Berita

Ekspor Indonesia Januari–April 2026 Naik 5,48 Persen

SATUJABAR, JAKARTA – Ekspor Indonesia Januari–April 2026 mencapai US$92,15 miliar atau naik 5,48 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$87,74 miliar naik 6,28 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan nilai ekspor Indonesia April 2026 mencapai US$25,30 miliar atau naik 21,98 persen dibanding ekspor April 2025. Ekspor nonmigas April 2026 mencapai US$24,15 miliar, naik 23,36 persen dibanding April 2025.

Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari–April 2026, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah lemak minyak hewani/nabati sebesar US$1,87 miliar (18,80 persen). Sementara komoditas dengan penurunan tertinggi adalah bahan bakar mineral yang turun sebesar US$0,37 miliar (3,54 persen).

Ekspor nonmigas Januari–April 2026 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$22,76 miliar, disusul Amerika Serikat US$10,17 miliar, dan India US$6,14 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 44,52 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$17,70 miliar dan US$6,00 miliar.

BACA JUGA: Inflasi Mei 2026 Jabar Capai 3,07 Persen, Kota Bandung Tertinggi

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–April 2026 naik 9,78 persen dibanding periode yang sama tahun 2025, sedangkan ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 26,27 persen, demikian juga ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 8,44 persen.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–April 2026 berasal dari Provinsi Jawa Barat dengan nilai US$12,58 miliar (13,65 persen), diikuti Sulawesi Tengah US$8,36 miliar (9,07 persen) dan Kepulauan Riau US$8,06 miliar (8,74 persen).

Inflasi Mei 2026 Nasional Capai 3,08 Persen

Inflasi Mei 2026 secara nasional year-on-year (y-on-y) capai 3,08 persen, ungkap  Badan Pusat Statistik (BPS) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,40.

Inflasi y-on-y tertinggi pada tingkat provinsi terjadi di Provinsi Papua Barat sebesar 5,94 persen dengan IHK sebesar 112,93, sedangkan terendah terjadi di Provinsi Lampung sebesar 1,94 persen dengan IHK sebesar 111,84.

Sementara itu, inflasi y-on-y tertinggi pada tingkat kabupaten/kota terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 6,09 persen dengan IHK sebesar 118,52, sedangkan terendah terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 0,66 persen dengan IHK sebesar 113,79.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh meningkatnya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,94 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,84 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,00 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,98 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,70 persen; kelompok transportasi sebesar 2,30 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,97 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,30 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,15 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,24 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,35 persen.

Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,28 persen, sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Mei 2026 tercatat sebesar 1,35 persen.

Tingkat inflasi y-on-y komponen inti pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,59 persen, dengan tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,22 persen dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 1,38 persen.

Editor

Recent Posts

Pemerintah Konsolidasikan 8.000 Lebih Jaringan Kehumasan

JAKARTA - Pemerintah menyatukan jaringan kehumasan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah untuk membangun komunikasi kebijakan…

12 menit ago

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528: Panggung Rakyat Meriah

KUNINGAN — Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 diwarnai dengan tumpleknya ribuan masyarakat yang memadati kawasan…

25 menit ago

Ketum PSSI: Kualitas Liga Sepak Bola Indonesia Meningkat

JAKARTA - Ketum PSSI Erick Thohir menilai peningkatan kualitas penyelenggaraan liga sepak bola Indonesia semakin…

42 menit ago

Wisman ke Jawa Barat Juli 2026 Turun 51,36 Persen

BANDUNG – Wisman ke Jawa Barat melalui Bandara Kertajati pada Juli 2026 tercatat sebanyak 232…

13 jam ago

Mengitimidasi dan Memeras ASN di Sekolah di Sukabumi, Pria Mengaku Wartawan Positif Narkoba Ditangkap

SATUJABAR, SUKABUMI--Viral di media sosial, seorang pria mengaku-ngaku sebagai wartawan, mengamuk di sebuah Sekolah Dasar…

14 jam ago

Ekspor Jawa Barat Januari-Juli 2026 Naik 6,43 Persen

BANDUNG - Ekspor Jawa Barat Januari-Juli 2026 mencapai USD 23,58 miliar atau naik 6,43 persen…

14 jam ago

This website uses cookies.