Pasangan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma dan Amallia Cahaya Pratiwi di China Masters 2024.(FOTO: Humas PBSI)
BANDUNG – Pasangan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma dan Amallia Cahaya Pratiwi (8), harus mengakui keunggulan Nami Matsuyama/Chiharu Shida dari Jepang dengan skor 12-21, 18-21 dalam pertandingan perempat final turnamen China Masters 2024, Super 750 di Shenzhen, China, Jum’at 22 November 2024.
Febriana Dwipuji Kusuma mengungkapkan bahwa di gim pertama mereka kesulitan menghadapi tekanan dari lawan.
“Di gim pertama kami berusaha keluar dari tekanan lawan tapi tidak berhasil karena pengembalian kami sudah diantisipasi. Kemana saja kami membuang bola, mereka sudah siap. Akurasi kami juga kurang baik,” kata Febriana.
Meskipun begitu, dia berharap bisa memberikan yang terbaik di World Tour Finals yang akan datang. “Kami berharap bisa memberikan yang terbaik dan hasil yang maksimal di World Tour Finals nanti. Setelah pulang dari sini kami akan persiapan lagi. Lawan adalah top 8, sudah pasti berat tapi kami harus siap,” tambahnya dikutip situs PBSI.
Amallia Cahaya Pratiwi mengungkapkan bahwa di gim kedua, mereka mencoba mengubah pola permainan, meskipun belum sepenuhnya berhasil.
“Di gim kedua kami sudah mengubah pola dan itu cukup berhasil, hanya kami masih mudah hilang fokus. Kurang konsisten,” ujar Amallia.
Dia juga menyoroti masih banyaknya hal yang harus diperbaiki, terutama dalam hal daya tahan dan akurasi pengembalian bola. “Dari tiga turnamen beruntun ini kami masih punya pekerjaan rumah yang banyak. Secara individu dari daya tahan sampai akurasi pengembalian bola,” lanjutnya.
Meskipun gagal melangkah lebih jauh di Shenzhen, Amallia merasa senang dan antusias karena untuk pertama kalinya mereka berhasil lolos ke World Tour Finals.
“Senang dan sangat antusias pasti bisa lolos ke World Tour Finals pertama sepanjang karir kami, salah satu mimpi kami juga bisa main di sana,” tambah Amallia dengan penuh semangat.
Dengan pencapaian ini, Febriana dan Amallia akan kembali berfokus pada persiapan menuju turnamen besar berikutnya.
SATUJABAR, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026 digelar 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung…
SATUJABAR, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026 digelar 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung…
SATUJABAR, BANDUNG - Dadan Hindayana, lahir 10 Juli 1967 di Garut Jawa Barat, adalah birokrat…
Anggaran pelatnas Asian Games 2026 menurun signifikan dibanding tahun 2022, dari Rp 389.819.933.817 kini menjadi…
SATUJABAR, JAKARTA - Penumpang pesawat domestik April 2026, turun 18,72 persen menjadi 4,6 juta orang,…
Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada April 2026 sebanyak 1,38 juta…
This website uses cookies.