Cadangan Devisa Akhir Februari 2024
SATUJABAR, BANDUNG – Cadangan devisa akhir Februari 2024 tetap tinggi mencapai 144,0 miliar dolar AS.
Data itu turun dibandingkan dengan posisi pada akhir Januari 2024 sebesar 145,1 miliar dolar AS.
Bank Indonesia menyebutkan penurunan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa akan tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga.
Hal itu seiring dengan sinergi respons bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dan Pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Haji 2026 masih dalam proses pemulangan jemaah. Menurut Kemenhaj sebanyak 55 persen jemaah hari telah…
SATUJABAR, VANCOUVER - Piala Dunia 2026 berlangsung 11 Juni- 19 Juli 2026 waktu setempat atau…
SATUJABAR, JAKARTA - Salah satu tokoh olahraga Indonesia Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto dikabarkan meninggal…
SATUJABAR, BANDUNG - Indonesia kembali bersiap menyelenggarakan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan…
SATUJABAR, JAKARTA - Prabowo Subianto menggelar pertemuan bersama jajaran komisaris dan direksi Himpunan Bank Negara…
Pemerintah siap hadapi El Nino Godzilla dengan memastikan ketersediaan stok pangan nasional serta kesiapan infrastruktur…
This website uses cookies.