Gudang beras.(Foto: Kementan)
SATUJABAR, JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong pemanfaatan teknologi nuklir untuk sektor pangan. Melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN), BRIN bersama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (BULOG) menjajaki penerapan teknologi iradiasi guna meningkatkan mutu dan daya simpan beras dalam jangka panjang.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui kunjungan teknis dan diskusi di fasilitas Akselerator Elektron Energi Tinggi (AEET) BRIN, kawasan GA Siwabessy, Tangerang Selatan, pada Rabu (8/4). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan strategis antara pimpinan BRIN dan BULOG pada Februari 2026 dalam rangka memperkuat sinergi riset dan inovasi untuk ketahanan pangan nasional.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan BULOG bersama jajaran BRIN meninjau langsung fasilitas AEET untuk memahami proses iradiasi berbasis akselerator elektron. Para peserta mengamati sistem konveyor, ruang iradiasi, hingga mekanisme operasional peralatan, sekaligus mendapatkan penjelasan terkait prinsip kerja dan kapasitas teknologi tersebut.
Tak hanya peninjauan teknis, kedua pihak juga menggelar diskusi mendalam terkait potensi implementasi teknologi iradiasi pada komoditas beras. Pembahasan mencakup aspek spesifikasi teknis, estimasi biaya, analisis teknoekonomi, hingga peluang integrasi dalam sistem logistik pangan BULOG.
Kepala ORTN BRIN, Syaiful Bahkri, menegaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari komitmen BRIN dalam menghadirkan solusi berbasis riset untuk menjawab tantangan nasional. Ia menyampaikan bahwa teknologi iradiasi memiliki potensi besar dalam menjaga kualitas beras selama penyimpanan.
“Melalui kolaborasi dengan BULOG, kami berharap teknologi ini dapat diimplementasikan secara nyata untuk meningkatkan kualitas dan daya simpan beras, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya dilansir laman BRIN.
Dari sisi BULOG, Direktur SDM dan Transformasi Sudarsono Hardjosoekarto menekankan pentingnya inovasi teknologi dalam pengelolaan logistik pangan modern. Menurutnya, teknologi iradiasi dapat menjadi solusi strategis untuk menjaga mutu beras selama proses penyimpanan dan distribusi.
“Dengan umur simpan yang lebih panjang dan kualitas yang tetap terjaga, BULOG dapat memperkuat manajemen stok dan distribusi. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional,” jelasnya.
Senada dengan itu, Kepala Divisi Logistic Supply Chain BULOG, Joko Suryono, menilai teknologi ini memiliki peluang besar untuk diintegrasikan ke dalam sistem logistik BULOG, meski masih memerlukan kajian lanjutan agar implementasinya optimal.
Sebagai tindak lanjut, BRIN dan BULOG akan melakukan pendalaman kajian teknis dan teknoekonomi, menyusun draft Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta mengidentifikasi kebutuhan uji coba pada komoditas beras. Koordinasi dengan operator fasilitas juga akan diperkuat guna memastikan kesiapan implementasi di lapangan.
Melalui sinergi ini, BRIN dan BULOG diharapkan mampu menghadirkan inovasi teknologi yang aplikatif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran teknologi nuklir dalam mendukung sistem logistik pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
SATUJABAR, JAKARTA - Tiongkok merupakan tujuan utama ekspor sarang burung walet Indonesia dengan pangsa 80,15…
SATUJABAR, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, kejadian anak yang hampir tertukar karena…
SATUJABAR, BANDUNG – Sepertinya akan ada tongkat estafet di tubuh Manchester City antara pemain Bernardo…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas batangan Antam Selasa 14/4/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual…
Proyek PLTP Lahendong Bottoming Unit merupakan pengembangan pembangkit yang memanfaatkan teknologi binary (bottoming cycle). Teknologi…
Disdikbud Kuningan berharap pelajar tidak hanya mengasah kreativitas di bidang fotografi, tetapi juga semakin mengenal…
This website uses cookies.