Berita

Direksi BEI Masa Bakti 2026–2030 Ditetapkan RUPS

SATUJABAR, JAKARTA – Direksi BEI atau Bursa Efek Indonesia disetujui dan ditetapkan dalam RUPST PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Persetujuan itu melengkapi Keputusan OJK melalui Surat Nomor SR-10/D.04/2026.

Susunan Direksi BEI masa bakti 2026–2030 adalah sebagai berikut:

Direktur Utama: Jeffrey Hendrik

Direktur Penilaian Perusahaan: Saidu Solihin

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa: Irvan Susandy

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Yulianto Aji Sadono

Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko: Abdul Munim

Direktur Pengembangan: Iding Pardi

Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum: Umi Kulsum

Seperti diketahui PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 secara hybrid pada Senin (29/6). RUPST 2026 BEI dihadiri oleh 90 Pemegang Saham atau 100% dari jumlah Pemegang Saham yang memiliki hak suara.

 

Laba Bersih Tumbuh 59,4%

Sejalan dengan pertumbuhan aktivitas pasar modal, Perseroan membukukan kinerja keuangan yang positif. Pendapatan konsolidasi meningkat 29,8% menjadi Rp3,66 triliun, dengan faktor utama pendorong peningkatan RNTH menjadi Rp18,07 triliun adalah pertumbuhan Jasa Transaksi Efek sebesar 41% dan Jasa Kliring sebesar 41,3%.

Perseroan juga terus melakukan diversifikasi sumber pendapatan melalui jasa informasi, pendapatan investasi, dan kontribusi anak usaha sehingga pendapatan non-transaksi meningkat 14,6%, sementara pendapatan lainnya tumbuh 17%. Di sisi lain, jumlah beban meningkat 17,1% menjadi Rp2,37 triliun, terutama akibat meningkatnya kontribusi tahunan kepada OJK seiring bertambahnya aktivitas transaksi pasar modal.

Dengan kinerja tersebut, laba bersih Perseroan tumbuh 59,4% menjadi Rp1,07 triliun dan merupakan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah BEI. Total aset meningkat 32% menjadi Rp14,78 triliun, sedangkan ekuitas tumbuh 14% menjadi Rp9,45 triliun. Pencapaian ini mencerminkan fundamental keuangan Perseroan yang semakin kuat.

Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja dan menyatakan bahwa laporan keuangan konsolidasian telah disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Editor

Recent Posts

Tinggalkan Barca, Ferran Torres Gabung PSG

SATUJABAR, BANDUNG - Paris Saint-Germain mengumumkan telah mendapatkan tanda tangan Ferran Torres. Melalui situs resmi…

3 jam ago

Paskibraka 17 Agustus 2026 Dikukuhkan, Ini Daftar Namanya

SATUJABAR, JAKARTA - Sebanyak 76 pelajar dari 38 provinsi di Indonesia resmi dikukuhkan sebagai anggota…

4 jam ago

Gempa Simalungun M 6,4, Tidak Potensi Tsunami

JAKARTA – Gempa bumi magnitudo (M) 6.4 mengguncang Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatra Utara pada Sabtu…

4 jam ago

Gempa NTT M7,7, BNPB: 14 Orang Meninggal Dunia

JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT)…

4 jam ago

Konvoi Bawa Sajam Remaja di Tasikmalaya Tewas Tabrak Tembok

SATUJABAR, TASIKMALAYA--Seorang remaja di Tasikmalaya, Jawa Barat, tewas setelah mengalami kecelakaan lalu-lintas. Sepeda motor yang…

4 jam ago

Proteksi Jatinangor, Petugas Arahkan Truk Besar Masuk GT Pamulihan Sumedang

SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang menyiagakan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang bersiaga siang malam di…

5 jam ago

This website uses cookies.