Berita

Bobol Brankas dan Sekap Petugas SPBU di Garut, 3 Residivis Diringkus

SATUJABAR, GARUT — Tiga orang residivis yang membobol brankas berisi uang tunai Rp.200 juta milik SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, berhasil diringkus polisi. Ketiga tersangka beraksi malam, setelah terlebih dahulu menyekap petugas SPBU saat aktivitas sedang sepi.

Ketiga tersangka diringkus Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Garut, sepekan setelah melakukan aksi kejahatannya. Ketiga tersangka, yakni berinisial AF, warga Kabupaten Bogor, AN, warga Kabupaten Bandung, dan AS, warga Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Menurut Kapolres Garut, AKBP M. Fajar Gemilang, ketiga tersangka merupakan residivis dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas). Selepas keluar dari penjara, mereka kembali melakukan aksi kejahatannya di SBPU (stasiun pengisian bahan bakar umum) di wilayah Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, membobol brankas berisi uang dengan terlebih dahulu menyekap petugas SPBU.

“Tiga tersangka merupakan residivis, bagian dari lima orang komplotan spesialis curas, dua lagi masih DPO (daftar pencarian orang. Mereka sudah beraksi dibeberapa kota dan luar Provinsi Jawa Barat,” ujar Fajar, dalam keterangan pers di Markas Polres (Mapolres) Garut, Senin (28/10/2024).

Fajar mengatakan, selepas keluar dari penjara, para tersangka kembali menjalankan aksi kejahatannya, dan Kabupaten Garut sebagai target sasaran. Para tersangka beroperasi malam dan menemukan lokasi SPBU di wilayah Kecamatan Cilawu.

“Para tersangka mendatangi SPBU saat aktivitas sedang sepi. Mereka mengancam petugas SPBU dengan ditodong pistol dan senjata tajam untuk menunjukkan tempat menyimpan brankas uang,” ungkap Fajar.

Para tersangka kemudian membongkar brankas, setelah terlebih dahulu menyekap petugas SPBU. Para tersangka membawa kabur uang tunai Rp.200 juta dari dalam brankas.

Para tersangka diamankan berikut barang bukti kendaraan, senjata tajam yang digunakan, dan brankas. Sementara uang Rp.200 juta sudah habis digunakan dibagi rata oleh para tersangka.

Para tersangka dijerat Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), tentang Pencurian dengan Kekerasan. Para tersangka yang kembali akan mendekam di dalam penjara, terancam hukuman pidana paling singkat 9 tahun.(chd).

Editor

Recent Posts

Festival Film Bandung 2026 Umumkan Nominasi

SATUJABAR, BANDUNG - Forum Film Bandung (FFB) resmi mengumumkan daftar nominasi Film dan Narafilm Terpuji…

30 menit ago

Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bela Timnas

SATUJABAR, JAKARTA - Luke Vickery atau nama lengkapnya Luke Anthony Vickery resmi menyandang status sebagai…

37 menit ago

20 Tahun Tsunami Pangandaran, Kepala BMKG: Perkuat Upaya Mitigasi dan Peringatan Dini

SATUJABAR, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar webinar bertajuk “A 20 Years…

9 jam ago

Nunggu 28 Tahun, Blok LNG Abadi Masela Mulai Digarap

SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied…

9 jam ago

Japan Open 2026: Putri KW Melaju ke 8 Besar

SATUJABAR, JAKARTA – Japan Open 2026 berlangsung 14-19 Juli 2026 di arena Tokyo Metropolitan Gymnasium.…

9 jam ago

Mahasiswi Unisba Hilang, Keluarga Terakhir Kontak Senin 13 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Mahasiswi Universitas Islam Bandung (Unisba), bernama Maimanati Mutmainnah, dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumahnya di…

13 jam ago

This website uses cookies.