Berita

Cagub Syaikhu Optimis Elektabilitas ASIH Alami Peningkatan Signifikan

Dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Nasdem diharapkan mendorong popularitas mereka untuk terus meningkat.

SATUJABAR, SUMEDANG — Hasil dari beberapa survei menyebutkan, pasangan Ahamad Syaikhu-Ilham Habibie (ASIH) memang belum menduduki peringkat tertinggi. Namun, pasangan ini yakin dengan dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Nasdem maka popularitas mereka akan terus meningkat.

“Alhamdulillah, berdasarkan survei terakhir, terlihat peningkatan yang signifikan. Kami optimis dalam waktu 25-30 hari kampanye ini kami bisa terus memperkuat posisi,” kata Syaikhu saat bertemu warga dan pedagang pasar tradisional Parakanmuncang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Keoptimisan ini pun bukan tanpa alasan. Syaikhu mengatakan, bahwa dirinya didukung oleh kader PKS yang memiliki loyalitas tinggi serta Ilham Habibie yang merupakan sosok populer, terlebih karena ia adalah putra mantan Presiden RI, B.J. Habibie.

Kombinasi itu, menurut Syaikhu, adalah modal kuat untuk memenangkan Pilkada Jawa Barat 2024 dan mewujudkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Karena itu, Syaikhu mengajak, masyarakat untuk berkolaborasi dalam menciptakan perubahan di Jawa Barat, terutama di bidang pendidikan. Dia berharap, dukungan masyarakat akan membawa dampak positif yang signifikan, terutama dalam pemerataan akses pendidikan yang layak untuk semua lapisan masyarakat.

Didampingi calon Wakil Bupati Sumedang Ridwan Solichin nomor urut 1, Syaikhu mengatakan, tekadnya untuk memperjuangkan hak pendidikan bagi masyarakat yang masih merasa dirugikan oleh kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis zonasi.

Dalam kesempatan berbincang dengan warga dan pedagang itu, Syaikhu menyoroti keluhan orang tua di Kecamatan Cimanggung yang merasa kebijakan PPDB zonasi ini menghambat kesempatan anak-anak mereka mendapatkan pendidikan di sekolah negeri.

Menurutnya, sistem zonasi yang diterapkan secara nasional ini perlu disesuaikan dengan kondisi lokal. Terutama, di daerah yang belum memiliki fasilitas sekolah negeri yang memadai.

“Masalah ini adalah kebijakan pusat, dan kami akan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Kementerian Pendidikan,” tegasnya.

Sistem PPDB online berbasis zonasi memang membawa banyak dampak negatif. Hanya kecamatan dengan SMA Negeri yang dapat mengakomodir kebutuhan siswa.

Sementara, kecamatan yang tidak memiliki sekolah negeri, harus beralih ke sekolah swasta yang kadang biayanya lebih tinggi. Karena itu, Syaikhu menegaskan, apabila pasangan Asih terpilih, pihaknya akan mendorong pemerintah untuk menyediakan sekolah negeri di setiap kecamatan atau mencari solusi dalam bentuk revisi sistem zonasi yang lebih fleksibel.

“Dengan cara ini, seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari pendidikan dasar 12 tahun tanpa harus terbatas oleh wilayah tempat tinggal,” tandasnya. (yul)

Editor

Recent Posts

China Open 2026 Dimulai Hari Ini Selasa 21 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG – China Open 2026 digelar pada 21 hingga 26 Juli 2026. Turnamen papan…

3 menit ago

Penebangan Pohon Kota Ilegal di Cijerah Kota Bandung

SATUJABAR, BANDUNG – Penebangan pohon di Cirejah Kota bandung dilakukan tanpa izin menuai reaksi Pemerintah…

14 menit ago

Komite Olimpiade Indonesia Gelar RALB Tahun 2026

Komite Olimpiade Indonesia menggelar RALB Tahun 2026 sebagai langkah nyata mewujudkan prestasi olahraga yang lebih…

17 menit ago

Festival Rakyat Bola Gembira Diserbu Warga

Festival Rakyat Bola Gembira menyedot perhatian warga dengan kehadiran sekitar 14 ribu warga yang memadati…

18 menit ago

Koneksi Kabel Laut Nongsa-Changi, Era Baru Koridor Digital Indonesia-Singapura

Infrastruktur ini menjadi fondasi fisik bagi koridor digital baru, yang memperkuat salah satu koneksi digital…

13 jam ago

Judi Online, Farhan Prihatin di Kota Bandung Tinggi

SATUJABAR, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan keprihatinannya setelah wilayah Bojongloa Kaler masuk…

13 jam ago

This website uses cookies.