area halaman museum.

Editor

Recent Posts

China Open 2026: Febri/Trias Gagal ke 16 Besar

SATUJABAR, CHANGZHOU – China Open 2026 digelar pada 21 hingga 26 Juli 2026. Turnamen papan…

5 jam ago

Global Face Wardah Amna Al Qubaisi Tembus Daftar TIME100 Sports 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pembalap profesional asal Uni Emirat Arab sekaligus Global Face Wardah, Amna Al…

5 jam ago

China Open 2026: Biking Tegang! Jojo Lolos ke 16 Besar

SATUJABAR, CHANGZHOU – China Open 2026 digelar pada 21 hingga 26 Juli 2026. Turnamen papan…

8 jam ago

Bank Indonesia: BI-Rate 5,75%, Tetap!

SATUJABAR, JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Juli 2026 memutuskan untuk…

9 jam ago

Kapolrestabes Bandung: Zona Rawan Begal Kota Bandung di Media Sosial Hoaks, Masyarakat Jangan Resah!

SATUJABAR, BANDUNG--Kasus begal di Kota Bandung, Jawa Barat, yang menjadi perhatian serius aparat kepolisian, memunculkan…

9 jam ago

China Open 2026: Lolos ke 16 Besar, Fajar/Fikri Main Tiga Set

SATUJABAR, CHANGZHOU – China Open 2026 digelar pada 21 hingga 26 Juli 2026. Turnamen papan…

10 jam ago

This website uses cookies.