Berita

Dukun Cabul di Bandung Ditangkap, Modus Bisa Sembuhkan Orang Sakit

SATUJABAR, BANDUNG–Seorang dukun cabul di Kota Bandung, Jawa Barat, ditangkap polisi, setelah dilaporkan telah berbuat asusila terhadap gadis di bawah umur. Dukun cabul modus menjanjikan bisa sembuhkan orang sakit tersebut, telah menjalankan prakteknya sejak tahun 2023.

Dukun cabul berinisial UF, ditangkap Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung, di Jalan Pangaritan, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung. Dukun cabul berkedok menjanjikan bisa sembuhkan orang sakit tersebut, terbongkar setelah dilaporkan telah berbuat asusila, menyetubuhi gadis di bawah umur.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Budi Sartono, mengatakan, pelaku disebut sebagai ‘orang pintar’ yang menjanjikan bisa menyembuhkan orang sakit tersebar dari mulut ke mulut. Pelaku ternyata seorang dukun cabul, setelah modusnya terbongkar dari laporan korban gadis di bawah umur yang telah disetubuhinya saat berobat.

“Jadi, pelaku mengaku sebagai ‘orang pintar’ yang mampu mengobati orang sakit, baik sakit terkait fisik maupun permasalahan psikis. Kemampuan yang dijanjikan tersebut, ternyata hanya modus pelaku,” ujar Budi, dalam keterangan pers di Mapolrestabes Bandung, Kamis (23/10/2025).

Budi mengatakan, korban yang melaporkan pelaku, mengaku, telah disetubuhi setelah meminta pelaku mengobati masalah pribadinya. Akal bulus pun dijalankan pelaku dengan menjalankan ritual pengobatan.

“Korban percaya begitu saja saat diminta mengirimkan foto-foto bagian sensitif tubuhnya agar bisa terkabul. Pada saat hari ritual pengobatan disepakati, pelaku menjalanlan aksinya berbuat asusila terhadap korban,” kata Budi.

Budi mengungkapkan, praktek dukun cabul telah dijalankan pelaku, sejak Februari 2023 lalu. Bahkan dari satu korban yang lapor, kemudian bermunculan korban-korban lainnya.

“Saat kita melaksanakan pemeriksaan dari LP (Laporan Polisi) pertama, ada beberapa korban lainnya menyusul melaporkan. Korban lainnya sudah ada tiga orang yang datang melaporkan ke Polrestabes Bandung,” ungkap Budi.

Budi mempersilakan masyarakat yang merasa telah menjadi korban perbuatan asusila pelaku untuk membuat laporan. Laporan bisa langsung dilayangkan ke Polrestabes Bandung, untuk memudahkan penyidik mengusutnya.

Budi memastikan, korban akan mendapatkan pendampingan psikologi dari Unit Perlidungan Perempuan dan Anak (PPA). Pendampingan korban, termasuk juga konseling akan diberikan hingga proses persidangan selesai.

Pelaku yang kini sudah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolrestabes Bandung, dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 81 junto Pasal 76-D, Pasal 82 junto Pasal 76-E, Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016, tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 6 junto Pasal 5 Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan (TPKS). Pelaku terancam hukuman pidana hingga maksimal 15 tahun kurungan penjara.

Editor

Recent Posts

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh Pada Sabtu 21 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H bertepatan dengan Sabtu, 21 Maret 2026.…

19 menit ago

Tim Hisab: Posisi Hilal Belum Penuhi Kriteria, 1 Syawal Sabtu 21 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Agama menyampaikan bahwa posisi hilal awal Syawal 1447 H, secara hisab,…

2 jam ago

Kemenhub Lepas Pemudik Disabilitas

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perhubungan melepas keberangkatan peserta Mudik Gratis Ramah Anak dan Disabilitas Tahun…

3 jam ago

Hari Ini Kemenag Gelar Sidang Isbat Idulfitri 1447, Ini Daftar Pantau Hilal di Pelosok

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan awal Syawal 1447 Hijriah pada…

5 jam ago

Arab Saudi Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jum’at 20 Maret 2026

SATUJABAR, RIYADH – Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi secara resmi mengumumkan bahwa hari pertama Hari…

5 jam ago

KAI Wisata Komit Lancarkan Angkutan Lebaran 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) melalui layanan Tour & MICE turut…

5 jam ago

This website uses cookies.