Berita

210 Ribu Siswa Diterima Di Sekolah Negeri-Swasta SPMB Jabar Tahap Satu

SATUJABAR, BANDUNG–Tahap pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025, jenjang SMA, SMK, dan SLB di Jawa Barat, resmi ditutup. Dari jumlah pendaftar mencapai 373.311 orang, sebanyak 210.910 orang dinyatakan diterima sebagai peserta didik di sekolah negeri dan swasta.

Sebanyak 373.311 pendaftar pada tahap pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025, jenjang SMA, SMK, dan SLB, di Jawa Barat, memilih sekolah negeri 370.115 orang dan sekolah swasta 3.196 orang.

Animo tinggi para pedaftar, atau calon siswa, tidak sebanding dengan jumlah kuota yang tersedia. Jumlah kuota dibatasi hanya 210.912 siswa, masing-masing sekolah negeri sebanyak 204.676 siswa, dan sekolah swasta 6.236 siswa.

Tahap pertama SPMB 2025 di Jawa Barat, diklaim berjalan optimal. Sebanyak 210.910 orang berhasil diterima sebagai peserta didik, terdiri dari 204.676 siswa di sekolah negeri, dan 6.234 siswa di sekolah swasta.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat, Purwanto, menjanjikan, tetap membuka ruang aduan bagi masyarakat yang merasa mengalami dan menemukan kejanggalan dalam proses seleksi. Namun, pengaduan yang diajukan harus dilengkapi dengan bukti-bukti data yang valid.

“Jika merasa dan menemikan ada kejanggalan, pendaftar diimbau mempersiapkan data-datanya yang valid. Laporkan ke tim pengaduan sekolah dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah, akan ditelusuri dan jika terbukti langsung dibatalkan, atau dianulir,” ujar Purwanto, dalam keterangannya, Kamis (19/06/2025).

Purwanto menyebutkan, proses pengaduan setelah terbukti dan disetujui, siswa akan dilakukan diskualifikasi menggunakan form diskualifikasi. Dilanjutkan dengan melakukan diskualifikasi pada aplikasi SPMB 2025.

Purwanto mengimbau, bagi para pendaftar yang gagal, masih memiliki harapan di SPMB 2025 tahap kedua. Tahap kedua SPMB akan dibuka pada 24 Juni hingga 1 Juli 2025, yang akan difokuskan pada pendaftaran jalur prestasi, dengan alokasi 30% untuk jenjang SMA dan 35% untuk jenjang SMK.

Sementara untuk jenjang SLB (Sekolah Luar Biasa), proses pendaftaran tidak mengacu pada jalur prestasi, atau zonasi. Namun, mempertimbangkan kebutuhan khusus calon siswa berdasarkan hasil diagnosa oleh tim ahli yang telah disiapkan.

“Diagnosa melibatkan psikolog, tenaga medis, dan ahli lainnya. Tim ahli yang telah bekerjasama dengan SLB tujuan, atau Resource Centre,” ungkap Purwanto.(chd).

Editor

Recent Posts

Kejadian Bencana & Penanganan BNPB, Jum’at 24 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang berdampak pada…

12 menit ago

Terlilit Utang, Oknum ASN Pemkab Cirebon Rampok dan Bunuh Tetangga

SATUJABAR, CIREBON--Setelah lebih dari sebulan menjadi misteri, kasus kematian seorang ibu rumah tangga di Kabupaten…

35 menit ago

OJK Panggil Kredivo & KreditFazz Terkait Etika Penagihan

SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Kamis (23/07), telah memanggil manajemen PT Kredivo…

1 jam ago

China Open 2026: Jojo Kandas di Perempatfinal

SATUJABAR, CHANGZHOU – China Open 2026 digelar pada 21 hingga 26 Juli 2026. Turnamen papan…

1 jam ago

Pria Lansia Predator Anak di Sukabumi Ditetapkan Tersangka, Korban 12 Anak

SATUJABAR, SUKABUMI--Pria lanjut usia (lansia) bernisial MH, di Kota Sukabumi, Jawa Barat, ditetapkan sebagai tersangka…

2 jam ago

Ban Motor Gundul Didenda Rp 250.000, Polri: HOAX

SATUJABAR, JAKARTA - Beredar narasi di media sosial bahwa pengendara sepeda motor dengan ban gundul…

4 jam ago

This website uses cookies.