Berita

Bupati Sumedang Tegaskan Dukung Program Tiga Juta Rumah

BANDUNG – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menghadiri Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Perumahan Perdesaan yang digelar di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2025). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dony didampingi oleh Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Sumedang, Andri Indra.

Rakortek ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah pusat dan daerah dalam upaya mempercepat realisasi Program Pembangunan Tiga Juta Rumah. Kegiatan dibuka oleh Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, dan diisi dengan arahan dari sejumlah menteri serta pejabat eselon I terkait kebijakan pembangunan perumahan dan permukiman nasional.

Sebanyak 221 kepala daerah dari 30 provinsi turut menghadiri rapat ini. Salah satu agenda penting adalah penyerahan penghargaan kepada para pihak yang dianggap berkontribusi aktif dalam pengembangan sektor perumahan, terutama di wilayah perdesaan.

Bupati Dony menyambut baik pelaksanaan Rakortek dan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mendukung kebijakan nasional di sektor perumahan. Ia menilai Program Tiga Juta Rumah sejalan dengan prioritas pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja informal.

“Hunian yang sehat dengan sanitasi yang baik menjadi pondasi bagi tumbuhnya keluarga yang kuat, anak-anak yang sehat, dan generasi yang unggul. Program ini sangat relevan bagi Sumedang,” ujar Dony melalui keterangan resmi.

Ia berharap Rakortek dapat menyelaraskan langkah antara pusat dan daerah dalam membangun perumahan yang layak huni, terjangkau, dan berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan sosial dan ekonomi bangsa.

Sementara itu, Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah menyampaikan bahwa Program Tiga Juta Rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan berjalan optimal mulai tahun 2026, mengingat APBN 2025 masih menggunakan kerangka kebijakan dari pemerintahan sebelumnya.

“APBN saat ini masih warisan Presiden Jokowi. APBN era Presiden Prabowo baru akan dibahas mulai 16 Agustus 2025 dan efektif berlaku tahun 2026,” jelas Fahri.

Ia menambahkan, alokasi anggaran sektor perumahan pada APBN 2025 masih terbatas, yaitu sekitar Rp850 miliar untuk renovasi 35.000 unit rumah. Untuk itu, Fahri mendorong pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah konkret dalam menyambut program nasional ini.

“Ini saatnya daerah bersiap menyerap anggaran besar yang akan digelontorkan oleh pemerintah pusat,” tegasnya.

Editor

Recent Posts

Kasus Perampokan di Bogor, 2 Mayat Korban WNA Asal Pakistan Ditemukan di Kabupaten Bandung Barat

SATUJABAR, BANDUNG--Polisi menemukan dua mayat laki-laki dan perempuan di dalam mobil terpakir di halaman rumah…

14 jam ago

Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia dan Negara Lain, Ini Respon Pemerintah

SATUJABAR, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi melalui Saudi Food and Drug Authority (SFDA) menetapkan larangan…

14 jam ago

Sambut Momen Idulfitri 1447 H, bank bjb Optimalkan Layanan Kantor dan Digital Banking di Seluruh Wilayah

BANDUNG - Menyambut momen Idulfitri 1447 Hijriah, bank bjb memastikan kesiapan penuh dalam mendukung kebutuhan…

14 jam ago

Timnas U-20: Nova Panggil 28 Pemain Masuk TC

SATUJABAR, JAKARTA - Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto memanggil 28 pemain untuk mengikuti pemusatan…

15 jam ago

Pria Paruh Baya di Cianjur Tewas Dianiaya Tetangga Perkara Nyuri 2 Labu Siam

SATUJABAR, CIANJUR--Hanya perkara dua buah labu siam yang diambilnya tanpa izin, seorang pria paruh baya…

15 jam ago

Berstatus PMDN, Polytama Kedepankan Compliance Regulasi dan Manfaat bagi Masyarakat

SATUJABAR, INDRAMAYU - PT Polytama Propindo, produsen resin polipropilena terkemuka di Indonesia, sebagai perusahaan Penanaman…

17 jam ago

This website uses cookies.