Berita

Wamenhaj: Integritas dan Meritokrasi Fondasi Budaya Baru

SATUJABAR, JAKARTA – Wamenhaj atau Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan integritas dan meritokrasi menjadi fondasi utama dalam membangun budaya kerja Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Sebagai kementerian baru, Kemenhaj dituntut menghadirkan tata kelola yang profesional, akuntabel, serta memperoleh kepercayaan publik melalui kualitas aparatur sipil negara (ASN).

Pesan tersebut disampaikan Wamenhaj saat menutup Entry Program Mutasi ASN Karier Kementerian Haji dan Umrah, Kamis (23/7/2026).

“Integritas adalah wajah utama Kemenhaj. Ambil seluruh kebaikan yang diwariskan instansi-instansi sebelumnya, tetapi tinggalkan hal-hal yang buruk. Kita sedang membangun budaya baru yang menjadi fondasi kementerian ini,” kata Wamenhaj dilansir laman Kemenhaj.

Menurut Wamenhaj, kementerian yang baru berdiri tidak cukup hanya memiliki struktur organisasi yang baru. Yang lebih penting adalah membangun karakter ASN yang menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan orientasi pelayanan kepada jemaah.

Ia juga menekankan bahwa budaya meritokrasi harus menjadi prinsip dalam pengembangan organisasi. Setiap ASN didorong untuk menunjukkan kinerja, kompetensi, dan kapasitas terbaik sehingga proses penugasan maupun pengembangan karier berlangsung secara objektif, adil, dan berbasis prestasi.

“Di Kementerian Haji dan Umrah, tidak boleh ada ruang bagi budaya yang mengabaikan kompetensi. Meritokrasi harus menjadi cara kita bekerja sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan berkembang berdasarkan kapasitas serta kinerjanya,” ujarnya.

Wamenhaj mengatakan perubahan budaya kerja harus dimulai dari setiap individu ASN. Kepercayaan publik terhadap Kemenhaj akan ditentukan oleh perilaku aparatur dalam menjalankan amanah, bukan semata-mata oleh kebijakan yang dihasilkan.

Dalam arahannya, Wamenhaj mengutip pandangan Ibnu Taimiyah dalam kitab As-Siyasah Asy-Syar’iyyah yang menyebut dua syarat utama keberhasilan pemerintahan adalah al-quwwah (kompetensi) dan al-amanah (integritas).

“Kompetensi dan amanah tidak bisa dipisahkan. ASN harus memiliki kemampuan untuk bekerja sekaligus integritas untuk menjaga amanah. Itulah fondasi yang akan membawa Kemenhaj menjadi institusi yang dipercaya publik,” ujarnya.

Entry Program Mutasi ASN Karier menjadi bagian dari penguatan budaya organisasi Kemenhaj. Melalui kegiatan ini, ASN yang bergabung di lingkungan Kemenhaj diharapkan memiliki kesamaan nilai, semangat kolaborasi, serta komitmen membangun budaya kerja yang berlandaskan integritas, meritokrasi, dan pelayanan terbaik bagi jemaah haji dan umrah.

Editor

Recent Posts

Kemenag Luncurkan Aplikasi AMAN, Tangkal Perundungan dan Kekerasan Seksual

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Agama membuka akses pelaporan dugaan kekerasan melalui Aplikasi Manajemen Aduan Antikekerasan…

59 menit ago

Reaktivasi Bandara Husein: Pemkot Terus Berbenah

SATUJABAR, BANDUNG - Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 menjadi angin…

1 jam ago

Tangkal Begal: Semua Elemen Dikerahkan, Pengawasan 24 Jam

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat penjagaan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui peningkatan…

10 jam ago

Senator Agita Dorong Evaluasi MBG Agar Tepat Sasaran & Berdampak Nyata

SATUJABAR, BANDUNG – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan…

10 jam ago

China Open 2026: Jojo dan Putri KW Melaju ke Perempatfinal

SATUJABAR, CHANGZHOU – China Open 2026 digelar pada 21 hingga 26 Juli 2026. Turnamen papan…

12 jam ago

Sadis! Begal Bermobil di Sukabumi Bacok dan Rampas Sepeda Motor

SATUJABAR, SUKABUMI--Aksi begal sadis membacok dan merampas sepeda motor korbannya terjadi di wilayah Kota Sukabumi,…

14 jam ago

This website uses cookies.