Atlet kickboxing nasional, Viona Amalia Adinda Putri (tengah) berfoto bersama Menpora Erick Thohir (kiri) dan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman.(Foto: KONI Pusat)
SATUJABAR, JAKARTA – Atlet kickboxing nasional, Viona Amalia Adinda Putri memutuskan untuk mengungkap dugaan kekerasan seksual yang dialaminya. Dia berani membongkar kasus tersebut dengan harapan hal serupa tak terjadi lagi di lingkungan olahraga.
Keputusan tersebut tidak diambil dengan mudah karena sejak awal Viona mengaku diliputi rasa malu dan takut untuk berbicara. Dia mulanya sudah berupaya membuat pengaduan melalui jalur internal federasi, namun dinilai tidak memberikan perlindungan yang ia harapkan.
“Saya sudah buat pengaduan bersurat ke PP KBI, lalu saya juga terus melakukan follow-up lewat WhatsApp dan telepon sampai akhirnya dibentuk tim kode etik,” ujar Viona seperti dikabarlam halaman Kemenpora.
Namun, menurutnya proses tersebut tidak menghasilkan penyelesaian yang diinginkan. Karena merasa tidak mendapatkan perlindungan, Viona akhirnya memutuskan membawa kasus tersebut ke ranah hukum dengan melaporkan terduga pelaku ke pihak Kepolisian. Sebelumnya, dia juga sempat menyampaikan laporan kepada KONI daerah.
Peristiwa yang Viona laporkan disebut terjadi saat dirinya sedang menjalani masa latihan intensif. Dalam kondisi fokus mempersiapkan diri sebagai atlet, Viona mengaku mengalami perlakuan tidak pantas dari pelaku.
Viona mengaku keputusan untuk berbicara seperti ini bukanlah hal mudah. Pada awalnya dia merasa malu dan tidak memiliki keberanian untuk membuka diri sebagai korban. Karena itu, dia memilih melaporkan kejadian tersebut secara internal terlebih dahulu.
“Jujur awalnya saya malu dan tidak punya keberanian. Makanya saya hanya lapor secara internal (federasi) saja secara prosedur,” katanya.
Dalam proses pelaporan ke Kepolisian, Viona mengaku menjalani semuanya sendirian tanpa pendamping kuasa hukum. Viona mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bentuk menjaga harga diri dan memperjuangkan keadilan.
Lebih lanjut, Viona berharap pengalamannya dapat menjadi pelajaran bagi atlet perempuan lainnya untuk berani menjaga diri dan tidak ragu melapor jika mengalami hal serupa.
“Saya minta tolong kepada atlet perempuan untuk jaga diri masing-masing. Jangan ragu untuk melapor. Mungkin kejadian seperti ini banyak, tapi jarang yang tidak mau bicara,” kata Viona.
Viona juga menegaskan bahwa prestasi dalam olahraga tidak boleh dibayar dengan mengorbankan harga diri dan martabat. “Jangan pernah menukar prestasi dengan harga diri dan martabat kalian,” pungkasnya.
SATUJABAR, CIREBON--Polresta Cirebon, Jawa Barat, berhasil membongkar pabrik uang palsu (palsu). Upal senilai 12 miliar…
SATUJABAR, JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti meninjau harga dan stok barang kebutuhan…
SATUJABAR, BANDUNG--Memasuki H-4 mudik Lebaran 2026, sebanyak 70 ribu lebih kendaraan masuk wilayah Bandung dari…
SATUJABAR, JAKARTA - masyarakat yang akan menempuh perjalanan mudik pada Lebaran 2026 diimbau memanfaatkan Jalur…
SATUJABAR, JAKARTA – Arus lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek pada H-10 s.d H-6 libur Hari…
SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan tarif…
This website uses cookies.