Berita

Ada 200 Ribu Kendaraan Belum Balik ke Jakarta, Polres Karawang Siaga

SATUJABAR, KARAWANG–Pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 sudah resmi berakhir, namun masih banyak pemudik belum kembali ke tempat asalnya. Diperkirakan masih ada 200 ribu kendaraan belum balik ke Jakarta, sehingga pihak kepolisian tetap bersiaga.

Meski pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 sudah resmi berakhir, pihak kepolisian tidak lantas mengendurkan pengamanan. Jajaran Polres Karawang masih bersiaga di Rest Area KM 62-B Tol Jakarta-Cikampek (Japek), untuk mengantisipasi lonjakan arus balik gelombang kedua, pada akhir pekan.

Menurut Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, volume kendaraan dari arah Jawa menuju Jakarta sudah melandai, tapi masih ada gelombang arus balik kedua. Kondisinya jauh berbeda dengan situasi pada H+2 dan H+3 Lebaran sebagai puncak arus balik pemudik pada gelombang pertama.

“Kemarin saat puncak arus balik gelombang pertama, terjadi lonjakan.pada H+2 dan H+3. Total volume kendaraan sebanyak 7.200 per jamnya, naik hingga 50 persen dari lalu-lintas normal,” ujar Fiki dalam keterangannya, Jumat (27/03/2026).

Fiki mengungkapkan, pada periode puncak gelombang pertama tersebut, jajarannya sempat menerapkan rekayasa lalu-lintas berupa contraflow dua lajur, mulai dari Kilometer 70 hingga Kilometer 42 Tol Japek. Cara bertindak tersebut diterapkan secara situasional, untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Fiki memprediksi, gelombang kedua arus balik Lebaran baru akan terjadi pada akhir pekan, Sabtu (28/03/2026) dan Munggu (29/03/2026). Gelombang kedua arus balik bertepatan dengan berakhirnya masa libur sekolah dan sebagian pekerja yang melakukan perjalanan mudik lebih lama.

“Gelombang kedua aris balik Lebafan, baru akan terjadi pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Pemudik yang akan kembali ke Jabodetabek melalui Karawang, diperkirakan masih tersisa 200 ribu kendaraan yang belum melintas hingga saat ini,” ungkap Fiki

Untuk memastikan kelancaran arus lalu-lintas, Polres Karawang tetap melanjutkan pengamanan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). Langkah taktis tersebut diambil agar pemudik tetap merasa aman dan lancar dalam perjalanan, meski operasi utama kemanusiaan telah berakhir.

“Potensi lonjakan, yang harus dinanti hingga Minggu 29 Maret, karena masih ada sekitar 200 ribu kendaraan belum kembali ke Jakarta. Jadi, kami teruskan pengamanan dengan KRYD, meski Operasi Ketupat Lodaya sudah resmi berakhir, mengantisipasi puncak arus balik gelombang kedua agar pemudik bisa aman dan lancar tiba di rumah, untuk kembali beraktivitas,” jelas Fiki.

Editor

Recent Posts

Cemburu Hubungan Asmara Sesama Jenis, Pria Bacok Pria di Kuningan

SATUJABAR, KUNINGAN--Cemburu hubungan asmara sesama jenis, pria di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, membacok pria pasangannya.…

3 jam ago

Jafar/Felish Melaju ke 16 Besar Thailand Open 2026

SATUJABAR, BANGKOK – Jafar/Felish atau Jafar Hidayatullah/Felisha Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu melaju ke babak 16…

4 jam ago

Tragis! Cucu Mainkan Senapan Angin di Indramayu, Nenek Tewas Tertembak

SATUJABAR, INDRAMAYU--Bermain-main dengan senapan angin, seorang anak berusia 11 tahun di Indramayu, tanpa sengaja menembak…

5 jam ago

Elpiji 12 Kg Langka di NTT, SPPG Setop Produksi Sementara

SATUJABAR, JAKARTA – Elpiji 12 Kg langka di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebabkan sejumlah Satuan…

5 jam ago

Virus Hanta di Jakarta, Kontak Erat Dipantau 14 Hari

SATUJABAR, JAKARTA – Virus hanta di Jakarta, menurut Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, dirinya…

5 jam ago

Jasa Marga Siaga Penuh di Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

SATUJABAR, JAKARTA – Jasa Marga menyiagakan penuh seluruh infrastrukturnya menyambut libur panjang Hari Kenaikan Yesus…

5 jam ago

This website uses cookies.