Berita

Guru Besar Unpad Sebut Hanya Bentangkan ‘Karpet Merah’ Paslon Dedi-Erwan

Diharapkan, tiga paslon lain bisa memanfaatkan debat publik untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas sehingga bisa mengejar Dedi Mulyadi.

SATUJABAR, BANDUNG — Masa kampanye pemilihan gubernur (pilgub) Jabar 2024, kurang optimal dimanfaatkan pasangan calon. Terlihat, tidak ada terobosan kreatif dalam kampanye yang dilakukan calon gubernur maupun wakil gubernur. Kondisi ini pun dinilai hanya menguntungkan Dedi Mulyadi – Erwan Setiawan.

Seperti diketahui, paslon nomor 4 Dedi-Erwan, sudah memiliki posisi elektabilitas dan popularitas yang stabil. Bahkan, angkanya jauh melebihi margin demokratik untuk empat paslon dalam pemilihan gubernur Jabar.

“Saya lihat, tidak ada terobosan kreatif kampanye dari para paslon di Pilgub Jabar. Tentu ini sangat menguntungkan paslon Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan yang menurut survei suaranya sangat tinggi,” tutur Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Padjajaran Prof Muradi, Rabu (10/2024).

Diktakan Muradi, memasuki pekan keempat masa kampanye, terlihat belum ada model dan bentuk kampanye kreatif yang dilakukan tiga paslon pesaing Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan.

Kata dia, model, pola, dan bentuk kampenye tiga paslon pesaing Dedi – Erwan masih biasa-biasa saja. “Konvensional. Ini sih seperti menyediakan karpet merah buat paslon Dedi Mulyadi – Erwan Setiawan,” ucapnya.

Paslon Dedi-Erwan yang didukung koalisi besar partai seperti Gerindra, Golkar, PAN dan Demokrat, seperti hanya menjaga ritme sampai hari H pencoblosan 27 November 2024. Jika tidak ada terobosan kreatif paslon lain, sepanjang tidak ada peristiwa luar biasa atau tsunami politik pada Dedi Mulyadi – Erwan Setiawan, tegas Muradi, maka kemenangan hanya soal waktu.

Dia mengaku, menginginkan Pilgub Jabar 2024 ini kompetitif. Sehingga, nuansa demokratiknya terasa kental. Para paslon bersaing ketat berebut suara warga Jabar.

Namun yang terjadi, ternyata berbeda. Paslon Dedi- Erwan, terutama pada figur mantan bupati Purwakarta itu, mengalami keberlimpahan sumber daya politik. Di sisi lain, tidak ada pergerakan masif dan terstruktur dari paslon lainnya.

Sementara, Dedi Mulyadi yang memiliki keberlimpahan politik, justru terus melakukan berbagai serangkaian tindakan yang secara politik sangat menguntungkannya.

“Harapannya Pilgub Jabar ramai, ada persaingan ketat dan sehat. Namun, tidak seperti harapan. Ahmad Syaikhu yang disebut pesaing Dedi Mulyadi, seperti kehabisan energi, begitu juga paslon lainnya,” tutur Muradi.

Muradi berharap ada kejutan pada momen debat para paslon.Tiga paslon lain, bisa memanfaatkan debat publik untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas sehingga bisa mengejar Dedi Mulyadi. (yul)

Editor

Recent Posts

Harga Minyak Mentah Indonesia Desember 2025 Tertekan, Ini Sebabnya…

SATUJABAR, JAKARTA - Rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) bulan Desember 2025 ditetapkan pada…

46 menit ago

77 Tunawisma Dijaring Dari Operasi Penjangkauan Oleh Pemkot Bandung

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melaksanakan operasi penjangkauan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS)…

52 menit ago

Isra Mi’raj 2026: Saatnya Mengunjungi Galeri Rasulullah di Masjid Raya Al Jabbar Kota Bandung

SATUJABAR, BANDUNG - Ingin mengetahui perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dengan cara yang mengasyikan? Sepertinya…

57 menit ago

Pesan Ketum KONI Kepada PTMSI: Persatuan Adalah Kunci Kemenangan

SATUJABAR, JAKARTA - Ketum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman…

1 jam ago

India Open 2026: Jonatan Christie vs Loh Kean Yew di Semifinal

SATUJABAR, NEW DELHI – Wakil tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie akan menghadapi Loh Kean Yew…

1 jam ago

Momentum HPN, PWI Indramayu Gandeng Polri dan Wong Dermayu Masifkan Ketahanan Pangan

SATUJABAR, INDRAMAYU - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indramayu memanfaatkan momentum Hari Pers Nasional (HPN)…

13 jam ago

This website uses cookies.