Veddriq & Rizki. ((foto:andre/kemenpora.go.id)
BANDUNG – Senyum lebar menghiasi wajah Veddriq Leonardo dan Rizki Juniansyah setelah mereka sukses mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di Olimpiade 2024 Paris.
Keduanya akan menerima bonus uang tunai sebesar Rp6 miliar sebagai apresiasi atas prestasi gemilang mereka.
Veddriq Leonardo berhasil meraih medali emas di cabang olahraga panjat tebing, sedangkan Rizki Juniansyah menyumbangkan medali emas dari cabang angkat besi.
Keduanya sepakat untuk memanfaatkan bonus tersebut untuk kepentingan yang bermanfaat.
Dalam konferensi pers di Gedung VVIP, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Selasa malam (13/8), Veddriq menyatakan akan manfaatkan untuk pembangunan olahraga panjat tebing, khususnya di daerahnya.
“Sebagian akan saya berikan kepada orang tua saya, dan sisanya akan saya simpan atau investasikan.”
Veddriq mengaku merasa senang dapat mempersembahkan medali emas perdana bagi Kontingen Indonesia di Olimpiade 2024. Meskipun ada tekanan untuk meraih emas, ia memandangnya sebagai motivasi tambahan.
“Ekspektasi yang tinggi menjadi salah satu pemicu motivasi saya. Alhamdulillah, saya bisa membawa emas untuk Indonesia dan menjadi peraih medali emas pertama,” ujar Veddriq yang mencatat waktu 4.75 detik di babak final, mengalahkan wakil Tiongkok, Wu Peng.
Sementara itu, Rizki Juniansyah berencana menggunakan bonusnya untuk pembangunan dan renovasi sasana latih angkat besi di Banten, tempat ia dibentuk menjadi lifter.
“Saya terlahir dari sana, dan alhamdulillah, medali emas ini berawal dari situ,” kenangnya.
Rizki, yang kini berusia 21 tahun, juga berencana menabung sebagian dari bonus yang diterimanya.
“Bonus ini adalah yang terbaik dari Indonesia untuk saya. Saya akan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin,” tegas Rizki.
Ia menambahkan bahwa medali emas yang diraihnya adalah untuk negara tercinta. Rizki tidak menyangka bisa mencetak sejarah baru dalam olahraga angkat besi di Tanah Air setelah bertahun-tahun tanpa medali emas.
“Ke depan, saya akan berusaha mempertahankan medali emas ini untuk angkat besi dan Indonesia,” kata Rizki, yang berlaga di nomor 73 kilogram putra.
Sumber: kemenpora.go.id/diolah
Operasi Patuh 2026 didominasi penggunaan ETLE 60 persen. Manual 30 persen 10 persen pendekatan humanis.…
SATUJABAR, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026 digelar 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung…
SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Türkiye Hakan Fidan menemui Prabowo Subianto di…
Indonesia tuan rumah 1st Asian Gym for Life Challenge 2026. Ajang ini dijadwalkan berlangsung di…
SATUJABAR, SAMARINDA - Wakil Ketua Umum (Waketum) II Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Mayjen…
SATUJABAR, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026 digelar 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung…
This website uses cookies.