Berita

14 Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api Daop 2 Bandung Tahun 2025, 5 Tewas 8 Luka

SATUJABAR, BANDUNG–PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat terjadi 14 kecelakaan temperan kereta api di perlintasan sebidang sepanjang tahun 2025. Kecelakaan tersebut, mengakibatkan lima orang tewas dan delapan luka-luka.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, terus mengingatkan masyarakat agar tertib berlalu-lintas saat melintasi jalur kereta api. Peringatan tersebut, karena masih terjadinya kecelakaan temperan kereta api di perlintasan sebidang, hingga harus merenggut korban jiwa dan luka-luka.

Sepanjang tahun 2025, PT KAI Daop 2 Bandung, mencatat terjadi 14 kecelakaan temperan kereta api di perlintasan sebidang, di wilayah Daop 2 Bandung. Kecelakaan temperan kereta api tersebut, menewaskan sebanyak lima orang dan delapan lainnya luka-luka.

Menurut Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, dari kejadian 14 kecelakaan, 11 melibatkan kendaraan roda dua dan tiga kendaraan roda empat. Total 13 korban, terdiri dari lima orang tewas, tiga luka berat, dan lima lainnya luka ringan.

“14 kecelakaan sepanjang tahun 2025, dengan rincian korban, lima orang meninggal dunia, tiga luka berat, dan lima luka ringan. Data yang kami rilis ini menjadi pengingat, pelanggaran di perlintasan kereta api sebidang memiliki risiko fatal, yang dapat merenggut korban jiwa,” ujar Kuswardojo, dalam keterangannya, Jum’at (23/01/2026).

Kuswardojo mengatakan, keselamatan di perlintasan kereta api sebidang merupakan tanggungjawab bersama. Namun, ketentuan perundang-undangan menyebutkan, setiap pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api, karena membutuhkan jarak pengereman yang panjang dan tidak bisa berhenti secara mendadak.

“Tentunya kami dari PT KAI Daop 2 Bandung, mengimbau masyarakat untuk berhenti sejenak, tengok ke kiri kanan, memperhatikan dan mendengarkan tanda peringatan, serta memastikan kondisi aman sebelum melintas di perlintasan kereta api sebidang. Masyarakat diimbau agar terhindar dari kejadian yang tidak diharapkan bersama,” kata Kuswardojo.

Sebagai upaya pencegahan, PT KAI Daop 2 Bandung bersama para pemangku kepentingan telah melakukan berbagai langkah, diantaranya sosialisasi keselamatan langsung kepada masyarakat dan sekolah-sekolah. Sosialisasi juga dilakukan di perlintasan dengan lalu-lintas padat, hingga penutupan terhadap 29 perlintasan sebidang tanpa penjagaan.

Selain itu, juga menggencarkan edukasi keselamatan melalui berbagai platform media untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap risiko fatal pelanggaran di perlintasan kereta api sebidang. Pengguna jalan juga diingatkan untuk tidak menerobos palang pintu yang sudah ditutup, dan tidak mengabaikan sinyal peringatan, karena berhenti sejenak sebelum melintas adalah tindakan sederhana menyelamatkan nyawa.

Editor

Recent Posts

Kabar Baik! BRIN–PT Cosmax Kembangkan Kosmetik Alami Berbasis Mangga dan Temulawak

Buah mangga (Mangifera indica L) sebagai bahan aktif pencerah kulit, serta temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb)…

2 jam ago

Haji 2026: Sebanyak 74.652 Jemaah Telah Diberangkatkan Per 2 Mei 2026

Dari sisi layanan kesehatan, sebanyak 6.823 jemaah jalani rawat jalan. 117 dirujuk ke Klinik Kesehatan…

2 jam ago

Peran 6 Tersangka Pelajar dalam Aksi Rusuh di Tamansari Bandung

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat mengungkap peran enam tersangka dalam aksi rusuh merusak dan membakar fasilitas…

3 jam ago

Seleksi Pengelola Kebun Binatang Bandung Akan Diperpanjang

Pemkot Bandung telah mengundang 85 lembaga atau pihak potensial untuk mengikuti proses seleksi tersebut. Namun,…

5 jam ago

KONI Dorong Atlet Sepeda Trek Tambah Pengalaman Tanding

Kejuaraan Indonesia Track Cup 1 & 2 Tahun 2026 pada 30 April hingga 6 Mei…

5 jam ago

Pemuda di Cianjur Tewas Dihajar Golok Bertubi-tubi Pria Berhelm

SATUJABAR, CIANJUR--Seorang pemuda di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi korban kebrutalan pria behelm yang menganiayanya…

6 jam ago

This website uses cookies.