Berita

Waduh, BPH Sebut Ada Kartel di Pengelolaan Haji Indonesia, Ini Respons Komnas Haji

KPPU bisa mengurai persoalan-persoalan kartel, monopoli, oligopoli, monopsoni, dan lain sebagainya

SATUJABAR, JAKARTA — Jagat perhajian di Tanah Air, geger. Pasalnya, Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH) Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan, pengelolaan haji ada kartelnya. Menurutnya, praktik kartel tersebut tidak hanya terjadi di luar negeri tapi juga di Tanah Air.

Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj mengatakan, Wakil Kepala BPH menyebutkan adanya dugaan kartel pada penyelenggaraan haji. Tetapi, sayangnya Dahnil tidak menyebutkan secara rinci dan detail kartel pada bagian mananya.

“Kemudian di aspek apa itu ya (kartelnya), karena kalau kita lihat itu ada banyak aspek dalam penyelenggaran ibadah haji, ada penerbangan, ada hotel, ada pemondokan di Masyair, ada kemudian transportasi dan seterusnya,” kata Mustolih.

Dikatakannya, bila memang Wakil Kepala BPH itu mengetahui adanya dugaan kartel, mestinya dilaporkan kepada pihak berwenang. Supaya segera diambil tindakan, sehingga akan lebih baik.

“Saya kira tidak perlu menunggu BPH efektif, karena sekarang BPH sudah punya kewenangan melakukan supervisi, kalau kita lihat perpres, karena itu saya kira dugaan (adanya kartel haji) itu perlu lengkap ya, didalami,” ujarnya.

Mustolih menegaskan, kalau memang sudah diketahui ada pelaku kartelnya, dan siapa yang menerima manfaatnya, maka ada penegakan hukum dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bisa menangani. “Salah satu tugasnya KPPU itu mengurai persoalan-persoalan kartel, monopoli, oligopoli, monopsoni, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Oleh karena itu, Komnas Haji menegaskan, supaya ini tidak menjadi wacana yang liar, maka perlu ditunjukkan pada bagian apa kartelnya. Karena sekarang sudah memasuki fase krusial puncak penyelenggaraan ibadah haji.

“Nah karena itu saya kira pertama siapa pelakunya, dan kartelnya di mana, yang ada peristiwa (kartel) tersebut,” ujar Mustolih.

Mustolih mengatakan, penyelenggaraan haji itu kompleks. Ada di dalam negeri, ada juga yang lebih banyak urusannya di luar negeri yakni di Arab Saudi. Komnas Haji khawatir statement Wakil Kepala BPH justru nanti kontraproduktif.

Kata dia, jika kemudian tidak bisa ditunjukkan siapa pelakunya (kartelnya), bagaimana modusnya, dan kemudian sejauh mana kerugiannya, maka artinya jangan sampai tadi, menjadi isu yang liar.

Menurutnya, isu yang liar bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak ingin penyelenggaraan ibadah haji ini sukses. Jadi sekali lagi soal kartel haji itu perlu diperjelas oleh Wakil Kepala BPH. “Kalaupun misalnya ada (kartel) ayo kita sama-sama lakukan perbaikan,” kata Mustolih. (yul)

Editor

Recent Posts

Japan Open 2026: An Se Young Mundur di Babak 16 Besar

SATUJABAR, JAKARTA – Japan Open 2026 berlangsung 14-19 Juli 2026 di arena Tokyo Metropolitan Gymnasium.…

22 menit ago

Indonesia dan Spanyol Bentuk Aliansi Perlindungan Warisan Budaya Pelestina

SATUJABAR, MADRID — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan…

41 menit ago

OJK Serahkan Tersangka Kasus PT Asuransi Jiwa Prolife ke Kejari Jaksel

SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyerahkan tersangka beserta barang bukti (Tahap II) kasus…

2 jam ago

Purwoceng, Tanaman Obat Endemik Indonesia Hampir Punah

Purwoceng merupakan spesies endemik Indonesia yang secara alami hanya tumbuh di kawasan dataran tinggi, terutama…

3 jam ago

Japan Open 2026: Febri/Trias Ke 8 Besar

SATUJABAR, JAKARTA – Japan Open 2026 berlangsung 14-19 Juli 2026 di arena Tokyo Metropolitan Gymnasium.…

3 jam ago

Harga Emas Kamis 16/7/2026 Antam Rp 2.633.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Kamis 18/7/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…

3 jam ago

This website uses cookies.