Berita

Bupati Sumedang: Bendung Rengrang Tidak Mangkrak!

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan bahwa ini bukan proyek mangkrak. Kendalanya adalah pergerakan tanah sehingga desain teknis harus beberapa kali direvisi.

SATUJABAR, SUMEDANG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meminta kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat penyelesaian Bendung Rengrang yang hingga kini belum berfungsi optimal akibat kendala pergerakan tanah dan longsor.

Bendung Rengrang ini membendung Sungai Cipeles di Desa Cijambe, Paseh yang menjadi batas alam Kecamatan Paseh dengan Situraja. Bendung ini dibangun merupakan kompenasi dari Bendungan Jatigede dan diperuntukan untuk pengairan lebih dari 3.000 hektare sawah di kawasan Kecamatan Paseh, Congeang sampai Ujungjaya.

Bendung Rengrang dibangun sejak 2016. Akan tetapi, meski badan utama bendung telah rampung sejak 2019, jaringan distribusi air belum dapat difungsikan karena beberapa kali terdampak longsoran.

“Ini bukan proyek mangkrak. Kendalanya adalah pergerakan tanah sehingga desain teknis harus beberapa kali direvisi. Kami berharap Kementerian PUPR dapat mempercepat penyelesaiannya agar bendung ini segera memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Bupati Dony dikutip dari laman Pemkab Sumedang.

Dony meninjau langsung Bendung Rengrang bersama Sekda, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian, camat, serta kepala desa, Rabu (5/8/2026).

Sambil menunggu penyelesaian proyek secara permanen, kata bupati, Pemkab Sumedang bersama BBWS sepakat melakukan sejumlah langkah percepatan, mulai dari penanganan titik longsor, penyediaan pompa air, pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), hingga pemanfaatan air bendung sebagai sumber air baku.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin petani terus menunggu. Air yang telah tersedia di bendung harus mulai dimanfaatkan agar mampu membantu petani menghadapi musim kemarau. “Mudah-mudahan petani yang sebelumnya hanya panen satu kali bisa meningkat menjadi dua bahkan tiga kali dalam setahun. Ini akan berdampak pada peningkatan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa Bendung Rengrang merupakan salah satu bentuk kompensasi pembangunan Bendungan Jatigede bagi petani Sumedang. “Kalau Bendung Rengrang ini selesai, sekitar 3.000 hektare sawah akan terairi. Karena itu kami berharap ada percepatan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” katanya.

BACA JUGA: Penduduk Miskin Jawa Barat Maret 2026 Sebanyak 6,54 Persen

Editor

Recent Posts

Kinerja Industri Pengolahan Nonmigas Kinclong Didorong SBIN

SATUJABAR, JAKARTA - Kinerja industri pengolahan nonmigas (IPNM) kembali menunjukkan performa yang impresif pada triwulan…

15 menit ago

Fun Asia Expo 2026, Wamenpar: Hadirkan Inovasi Industri Rekreasi Keluarga

Fun Asia Expo 2026 berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada 5–6 Agustus 2026 ini diikuti…

20 menit ago

Jalan Tol Depok–Antasari–Salabenda Didukung Penuh Pemkab Bogor

Jalan Tol Depok–Antasari–Salabenda ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2028 yang diharapkan semakin menunjang konektivitas daerah.…

26 menit ago

Distribusi Pupuk di Garut, Bupati Minta Diawasi Ketat

Distribusi pupuk bersubsidi di Garut hingga akhir Juli 2026 mencapai sekitar 50 persen dari total…

36 menit ago

Jalan Baru Poros Bangbayang-Dayeuhluhur Sumedang Dibuka

SATUJABAR, SUMEDANG - Jalan baru poros Bangbayang-Dayeuhluhur dibuka penggunaannya. Jalan penghubung Desa Bangbayang, Situraja dengan…

51 menit ago

TPST Tegalega Siap Produksi Briket RDF Bernilai Tambah

SATUJABAR, BANDUNG - TPST Tegalega didorong agar tidak hanya menghasilkan Refuse Derived Fuel (RDF) curah,…

1 jam ago

This website uses cookies.