Bola Keranjang atau Korfball (YouTube)
SATUJABAR, BANDUNG – Cabang olahraga korfball akan dipertandingkan pada PON 2024 Aceh-Sumatra Utara dan SEA Games 2025.
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo, menyambut baik adanya cabang olahraga korfball itu.
“Ya hari ini kita menerima federasi korfball Indonesia yang kembali mempopulerkan olahraga korfball. Tahun ini korfball ini akan dipertandingkan di PON Aceh-Sumut. Jadi, tadi rencananya ada 18 tim korfball dari daerah yang akan bertanding di PON 2024,” kata Menpora Dito, Jumat (12/1) petang.
Usai dipertandingkan di PON 2024 mendatang, korfball Indonesia juga akan adu strategi untuk meraih prestasi di pesta olahraga kawasan Asia Tenggara (SEA Games) 2025 mendatang.
“Usai dipertandingkan di PON 2024. Korfball nantinya juga akan dipertandingkan di SEA Games 2025,” imbuh Menpora Dito didampingi Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Korfball Seluruh Indonesia (PP PKSI) Rian Putra Utama.
“Jadi, saya menyambut dengan antusias kepengurusan baru dari korfball Indonesia yang sudah mempersiapkan kembali olahraga korfball serta pembinaannya. Karena akan dipertandingkan di SEA Games mendatang jadi fokus kami juga agar korfball bisa mendulang medalinya juga di SEA Games,” katanya dikutip kemenpora.go.id
Pemerintah dalam hal ini Kemenpora, akan selalu mendukung setiap cabang olahraga, terlebih cabor itu telah dipertandingkan di level Asean.
Untuk itu, Kemenpora menunggu roadmaps pelatnas jangka panjangnya.
“Pemerintah pastinya terus mendukung korfball Indonesia apalagi sudah dipertandingkan di SEA Games. Kita menunggu federasi untuk memberikan roadmapsnya dan rencana untuk pelatnas jangka pendeknya, jangka panjangnya menuju SEA Games,” urai Menpora.
“Jadi, tugas kami mempersiapkan kepelatihannya dan pembinaan dan jika korfball mengadakan evennya pasti kita akan mensupport,” tegas Menpora Dito.
Di Indonesia korfball juga dikenal sebagai bola keranjang. Olahraga ini bisa dibilang hampir sama dengan bola basket.
Namun, yang membedakan yakni dalam komposisi pemainnya. Yakni, terdiri dari empat orang putri dan empat orang putra dalam satu tim, jadi dalam satu tim ada delapan orang.
Olahraga ini tidak ada dribble namun hanya passing. Untuk tiangnya sendiri menggunakan keranjang dan tidak ada papan pantul, dengan tinggi tiang tiga setengah meter.
“Tadi sempat mencoba memasukkan bola sedikit susah ya, karena mungkin terbiasa dengan bola basket dimana ada dinding sebagai pemantulnya kalau disini tidak ada jadi benar-benar mengukurnya fokus kepada keranjangnya,” komentar Menpora Dito usai mencoba shooting korfball.
SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi penyelenggaraan…
SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Referensi (HR) minyak kelapa sawit mentah (crude palm…
SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR)…
SATUJABAR, JAKARTA - Enam pemuka agama akan memimpin doa bersama pada acara Zikir dan Doa…
SATUJABAR, TAIPEI – Taipei Open 2026 atau YONEX Taipei Open 2026 digelar 28 Juli hingga…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga BBM atau bahan bakar minyak Pertamina area Jawa Barat per Sabtu…
This website uses cookies.