Kang Dedi Mulyadi (foto: instagram.com)
Kang Dedi akan melakukan banyak perubahan yang cepat dan signifikan terkait penataan kesehatan di Jabar.
SATUJABAR, SUBANG — Kesehatan di Provinsi Jabar bakal ditata kembali pada rel yang benar. Pasalnya, ada paradigma terbalik terkait kesehatan. Selama ini, posisi dokter dan perawat sejahtera bila banyak orang sakit.
“Paradigma itu terbalik. Harus dirubah. Perawat dan dokter bahagia kalau banyak orang sehat,” kata Kang Dedi sapaan akrab Dedi Mulyadi di areal kompleks kediamannya di Lembur Pakuan, Subang. Sabtu (19/10/2024).
Karenanya, Kang Dedi akan menerapkan revolusi Kesehatan begitu dirinya terpilih dan dilantik menjadi Gubernur Jabar. “Saya akan mengubah paradigma. Jangan sampai tenaga Kesehatan makmur misalnya karena banyak melakukan operasi. Sementara yang menjalani operasi, karena biaya mahal, sampai harus jual kebun atau tanah,” ucap dia.
Untuk itu, salah satu upaya yang akan dilakukannya adalah dengan revolusi kesehatan. Revolusi yang akan dilakukan yakni kewajiban rakyat Jabar untuk melakukan uji laboratorium.
Disebut sebagai revolusi kesehatan, karena Kang Dedi akan melakukan banyak perubahan yang cepat dan signifikan terkait penataan kesehatan di Jabar.
Ide revolusi kesehatan disampaikan Kang Dedi itu disampaikan di depan ratusan perawat Se-Jabar yang menemuinya di areal kompleks kediamannya di Lembur Pakuan, Subang.
Calon Gubernur Jabar nomor 4 ini menyampaikan ide yang akan mengarahkan kembali penataan kesehatan pada rel yang benar. Bersama pasangannya Erwan Setiawan, paslon ini akan memberi contoh terkait dengan kesejahteraan tenaga Kesehatan, dalam hal ini perawat.
“Jadi nanti, honorarium perawat itu akan lebih besar jika banyak warganya yang sehat. Bukan karena banyak warga yang sakit. Makin banyak orang yang sehat, makin tinggi honorariumnya,” tuturnya.
Untuk itu, dia meminta, warga Jabar uji laboratorium dalam memeriksakan kesehatannya. Dari situ, setiap tenaga Kesehatan akan mengetahui database kesehatan setiap warga. Sehingga nantinya ,tenaga kesehatan seperti perawat bisa mengantisipasi bagaimana supaya tidak sakit dengan memberitahu potensi sakit setiap warga berdasar hasil uji lab tersebut.
K Dedi juga akan memodernisasi setiap puskesmas di tiap kecamatan. Puskesmas, kata dia, ruangan perawatanya harus lengkap dan modern.
Dengan begitu, warga yang sakit tidak perlu menumpuk harus ke rumah sakit di kota. “Di puskesmas sudah cukup. Alat Kesehatan lengkap dan juga tenaga Kesehatan seperti perawat dan dokter. Dengan begini, orang sakit tidak perluke RS Hasan Sadikin semua,” ucap dia. (yul)
SATUJABAR, NEW DELHI – Wakil tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani melaju ke babak perempat…
SATUJABAR, JAKARTA--Kekerasan terhadap perempuan mengalami peningkatan di tahun 2025, tercatat mencapai 4.472 kasus. Dari data…
SATUJABAR, NEW DELHI – Wakil tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie mampu mengatasi perlawanan pemain asal…
SATUJABAR, BOGOR--Polisi mendatangi lokasi tambang PT Antam di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk memastikan penyebab…
SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia…
SATUJABAR, JAKARTA - Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2025 menurun. Pada periode…
This website uses cookies.