Gaya Hidup

Cosplayer Asia Afrika Bandung Agar Jaga Kenyamanan Wisatawan

SATUJABAR, BANDUNG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung memastikan aktivitas cosplayer di kawasan Jalan Asia Afrika kembali berjalan dengan pengawasan ketat, usai penandatanganan ikrar bersama oleh tiga komunitas.

Kepala Disbudpar Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menyampaikan kesepakatan tersebut menjadi landasan utama dalam menata aktivitas cosplayer agar tetap menjadi daya tarik wisata tanpa menimbulkan keresahan.

“Pada 10 Maret lalu, kami mengundang tiga komunitas cosplayer. Para ketua atau koordinatornya telah menandatangani ikrar. Intinya, mereka menghibur tanpa memaksa, menjaga kesopanan, serta tidak melakukan tindakan menjebak atau menipu pengunjung,” kata Adi saat dikonfirmasi Humas, Rabu 18 Maret 2026 seperti dikabarkan Humas Pemkot Bandung.

Ia menuturkan, komitmen tersebut bukan sekadar formalitas melainkan amanah yang harus dijaga bersama. Terlebih, keberadaan cosplayer di kawasan Jalan Asia Afrika merupakan bagian dari wajah pariwisata kota.

“Ini kesempatan yang diberikan oleh Wali Kota. Kalau tidak dijaga yang dirugikan bukan hanya masyarakat, tapi juga para cosplayer karena mereka bisa kehilangan ruang berekspresi,” ujarnya.

Adi mengaku akan terus memantau bersama aparat lainnya termasuk Satpol PP. Pengawasan ini bertujuan memastikan tidak ada lagi oknum yang melanggar kesepakatan dan merusak citra Kota Bandung.

Adi menilai, peran koordinator komunitas sangat penting dalam menjaga kedisiplinan anggotanya. Ia meminta agar pengawasan internal dilakukan secara konsisten mengingat hal ini menyangkut reputasi kota di mata wisatawan.

“Kami tekankan agar para koordinator terus mengingatkan anggotanya. Ini tidak cukup sekali dua kali, tapi harus terus-menerus karena menyangkut citra Kota Bandung,” tegasnya.

Saat ini, kondisi di kawasan Asia Afrika disebut sudah kembali kondusif. Aktivitas cosplayer pun berjalan normal dengan pengawasan yang lebih terstruktur.

Menjelang libur Lebaran, Disbudpar berharap para cosplayer dapat memanfaatkan momentum meningkatnya kunjungan wisatawan dengan tetap mematuhi aturan yang telah disepakati.

“Mereka bisa berekspresi sekaligus mencari rezeki dari kreativitas kostum yang ditampilkan. Tapi yang utama tetap komitmen menjaga aturan,” ucapnya.

Selain itu, dalam perjanjian juga diatur jumlah maksimal anggota tiap komunitas yakni 15 orang. Jika koordinator berhalangan hadir, harus ada penanggung jawab lapangan agar aktivitas tetap terkendali.

Tak hanya kepada cosplayer, imbauan juga ditujukan kepada masyarakat. Adi mengajak warga untuk ikut menjaga suasana tetap kondusif dengan cara saling mengingatkan secara baik.

“Kami berharap masyarakat merasa nyaman. Kalau ada hal yang kurang berkenan silakan diingatkan dengan cara yang baik. Kita jaga bersama suasana yang kondusif di kawasan ini,” tuturnya.

Editor

Recent Posts

Kapan Puncak Arus Mudik Terjadi? Kata Polri H-2 Lebaran

SATUJABAR, CIKAMPEK – Puncak arus mudik lebaran diprediksi terjadi pada Rabu malam (18/3/2026) atau H-2…

13 menit ago

Tenang! Cadangan BBM Cukup Untuk 28 Hari

SATUJABAR, BATANG – Saat ini, cadangan BBM nasional tercatat berada pada kisaran 27-28 hari, sehingga…

20 menit ago

Orléans Masters 2026: Wakil Indonesia yang Lolos ke Babak 16 Besar

ORLEANS, PRANCIS – Sejumlah wakil Indonesia lolos ke babak 16 besar Orleans Masters 2026 usai…

1 jam ago

Atlet Peraih 3 Emas ASEAN Para Games 2025 Terima Bonus

SATUJABAR, JAKARTA – Adalah Nur Ferry Pradana (30), atlet para atletik Indonesia yang mengaku bersyukur…

2 jam ago

Lebaran 2026: Masjid-masjid Dibersihkan

SATUJABAR, BANDUNG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengintensifkan upaya kebersihan menjelang Hari Raya…

2 jam ago

5 Rekomendasi Hotel di Kota Bandung untuk Libur Lebaran

SATUJABAR, BANDUNG – Pada liburan Lebaran 2026 ini, banyak hotel menawarkan promo menarik bagi Anda…

2 jam ago

This website uses cookies.