Berita

86 Korban Longsor Cisarua Sudah Teridentifikasi, 64 Warga Setempat Pasca Tanggap Darurat Berakhir

SATUJABAR, BANDUNG–Status tanggap darurat bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, sudah dicabut, namun proses pencarian korban belum ditemukan tetap berlanjut. Sudah 101 bodypack (kantong jenazah) korban berhasil ditemukan dan dievakuasi, 86 jenazah korban diantaranya sudah berhasil diidentifikasi.

Operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, sudah memasuki hari keduapuluh, pada Kamis (12/02/2026). Operasi pencarian korban yang belum ditemukan tetap dilanjutkan, meski status tanggap darurat bencana sudah dicabut, dua pekan sejak kejadian bencana tanah longsor menerjang Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.

Tim SAR gabungan sudah berhasil menemukan dan mengevakuasi total sebanyak 101 bodypack (kantong jenazah) korban dari beberapa worksite sebagai titik pencarian. Seluruh bodypack sudah diserahkan ke Posko Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat, untuk proses identifikasi.

“Hingga hari keduapuluh ini, Tim SAR gabungan sudah menemukan dan mengevakuasi total sebanyam 101 bodypack. Seluruhnya sudah diserahkan ke Poso Tim DVI Polda Jawa Barat,” ujar SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana, dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (12/02/2026).

Ade Dian menjelaskan, dari total 101 bodypack, 86 jenazah korban sudah berhasil diidentifikasi. Proses identifikasi terhadap sisa jenazah masih terus diupayakan Tim DVI, untuk memastikan identitas korban yang sudah ditemukan tertimbun material longsor.

“Dari jenazah korban yang sudah teridentifikasi, sebanyak 64 bodypack dipastikan warga setempat. Sesuai daftar dilaporkan pemerintah desa, ada 80 orang warga Desa Pasirlangu hilang,” jelas Ade Dian.

Ade Dian memastikan, operasi pencarian korban belum ditemukan masih akan terus dilakukan dalam masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan. Operasi pencarian oleh Tim SAR gabungan dilakukan dengan pola terbatas.

Pasca status tanggap darurat berakhir, Basarnas bersama unsur gabungan tetap hadir mendampingi proses rehabilitasi, rekontruksi, hingga pemulihan. Basarna tetap hadir di lapangan, termasuk memperbarui informasi dan penemuan korban baru yang berhasil ditemukan Tim SAR gabungan.

Editor

Recent Posts

Kapolri: Pemain Judi Online Banyak Kalangan Pelajar dan Mahasiswa!

SATUJABAR, BOGOR--Perkembangan tekhnologi informasi menjadi tantangan di era digitalisasi. Salah satu dampaknya, dimanfaatkan pelaku kejahatan…

4 jam ago

Gercep! 2 Penjual dan Pemasok Miras Oplosan di Subang Diringkus

SATUJABAR, SUBANG--Polisi bergerak cepat mengungkap peredaran minumas keras (miras) oplosan di Kabupaten Subang, Jawa Barat,…

8 jam ago

Pesta Miras Oplosan di Subang, 9 Orang Tewas

SATUJABAR, SUBANG--Pesta minuman keras (miras) oplosan menelan korban jiwa, terjadi di Kabupaten Subang, Jawa Barat.…

8 jam ago

Jubir: Kemenperin Sudah Copot Jabatan Tersangka Kasus Dugaan Penyimpangan Ekspor CPO dan POME Bulan Lalu

SATUJABAR, JAKARTA – Kejaksaan Agung sudah menetapkan 11 tersangka kasus dugaan penyimpangan ekspor Crude Palm…

12 jam ago

Harga Emas Terbaru! Harga Emas Kamis 12/2/2026 Rp 2.947.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Antam Kamis 12/2/2026 dikutip dari situs aneka tambang dijual Rp…

12 jam ago

Wamedag Apresiasi Produk Fesyen Indonesia yang Makin Berkualitas

SATUJABAR, JAKARTA – Produk fesyen Indonesia makin diterima dan diminati di pasar internasional, ungkap Wakil…

13 jam ago

This website uses cookies.