Berita

Ditemui Perawat Se-Jabar, Dedi Mulyadi Ungkap Revolusi Kesehatan

Kang Dedi akan melakukan banyak perubahan yang cepat dan signifikan terkait penataan kesehatan di Jabar.

SATUJABAR, SUBANG — Kesehatan di Provinsi Jabar bakal ditata kembali pada rel yang benar. Pasalnya, ada paradigma terbalik terkait kesehatan. Selama ini, posisi dokter dan perawat sejahtera bila banyak orang sakit.

“Paradigma itu terbalik. Harus dirubah. Perawat dan dokter bahagia kalau banyak orang sehat,” kata Kang Dedi sapaan akrab Dedi Mulyadi di areal kompleks kediamannya di Lembur Pakuan, Subang. Sabtu (19/10/2024).

Karenanya, Kang Dedi akan menerapkan revolusi Kesehatan begitu dirinya terpilih dan dilantik menjadi Gubernur Jabar. “Saya akan mengubah paradigma. Jangan sampai tenaga Kesehatan makmur misalnya karena banyak melakukan operasi. Sementara yang menjalani operasi, karena biaya mahal, sampai harus jual kebun atau tanah,” ucap dia.

Untuk itu, salah satu upaya yang akan dilakukannya adalah dengan revolusi kesehatan. Revolusi yang akan dilakukan yakni kewajiban rakyat Jabar untuk melakukan uji laboratorium.

Disebut sebagai revolusi kesehatan, karena Kang Dedi akan melakukan banyak perubahan yang cepat dan signifikan terkait penataan kesehatan di Jabar.

Ide revolusi kesehatan disampaikan Kang Dedi itu disampaikan di depan ratusan perawat Se-Jabar yang menemuinya di areal kompleks kediamannya di Lembur Pakuan, Subang.

Calon Gubernur Jabar nomor 4 ini menyampaikan ide yang akan mengarahkan kembali penataan kesehatan pada rel yang benar. Bersama pasangannya Erwan Setiawan, paslon ini akan memberi contoh terkait dengan kesejahteraan tenaga Kesehatan, dalam hal ini perawat.

“Jadi nanti, honorarium perawat itu akan lebih besar jika banyak warganya yang sehat. Bukan karena banyak warga yang sakit. Makin banyak orang yang sehat, makin tinggi honorariumnya,” tuturnya.

Untuk itu, dia meminta, warga Jabar uji laboratorium dalam memeriksakan kesehatannya. Dari situ, setiap tenaga Kesehatan akan mengetahui database kesehatan setiap warga. Sehingga nantinya ,tenaga kesehatan seperti perawat bisa mengantisipasi bagaimana supaya tidak sakit dengan memberitahu potensi sakit setiap warga berdasar hasil uji lab tersebut.

K Dedi juga akan memodernisasi setiap puskesmas di tiap kecamatan. Puskesmas, kata dia, ruangan perawatanya harus lengkap dan modern.

Dengan begitu, warga yang sakit tidak perlu menumpuk harus ke rumah sakit di kota. “Di puskesmas sudah cukup. Alat Kesehatan lengkap dan juga tenaga Kesehatan seperti perawat dan dokter. Dengan begini, orang sakit tidak perluke RS Hasan Sadikin semua,” ucap dia. (yul)

Editor

Recent Posts

Sakit Hati, Pegawai Bunuh Suami-Istri WNA Pakistan di Bogor

SATUJABAR, BOGOR--Sakit hati yang sudah dipendam lama, diduga menjadi pemicu kasus pembunuhan disertai pencurian terhadap…

7 jam ago

Turis Asing yang Naik Kereta Api Makin Banyak

SATUJABAR, JAKARTA - Mobilitas wisatawan mancanegara melalui transportasi kereta api terus menunjukkan peningkatan di awal…

9 jam ago

Kemenhub Siapkan 841 Kapal Angkut 3,2 Juta Penumpang Angkutan Laut Lebaran 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 841 kapal dengan total kapasitas angkut sekitar 3,2…

9 jam ago

UMKM Indonesia Ekspor Bumbu Ke Arab Saudi

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi…

9 jam ago

Wapres Gibran Tinjau Pengembangan IoT dan E-Sport di SMP Santo Yusup

SATUJABAR, BANDUNG - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke SMP…

9 jam ago

Bocah SD di Bandung Barat Dibunuh Kakak Tiri, Pelaku Ditangkap di Cianjur

SATUJABAR, BANDUNG--Peristiwa mengenaskan menimpa bocah yang masih duduk di sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bandung…

11 jam ago

This website uses cookies.