Upacara penghormatan berlangsung khidmat di Bandara Internasional Rafik Hariri, Beirut, dihadiri oleh Kepala Misi sekaligus Komandan Pasukan UNIFIL Mayor Jenderal Diodato Abagnara, Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon Imran Riza, Brigadir Jenderal Insinyur Firas Tarchichi yang mewakili Menteri Pertahanan Nasional Lebanon dan Komandan Angkatan Bersenjata Lebanon, Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Dicky Komar, serta perwakilan Kontingen Indonesia di UNIFIL.(Foto: UNIFIL)
SATUJABAR, BANDUNG – Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menggelar upacara penghormatan untuk mengenang tiga penjaga perdamaian asal Indonesia yang gugur saat menjalankan tugas, yakni Mayor Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Farizal Rhomadon.
Upacara yang berlangsung khidmat di Bandara Internasional Rafik Hariri, Beirut, dihadiri oleh Kepala Misi sekaligus Komandan Pasukan UNIFIL Mayor Jenderal Diodato Abagnara, Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon Imran Riza, Brigadir Jenderal Insinyur Firas Tarchichi yang mewakili Menteri Pertahanan Nasional Lebanon dan Komandan Angkatan Bersenjata Lebanon, Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Dicky Komar, serta perwakilan Kontingen Indonesia di UNIFIL.
Ketiga prajurit tersebut dianugerahi medali kehormatan dari PBB dan Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) secara anumerta sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam menjalankan misi perdamaian di Lebanon selatan.
Dalam sambutannya, Mayor Jenderal Abagnara menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban, orang-orang terdekat, serta Tentara Nasional Indonesia. Ia juga memuji pengabdian para prajurit yang gugur. “Mereka datang jauh dari tanah air dengan satu tujuan—untuk menjaga perdamaian. Mereka melakukannya dengan keberanian, kehormatan, hingga akhir hayat,” ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun duka yang dirasakan keluarga tidak dapat terhapus, jasa para prajurit tidak akan dilupakan dan akan selalu menjadi bagian dari misi UNIFIL.
Kopral Farizal Rhomadon (28) gugur pada Minggu, 29 Maret 2026, akibat ledakan proyektil di pos UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr. Dalam insiden tersebut, satu penjaga perdamaian lainnya mengalami luka kritis.
Sementara itu, dalam insiden terpisah pada Senin, 30 Maret 2026, Mayor Zulmi Aditya Iskandar (33) dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan (26) meninggal dunia setelah kendaraan mereka hancur akibat ledakan di pinggir jalan di dekat Bani Hayyan. Satu prajurit lainnya mengalami luka berat, dan satu lainnya turut terluka.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengecam keras peristiwa yang merenggut nyawa ketiga penjaga perdamaian tersebut. Ia mendesak semua pihak untuk mematuhi kewajiban berdasarkan hukum internasional serta menjamin keselamatan dan keamanan personel serta aset PBB setiap saat. Guterres juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh personel yang bertugas dalam misi UNIFIL.
Dewan Keamanan PBB, dalam pernyataan yang dirilis sehari sebelumnya, turut mengecam insiden tersebut serta menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada keluarga korban dan pemerintah Indonesia. Dewan juga menegaskan kembali dukungan penuh terhadap UNIFIL dan mendesak semua pihak untuk menjamin keselamatan personel dan fasilitas UNIFIL serta kebebasan bergerak misi tersebut.
Sumber: UNIFIL
SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menjalin sinergi mencegah praktik haji illegal menjelang…
SATUJABAR, JAKARTA - PSSI memastikan seluruh proses naturalisasi pemain keturunan sah dan sesuai dengan peraturan…
SATUJABAR, BANJAR--Abdul Aris, 42 tahun, dilaporkan hilang setelah sopir truk towing yang dikemudikannya terjun ke…
SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya tiga personel…
SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong penguatan perfilman nasional melalui pemanfaatan…
SATUJABAR, JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) menerima audiensi Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia…
This website uses cookies.