Berita

Data Penerima MBG di Pesantren Dibenahi

SATUJABAR, JAKARTA – Data penerima MBG di lingkungan pesantren ini memasuki tahap pembenahan oleh Kementerian Agama dan Badan Gizi Nasional (BGN). Keduanya tengah memperkuat integrasi data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar layanan di lingkungan pesantren dapat berjalan lebih akurat dan tepat sasaran.

“Kami udah sepakati harus ada sinkronisasi data antara Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemenag dan BGN supaya update tentang berapa yang sudah dapat manfaat dan berapa yang belum dapat manfaat itu bisa kita antisipasi,” ujar Wakil Menteri Agama Romo Syafii di Jakarta, Senin 11 Mei 2026 dilansir laman Kemenag.

Menurut Romo Syafii, selama ini masih terdapat perbedaan pendekatan pendataan penerima manfaat MBG, terutama pada lembaga pendidikan yang berada di lingkungan pesantren. Wamenag mencontohkan siswa madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, maupun aliyah yang berada di area pesantren belum seluruhnya tercatat sebagai bagian dari kelompok santri penerima manfaat.

“Kami memprediksi hari ini pesantren yang sudah menerima manfaat itu hampir mendekati angka 50 persen,” katanya.
Romo Syafii menyebut jumlah santri di Indonesia mencapai lebih dari 10 juta orang, sementara total peserta didik dan tenaga kependidikan di lingkungan pendidikan binaan Kemenag diperkirakan mencapai 14 hingga 15 juta orang.

Selain integrasi data, Kementerian Agama juga mencatat sejumlah tantangan lain dalam implementasi MBG di pesantren, di antaranya keterbatasan penetapan titik layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), belum terintegrasinya Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP), serta belum tersedianya data penerima layanan berbasis by name by address untuk mendukung monitoring program.

“Tetap perlu ada kerja keras untuk validasi data dan juga percepatan pembangunan SPPG,” ujar Romo Syafii.

Kementerian Agama mendorong penguatan koordinasi bersama BGN. “Kementerian Agama mendorong penguatan koordinasi, integrasi data, percepatan penetapan titik layanan, pengembangan dashboard monitoring bersama, serta penguatan afirmasi kebijakan terhadap pesantren sebagai satuan layanan pemenuhan gizi,” pungkasnya.

Editor

Recent Posts

Rekomendasi Saham Selasa 12 Mei 2026 Emiten Jawa Barat

SATUJABAR, BANDUNG – Rekomendasi saham Selasa 12 Mei 2026 emiten Jawa Barat. Berikut harga saham…

4 menit ago

Kementerian PKP Alokasikan 10.000 BSPS, Sinergi Kemensos

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian PKP atau Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI memperkuat sinergi lintas…

23 menit ago

Jemaah Haji Wafat Capai 24 Orang Per 11 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Jemaah haji wafat mencapai 24 orang. Sejumlah jemaah lainnya menjalani perawatan, ungkap…

36 menit ago

Puncak Musim Haji, Kemenhaj Imbau Jemaah Hemat Tenaga

SATUJABAR, JAKARTA – Puncak musim haji tinggal beberapa hari lagi. Kementerian Haji dan Umrah Republik…

41 menit ago

ToT Penggerak Olahraga Disabilitas, Erick Thohir: Lahirkan Atlet Masa Depan

SATUJABAR, JAKARTA – Program Training of Trainers (TOT) Penggerak Olahraga Disabilitas “Berdaya” resmi dibuka Menteri…

51 menit ago

IBL GoPay 2026 Sisakan 8 Tim di Playoff, Siapa Jadi Jawara?

SATUJABAR, JAKARTA - IBL GoPay 2026 regular season resmi berakhir menyisakan delapan tim terbaik di…

58 menit ago

This website uses cookies.