Gubenur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.(Foto:Istimewa).
SATUJABAR, GARUT — Anak-anak korban insiden ledakan amunisi afkir, di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, akan menjadi anak angkat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Tanggungan biaya hidup dan pendidikannya hingga kuliah, akan diambilalih Dedi Mulyadi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut saat ini sedang menginvetarisasi anak-anak dari para korban insiden ledakan amunisi afkir, sudah tidak layak pakai, atau kadaluarsa, yang terjadi di area dijadikan tempat pemusnahan amunisi afkir, di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Senin (12/05/2025) lalu. Mereka semua akan dijadikan anak angkat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
“Saya sudah minta pak camat, tempat para korban ledakan tinggal, untuk mendata anak-anaknya. Proses inventarisasi anak-anak para korban, saat ini sedang dilakukan,” ujar Bupati Garut, Syakur Amin, kepada wartawan di Garut, Kamis (15/05/2025).
Syakur memastikan, sembilan orang warga sipil yang menjadi korban tewas dalam insiden ledakan amunisi afkir, yang terjadi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, merupakan warganya. Sementara empat korban dari TNI AD, adalah prajurut dari kesatuan Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) III Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat (Puspalad), Jakarta.
“Alhamdulillah, seluruh korban sudah teridentifikasi, diserahkan kepada keluarganya masing-masing, dan sudah dimakamkan. Pemkab Garut diperintahkan untuk mendata anak-anak para korban, karena Pak Gubernur, Pak Dedi Mulyadi akan menjadikannya anak angkat,” ungkap Syakur
Syakur menjelaskan, Dedi Mulyadi menjanjikan akan menanggung biaya hidup anak-anak korban yang belum berkeluarga, termasuk biaya pendidikannya hingga kuliah. Selain itu, keluarga korban yang ditinggalkan, juga mendapatkan uang santunan masing-masing Rp. 50 juta dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
Uang santuan bagi keluarga korban juga mengalir dari berbagai pihak. Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan dan Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Dadang Arif, juga bersama-sama memberikan uang santunan saat mengunjungi keluarga korban. Begitupun dengan Pemkab Garut.
Nama-nama ke-13 korban:
Mabes TNI AD memastikan, tim masih melakukan investigasi mendalam terkait insiden ledakan, sudah meminta keterangan saksi-saksi, ada 21 orang dari masyarakat sipil, dan 25 orang dari unsur TNI. Tim masih melakukan pencocokkan keterangan para saksi, dikaitkan dengan fakta-fakta yang ditemukan tim di lapangan.(chd)
SATUJABAR, GARUT--Bocah berusia 9 tahun bernama Robi, yang dilaporlkan hilang di Sungai Cikandang, Kabupaten Garut,…
SATUJABAR, JAKARTA - Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) untuk penetapan…
SATUJABAR, JAKARTA - PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menyiapkan total 30.712 tempat duduk layanan…
SATUJABAR, JAKARTA – Sebuah pemandangan menakjubkan akan hadir ke tengah-tengah kita. Masyarakat dapat melihat salah…
SATUJABAR, JAKARTA - Timnas Indonesia akan berlaga di Turnamen FIFA Series™ 2026 yang berlangsung di…
SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Korps Lalu…
This website uses cookies.