Salah satu menu makanan jamaah haji yang bervariasi setiap waktu.(Foto: Dok. Kemenhaj)
SATUJABAR, MAKKAG – Haji 2026 sedang menuju puncak ibadah haji. Sebanyak 3 juta paket makanan siap santap telah disiapkan untuk menyambut puncak ibadah haji di Arafah, Murzdalifah, dan Mina (Armuzna), ungkap Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji (PEEHU) Kemenhaj RI, Jaenal Effendi, menyatakan bahwa total kebutuhan konsumsi siap santap untuk seluruh jemaah haji Indonesia selama fase krusial tersebut telah dihitung secara presisi.
“Total RTE yang kita butuhkan untuk fase Armuzna, totalnya sekitar 3.082.200 paket. Ini kita bagi dalam dua kategori besar,” ujar Jaenal Effendi saat memberikan keterangan kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Selasa (19/5/2026) melalui keterangan resminya.
Jaenal merinci, kategori pertama ditujukan untuk kebutuhan hari-hari utama Armuzna, yakni pada 8 hingga 12 Dzulhijjah, dengan volume mencapai 1.849.680 paket. Pengadaan ini melibatkan kerja sama antara syarikah Arab Saudi dengan PT Halalan Thayyiban dan Family Food.
Sementara itu, kategori kedua disiapkan sebanyak 1.232.520 paket untuk memenuhi kebutuhan jemaah pada tanggal 7, 8, dan 13 Zulhijah. Paket pada fase ini diproduksi langsung oleh industri makanan asal Indonesia yang bermitra dengan perusahaan lokal di Arab Saudi.
BACA JUGA: Polda Jabar Bongkar Penjualan Titik Dapur SPPG Bodong, Kerugian Korban Rp.1,9 M
Langkah percepatan produksi dan penyediaan makanan ini, menurut Jaenal, merupakan bagian dari strategi mitigasi pemerintah dalam mengantisipasi ketidakpastian rantai pasok global akibat situasi geopolitik saat ini.
“Kemarin karena adanya geopolitik dan kenaikan bahan baku, kami memastikan pelaksanaan Armuzna mulai tanggal 7 sampai 13 tetap aman. Alhamdulillah sebagian besar sudah ada di dapur dan akan didistribusikan ke hotel-hotel tempat para jemaah tinggal,” tegas Jaenal.
Menjawab tantangan kejenuhan selera makan jemaah di Tanah Suci, Kemenhaj mendesain menu RTE ini agar tetap akrab dengan lidah jemaah. Variasi menu yang dihadirkan antara lain gulai ayam wortel kentang, semur ayam kacang merah, rendang daging kacang merah, kare ayam kentang, nasi basmati putih, hingga nasi uduk.
“Nah, ini memang kita sesuaikan dengan cita rasa Indonesia. Ini sudah bisa langsung dibuka dan dimakan. Tidak perlu dipanaskan atau perlakuan lain,” imbuhnya.
Dari aspek keamanan pangan, Jaenal menjamin bahwa paket makanan RTE ini memiliki daya tahan hingga 18 bulan. Ia juga meminta seluruh petugas di lapangan untuk aktif memberikan edukasi terkait cara konsumsi yang praktis ini kepada jemaah.
“Kemarin juga sudah kita uji lagi di laboratorium dan masih sangat layak untuk dikonsumsi. Mudah-mudahan jemaah bisa nyaman beribadah dan fokus karena kebutuhan makan selama Armuzna tercukupi,” pungkas Jaenal.
Pembayaran dam di Tanah Suci sebanyak 80.000 sedangkan di Tanah Air sebanyak 20.000. SATUJABAR, MAKKAH…
SATUJABAR, JAKARTA – Kendaraan masuk Jabotabek sebanyak 332.357 kendaraan pada periode H+2 sampai dengan H+3…
Ekspor kosmetik mengalami kenaikan dari USD417 juta pada tahun 2024 menjadi USD473,8 juta pada tahun…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Rabu 20/5/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…
Warga Garut terlantar itu adalah Wahyu Gunawan yang berasal dari Desa Leuwigoong, dan kini telah…
SATUJABAR, BANDUNG - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung tancap gas mendorong pelaku UMKM naik kelas…
This website uses cookies.