Berita

Antisipasi Bencana, BNPB Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca di Bandung Raya

SATUJABAR, BANDUNG–Cuaca ekstrem dalam fase peralihan musim di wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin, memicu terjadinya bencana banjir dan kerusakan infrastruktur. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), untuk menekan risiko dampak hidrometeorologi yang makin meluas.

Menurut Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Kapusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kolonel Inf. Hery Setiono, kondisi cuaca di wilayah Indonesia saat ini berada pada fase tidak menentu. Fase memasuki peralihan musim, dari hujan ke musim kemarau panjang.

Disaat wilayah lain sudah memasuki kemarau, di sejumlah titik di Jawa Barat justru dilanda bencana banjir. Tidak terkecuali di wilayah Bandung Raya.

“Kami mencermati dinamika cuaca sangat fluktuatif. Fokus saat ini adalah penguatan koordinasi lintas wilayah antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan pemerintah Kabupaten dan Kota,” ujar Hery dalam keterangannya di Bandung, Jum’at (17/04/2026).

Hery mengatakan, salah satu titik krusial yang menjadi perhatian kawasan Panyadap, Kabupaten Bandung. Berdasarkan laporan di lapangan, kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut masuk dalam kategori serius.

Proses pemulihan tetap bersandar pada pembagian kewenangan antarlembaga. Penanganan fisik pada aliran sungai, misalnya, tetap menjadi ranah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Untuk aspek pembiayaan dan perbaikan infrastruktur yang mendesak, pemerintah daerah dapat segera berkoordinasi, melalui bupati dengan pertimbangan teknis yang matang. Semua langkah harus tetap berada dalam koridor regulasi yang berlaku,” kata hery.

Hery memastikan, cuaca ekstrem dengan curah hujan disertai angin, yang diprediksi akan terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan, BNPB telah menggulirkan program strategis, berupa modifikasi cuaca. Langkah ini diambil untuk memecah konsentrasi awan hujan sebelum mencapai wilayah-wilayah rawan, terutama di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) di wilayah Bandung Raya, dan sekitarnya.

Beberapa poin utama dalam strategi penanganan saat ini, difokuskan pada titik dengan risiko dampak terbesar meminimalisir kerugian materiil maupun korban jiwa. BNPB mendorong pemerintah daerah untuk lebih proaktif dan berdaulat dalam manajemen bencana di wilayah masing-masing.

Selanjutnya, pelaporan kondisi terkini dilakukan secara berkala kepada pihak terkait demi pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan akurat. Pemerintah berharap melalui integrasi antara teknologi modifikasi cuaca dan kesiapsiagaan pemerintah daerah, dampak bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Barat lebih bisa terkendali.

Editor

Recent Posts

China Open 2026: Raymond/Joaquin Melaju ke 16 Besar

SATUJABAR, BANDUNG – China Open 2026 digelar pada 21 hingga 26 Juli 2026. Turnamen papan…

4 jam ago

Indonesia Masuki Ekosistem Hidrogen, Bus Diesel Damri Modif Hidrogen Meluncur

SATUJABAR, JAKARTA - Indonesia memasuki ekosistem hidrogen dengan kehadiran armada bus diesel yang dimodifikasi serta…

5 jam ago

Bridgestone Indonesia Sambangi Kantor Kemendag, Optimalisasi Ekspor Ban

Bridgestone Indonesia menghadapi tantangan ekspor ke Uni Eropa akibat penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR).…

5 jam ago

Kabar PT Samwon Busana Indonesia Tutup Unit Jepara, Ini Klarifikasi Kemenperin

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan klarifikasi resmi sekaligus mengambil langkah cepat responsif menanggapi…

5 jam ago

Tim Densus 88 Antiteror Polri Tangkap Terduga Teroris di Ciamis

SATUJABAR, CIAMIS--Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang pria di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.…

7 jam ago

Air Danau Toba Susut? Ini Penjelasan BRIN

Air Danau Toba susut menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akibat faktor yang berbeda-beda…

8 jam ago

This website uses cookies.