Berita

China dan Rusia Veto Resolusi DK PBB soal Pengamanan Selat Hormuz

NEW YORK – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menolak rancangan resolusi yang diajukan oleh sejumlah negara Teluk terkait upaya pengamanan pelayaran internasional di Selat Hormuz, setelah China dan Rusia menggunakan hak veto mereka.

Rancangan resolusi tersebut bertujuan untuk mendorong negara-negara agar mengoordinasikan langkah-langkah defensif serta mencegah segala upaya yang dapat mengganggu navigasi internasional melalui Selat Hormuz.

Pemungutan suara ini dilakukan setelah beberapa putaran negosiasi intensif, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan menyusul aksi militer yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari. Sejak saat itu, Dewan Keamanan telah menerima laporan mengenai dampak meluas konflik ke wilayah Gaza, Lebanon, dan Suriah.

Sebelumnya, pada 11 Maret, Dewan Keamanan mengadopsi Resolusi 2817 (2026) yang mengecam “serangan serius” Iran terhadap negara-negara Teluk tetangganya, serta segala tindakan atau ancaman dari Teheran yang berpotensi mengganggu navigasi internasional di Selat Hormuz maupun mengancam keamanan maritim di Bab-el-Mandeb. Kedua selat tersebut dikenal sebagai jalur maritim vital dunia.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB mendesak Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan perang, serta meminta Iran agar menghentikan serangan terhadap negara-negara tetangganya. Ia menegaskan bahwa konflik hanya dapat diakhiri ketika para pemimpin “memilih dialog daripada kehancuran”.

 

Rilis Lengkap Dewan Keamanan PBB

China, Russian Federation Veto Security Council Draft Resolution by Gulf States to Safeguard International Shipping through Strait of Hormuz

The Security Council today rejected a draft resolution submitted by several Gulf States that would

have strongly encouraged countries to coordinate defensive efforts and deter attempts to interfere with international navigation through the Strait of Hormuz.

Today’s vote follows multiple rounds of negotiations, and occurs against a backdrop of regional escalation in the wake of military action commenced by Israel and the United States against Iran on 28 February.  The Council has since been briefed on spillover effects in Gaza, Lebanon and Syria.

On 11 March, the Council adopted resolution 2817 (2026), through which the organ condemned Iran’s “egregious attacks” against neighbouring Gulf States, as well as any actions or threats from Tehran aimed at interfering with international navigation through the Strait of Hormuz or threatening maritime security in the Bab-el-Mandeb.  Both straits are major maritime chokepoints.

Meanwhile, the Secretary-General has urged the United States and Israel to stop the war and called on Iran to cease attacking its neighbours, stressing that conflicts only end when leaders “choose dialogue over destruction”.

Editor

Recent Posts

Kasus ‘Yogi Starlink’, Menkomdigi: Hormati Proses Hukum, Tapi Perlu Pembinaan

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital…

6 jam ago

Kemenhut Jatuhkan Sanksi 6 Perusahaan Terkait Karhutla

JAKARTA - Kementerian Kehutanan menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan…

6 jam ago

ChocoRun 2026 Dorong Perempuan Aktif di Kota Bogor Jaga Kesehatan

BOGOR - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim…

8 jam ago

PSO BRT Capai Rp56 Miliar, Tunggu Kesepakan Daerah

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan anggaran hingga sekitar Rp56 miliar untuk mendukung operasional…

8 jam ago

Layanan Isbat Nikah Gratis di Kabupaten Bogor

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk,…

8 jam ago

Agribisnis Kabupaten Bogor Menggeliat di Pasar Hewan Jonggol

JONGGOL – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Dikanak) dan arahan Bupati Bogor,…

8 jam ago

This website uses cookies.