Berita

BRIN Ubah Gas Metana TPA Jadi Sumber Energi

SATUJABAR, TANGERANG SELATAN – Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pemanenan gas metana dari tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah sebagai sumber energi alternatif bagi masyarakat. Teknologi ini dirancang sederhana dan mudah diterapkan sehingga berpotensi digunakan di berbagai daerah.

Peneliti Ahli Utama BRIN, Sri Wahyono mengatakan, teknologi tersebut dikembangkan berdasarkan pengalaman lapangan serta kolaborasi dengan pengelola TPA di sejumlah daerah, termasuk Malang. Hal itu disampaikan dalam BRIN Enviro Talk ke-55, Jumat (22/5/2026) seperti dikabarkan Humas BRIN.

“Teknologi ini memanfaatkan peralatan sederhana, seperti pipa, suction blower, dan unit pemurnian gas. Gas metana yang terkumpul dapat digunakan sebagai bahan bakar kompor maupun sumber energi untuk generator yang dimodifikasi agar dapat menghasilkan listrik dari gas metana TPA,” ujar Sri.

Pengembangan teknologi diawali dengan studi lapangan untuk mengidentifikasi karakteristik timbunan sampah dan kandungan gas metana di lokasi TPA. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak untuk memprediksi potensi gas sekaligus menentukan titik optimal pemasangan sumur gas.

Pemasangan sumur dilakukan secara horizontal maupun vertikal dengan jarak tertentu yang disesuaikan dengan kondisi timbunan sampah. Dalam proses instalasi, tim juga menghadapi tantangan lingkungan TPA yang bersuhu tinggi dan berbau menyengat.

Gas metana yang terkumpul dialirkan melalui jaringan pipa dan disedot menggunakan suction blower karena tekanan gas relatif rendah. Sebelum dimanfaatkan, gas terlebih dahulu dimurnikan untuk mengurangi kandungan air, karbon dioksida, dan hidrogen sulfida agar lebih aman digunakan.

Saat ini, gas metana hasil pemanenan dimanfaatkan untuk kebutuhan bahan bakar memasak masyarakat sekitar maupun operasional internal pengelola TPA. Selain itu, gas tersebut juga dapat digunakan untuk pembangkit listrik skala kecil, meski kestabilan pasokan masih menjadi tantangan.

Sri menjelaskan bahwa pengembangan teknologi pemanenan gas metana dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari identifikasi potensi gas, penentuan lokasi sumur, pemasangan instalasi, pengaliran gas menggunakan suction blower, hingga proses pemurnian sebelum dimanfaatkan sebagai sumber energi.

“Teknologi ini sebenarnya sederhana, tetapi telah terbukti dapat dimanfaatkan di beberapa tempat pemrosesan akhir (TPA) dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” tutup Sri.

Editor

Recent Posts

Kasus ‘Yogi Starlink’, Menkomdigi: Hormati Proses Hukum, Tapi Perlu Pembinaan

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital…

11 jam ago

Kemenhut Jatuhkan Sanksi 6 Perusahaan Terkait Karhutla

JAKARTA - Kementerian Kehutanan menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan…

11 jam ago

ChocoRun 2026 Dorong Perempuan Aktif di Kota Bogor Jaga Kesehatan

BOGOR - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim…

13 jam ago

PSO BRT Capai Rp56 Miliar, Tunggu Kesepakan Daerah

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan anggaran hingga sekitar Rp56 miliar untuk mendukung operasional…

13 jam ago

Layanan Isbat Nikah Gratis di Kabupaten Bogor

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk,…

13 jam ago

Agribisnis Kabupaten Bogor Menggeliat di Pasar Hewan Jonggol

JONGGOL – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Dikanak) dan arahan Bupati Bogor,…

13 jam ago

This website uses cookies.