Gaya Hidup

Benarkan Pare Bisa Mengontrol Gula Darah?

SATUJABAR, BANDUNG – Sayuran pare atau kerap dikenal sebagai paria atau bitter melon, memang dapat membantu mengontrol gula darah, terutama bagi penderita diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 2 adalah kondisi kronis di mana tubuh tidak bisa menggunakan insulin secara efektif (resistensi insulin) atau tidak cukup menghasilkan insulin, sehingga kadar gula (glukosa) dalam darah menjadi tinggi.

Hal ini karena pare mengandung beberapa senyawa aktif yang memiliki efek seperti insulin, yang membantu menurunkan kadar glukosa dalam darah.

 

Berikut beberapa alasan kenapa pare bisa bermanfaat untuk gula darah:

  1. Mengandung senyawa mirip insulin

Pare mengandung charantin, polipeptida-P, dan senyawa seperti vicine, yang terbukti memiliki efek hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah). Polipeptida-P disebut-sebut memiliki efek seperti insulin alami.

 

  1. Meningkatkan penggunaan glukosa

Beberapa studi menunjukkan bahwa pare dapat membantu sel-sel tubuh lebih efisien dalam menggunakan glukosa, sehingga kadar gula darah bisa lebih stabil.

 

  1. Menghambat penyerapan glukosa di usus

Ekstrak pare dapat memperlambat penyerapan gula dari makanan di saluran pencernaan.

 

Tapi, penting untuk diperhatikan:

Pare bukan pengganti obat diabetes. Jika kamu atau seseorang sedang mengonsumsi obat antidiabetes, jangan hentikan obat tanpa konsultasi dokter.

Mengonsumsi terlalu banyak pare (terutama dalam bentuk jus mentah) bisa menyebabkan efek samping, seperti gangguan pencernaan atau menurunkan gula darah secara berlebihan (hipoglikemia).

Jika kamu sedang hamil atau menyusui, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi pare dalam jumlah besar atau suplemen pare.

 

Cara konsumsi yang umum:

Ditumis atau dimasak sebagai sayur

Dijadikan jus (meskipun rasanya sangat pahit)

Suplemen atau ekstrak pare (biasanya dalam bentuk kapsul)

 

*Tulisan ini hanya sumber awal. Informasi detil bisa konsultasikan ke dokter Anda langsung.

Editor

Recent Posts

Polresta Bandung Musnahkan Miras dan Knalpot Brong Barang Bukti Hasil Razia

SATUJABAR, BANDUNG--Barang bukti ribuan botol minuman keras (miras) dan knalpot brong atau bising, hasil razia…

3 jam ago

Mudik Lebaran 2026, Prediksi 3,5 Juta Kendaraan Puncak Arus Mudik 18 Maret dan Arus Balik 24 Maret

SATUJABAR, BANDUNG--Jutaan kendaraan akan memadati jalanan menuju ke berbagai daerah kampung halaman saat memasuki mudik…

7 jam ago

Pertamina Patra Niaga Siap Layani Kebutuhan Energi Masyarakat di Rest Area KM 57 Tol Jakarta – Cikampek

SATUJABAR, KARAWANG – Sebagai rest area dengan lalu lintas pemudik yang tinggi di jalur Tol…

7 jam ago

Waspadai Hoaks Mudik Gratis Gentayangan

SATUJABAR, JAKARTA - Menjelang Lebaran, Kementerian Komunikasi dan Digital meningkatkan upaya untuk menekan hoaks mudik…

8 jam ago

Angkutan Lebaran 2026: Operasional Whoosh 62 Perjalanan Per Hari

SATUJABAR, JAKARTA - Memasuki masa Angkutan Lebaran 2026, KCIC memastikan layanan kereta cepat Whoosh kembali…

8 jam ago

Pantau CCTV Arus Mudik, Kunjungi : mudik.pu.go.id

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menghadirkan platform digital informasi mudik Lebaran…

8 jam ago

This website uses cookies.