Viral chatingan mesum oknum guru SMP di Kota Cirebon. (Dok. Isitmewa)
Disdik Kota Cirebon akan menindakklanjut perkara itu dan akan ada sanksi kepada pelaku.
SATUJABAR, CIREBON — Dinas Pendidikan Kota Cirebon bergerak cepat merespon viralnya postingan tentang dugaan adanya chat bernada mesum. Chat itu dikirimkan oleh oknum guru kepada siswinya sendiri yang duduk di kelas tujuh salah satu SMP di Kota Cirebon.
“Kami hari ini sudah melakukan mediasi, pembicaraan dengan keluarga (korban),” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kadini, saat ditemui di salah satu SMP di Kota Cirebon, yang menjadi tempat bekerja oknum guru tersebut.
Mediasi itu dihadiri oleh terduga pelaku, pihak sekolah dan pihak keluarga korban. Dalam mediasi itu, hadir perempuan berinisial AN, yang merupakan bibi dari korban. AN pulalah yang memposting chat bernada mesum yang dikirimkan oleh oknum guru berinisial ATM itu kepada keponakannya, di Facebook.
Kadini mengatakan, dalam mediasi itu, pihak keluarga korban memutuskan untuk belum melaporkan oknum guru tersebut ke kepolisian. Menurutnya, pihak keluarga saat ini masih menyerahkan kasus tersebut ke Dinas Pendidikan.
“Pihak keluarga sepakat saat ini, saat ini ya, belum melaporkan ke pihak berwenang, ke kepolisian,” ucap Kadini.
Kadini mengungkapkan, pihaknya pun akan menindaklanjuti kasus itu dan memproses bentuk hukuman disiplin kepada terduga pelaku. Dia juga akan tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam menangani kasus tersebut.
Kadini menyatakan, perkara itu jadi perhatian serius Pemkot Cirebon. Dia pun akan melaporkannya kepada Wali Kota Cirebon, Effendi Edo.
Sementara itu, mengenai sanksi yang dijatuhkan kepada oknum guru tersebut, Kadini memastikan, akan menindakklanjut perkara itu dan akan ada sanksi kepada pelaku. Namun, dia belum dapat mengatakan jenis sanksi yang akan dijatuhkan kepada oknum guru tersebut.
“Ya nanti, Disdik akan menindaklanjuti sambil koordinasi dengan kepolisian,” ucapnya.
Isi Chat Mesum
Sementara itu, beredar isi chat yang diduga bernada mesum dari oknum guru itu ditampilkan lewat potongan layar dalam postingan tersebut. Terdapat dua potongan layar smartphone dalam postingan tersebut yang menunjukan isi chat oknum guru itu kepada korban.
“Maafin bpk ya. Bpk udah peluk. Barangkali …. marah sama bpk,” tulis oknum guru itu dalam chat yang dikirimkan kepada korban.
Dalam chat itu, oknum guru itupun meminta agar siswinya tersebut tidak menceritakan dugaan perbuatannya kepada orang lain.
“jngn cerita2 ke yang lain ya? hapusin chat nya ya,” tulis oknum guru itu lagi.
Pada potongan layar lainnya, oknum guru tersebut mengajak siswinya itu untuk mampir.
“kesini dulu yah. mampir,” tulis oknum guru itu.
Oknum guru itupun melanjutkan chat-nya yang diduga mengarah pada tindakan asusila.
“boleh pegang ga?” tulis oknum guru.
“Mksd bapa pegang apa?,” jawab siswi tersebut.
“apa aja,” jawab oknum guru itu.
Postingan di media sosial Facebook itupun langsung viral dan mendapat tanggapan dari para netizen. Tak sedikit di antara mereka yang mendesak agar kasus itu dibawa ke ranah hukum. (yul)
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai metode medis untuk mendapatkan gambaran kondisi satwa secara komprehensif.…
Pemerintah memperkuat kebijakan DMO dan Domestic Price Obligation (DPO) sebagai respons atas gejolak harga dan…
SATUJABAR, PADANG – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meninjau Klenteng See Hin Kiong di Kota…
Kondisi retail di pusat kota saat ini masih jauh dari optimal. Dari total potensi yang…
SATUJABAR, CIMAHI--Polres Cimahi, Jawa Barat, berhasil menggulung puluhan anggota geng motor yang terlibat dalam aksi…
Kementerian Kelautan dan Perikanan bergerak cepat menindaklanjuti isu penjualan Pulau Umang serta tidak memberikan ruang…
This website uses cookies.